Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab 40. Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

❤️❤️❤️


Ayo kita lanjut lagi ya dan jangan bosan untuk membaca cerita saya.


⭐⭐⭐


Masih seperti biasa, Mitha dan Rial hanya terdiam. Tidak ada diantara mereka yang akan memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Mitha hanya memandang jalan di depannya yang mulai ramai. Kendaraan roda empat atau roda dua sudah mulai memadati jalanan kota Makassar.


"Hey tunggu. Kita mau ke mana? rumah saya bukan ke arah situ." ucapnya.


Mitha yang menyadari kalau ini bukan jalan yang biasa dia lalui.


"Rial. Kita mau ke mana?" tanyanya lagi.


"Bagaimana saya mau tau rumah kamu, kalau kamu sendiri tidak memberitahunya." ucap Rial spontan.


Mitha kembali terdiam, dia yang berusaha menyembunyukan alamatnya berharap mereka tidak akan bertemu lagi.


Baginya Rial adalah masa lalu yang harus dilupakan. Ada Andra yang setia menunggunya.


"Oh iya, hp saya kan ada di tas. Andra pasti menelpon." guman Mitha dalam hati.


"Kenapa kamu diam." lanjut Rial.


Dan benar saja, sepanjang malam Andra menelpon Mitha. Entah sudah berapa panggilan Andra di hp Mitha.


Dan sepanjang malam itu pula, Andra tidak bisa berhenti memikirkan Mitha. Matanya enggan tertutup walaupun sedetik. Dia yang begitu takut kalau terjadi sesuatu yang buruk. Karena tidak seperti biasanya Mitha tidak mengangkat telepon darinya.


Andra kembali menghubungi Mitha namun tetap saja nomor yang dia tuju tidak aktif. Dia pun kembali menelpon, terdengar suara laki-laki di balik hpnya.


"Halo, apa kamu tau apa yang terjadi kepada Mitha." ucapnya.


Dibalik telepon, seorang pemuda mengendari mobil berbicara dengan Andra.


"Iya bos. Maaf saya sedang mengikuti Mitha." ucapnya.


Andra semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bayu.


"Nanti saya telepon balik. Saya tidak ingin kehilangan jejak mereka." ucapnya sembari menutup teleponnya


"Mereka, dengan siapa kamu sekarang?" tanyanya dalam hati.


Diam-diam ternyata Andra menyewa seseorang agar mematai-matau Mitha. Bukannya dia tidak percaya namun ini cara dia melindungi Mitha.

__ADS_1


Andra yang tidak bisa berada terus di samping Mitha, tanpa sepengetahuannya menyuruh seseorang untuk melaporkan apapun kegiatan Mitha setiap harinya.


Rial berhenti tepat di sebuah perumahan yang cukup sederhana, tidak besar tapi begitu asri dan nyaman dipandang mata.


"Ini rumah siapa?" tanyanya.


"Ini rumah kita. Kamu turun dulu, saya ganti baju dulu. Setelah itu saya antar kamu pulang." ucapnya.


"Rumah kita. Rumah kita dari mana?" pekik Mitha.


Dari kejauhan Bayu mengamati mereka, sengaja mobilnya dia parkir jauh agar tidak ketahuan oleh Mitha dan juga Rial.


"Ayo turun."


Mitha masih saja terdiam dari dalam mobil.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau turun. Tapi, orang-orang akan curiga dengan kamu. Jadi saya sarankan kami untuk turun." ucap Rial lembut.


Mitha masih tampak berpikir, dia bingung sendiri dengan apa yang terjadi.


"Ya sudah. Kamu tunggu saya di sini!" Rial pun masuk ke dalam rumah dan Mitha masih saja duduk manis di dalam mobil.


Sambil menunggu Rial, Mitha memperhatikan dengan seksama rumah yang tepat di sampingnya. Dia baru sadar kalau selama mereka berpacaran, mereka sudah merencanakan masa depan termasuk rumah.


Rumah yang dia lihat sekarang adalah rumah impian mereka. Mitha menarik nafas panjangnya dan tersenyum.


Bayu tampak memotret aktivitas Mitha, tidak ada dia lewatkan sedikit pun. Hidupnya begitu bergantung kepada Andra.


Mitha melihat ke arah kaca spion mobil, dia yang mulai curiga dengan mobil yang ada di belakangnya.


"Itu siapa?kok diam di situ." pekik Mitha dalam hati. Dia kembali memperhatikan ke kiri dan kanannya yang tampak sepi.


"Jangan-jangan." Mitha mulai cemas dan segara berlari masuk ke dalam rumah Rial dan untungnya rumah tersebut tidak terkunci.


"Kamu kenapa?" tanya Rial yang sedang asyik berbaring di kursi ruang tamunya.


"Kamu kok belum siap-siap, saya sudah menunggu kamu lama dan apa kamu tau diluar ada mobil yang mencurigakan." lanjutnya sembari menunjuk di balik jendela.


Rial segera membuka tirai kaca di rumahnya, dia baru sadar kalau dari tadi mobil tersebut mengikutinya. Awalnya dia tidak terlalu peduli tapi kalau sampai ke rumahnya pasti ada sesuatu yang mencurigakan.


Dipikirannya hanya terlintas pak Arif ayahnya yang akan nekat mengikutinya atau mungkin Erna yang masih saja terus menganggunya.


"Itu kan mencurigakan."


"Kamu tenang saja." Rial yang tidak ingin membuat Mitha semakin berpikir jauh. Walaupun dia sendiri terlihat khawatir kalau itu adalah orang suruhan ayahnya.

__ADS_1


Rial segera bergegas ke dapur. "Kamu mu makan apa?" tanyanya.


Mitha kembali terdiam, dia memperhatikan setiap sudut di rumah Rial. Bukan hanya diluar tapi di dalam rumah pun sesuai dengan impiaj mereka dulu. Bahkan dapur pun sama persis dengan apa yang dikatakannya dulu.


"Rumahnya bagus." ucap Mitha.


Rial yang sedang memasak mie, "Apa kamu suka." ucapnya.


"Hmmmm"


Mitha kembali melihat seisi rumah. Perabotnya pun sesuai dengan warna kesukaannya.


"Ayo makan, saya cuma ada mie di rumah." Rial menyuguhkan mie kuas tepat berada di depan Mitha.


Mitha tampak tersenyum Kali ini dengan senyuman yang begitu manis tampak diwajahnya.


"Kamu kenapa senyum begitu."


"Tidak apa-apa, ternyata kamu masih ingat mie kesukaanku." lanjutnya.


"Kalau kamu tau, tak ada yang tidak saya ingat dari kamu." guman Rial dalam hati.


"Sudah jangan melamun terus, ayo duduk terus saya antar kamu ke rumah." ucap Rial.


Dihati masing-masing terlihat begitu bahagia, Rial yang selama ini hanya bisa merindukan Mitha dihatinya kini dia tidak menyangka kalau bisa sedekat kembali dengan Mitha.


Begitu pula dengan, dia tidak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaan dihatinya. Diam-diam dia memperhatikan Rial. Ada rasa bersalah dihatinya karena bersikap sekasar itu dengan Rial


Dia yang berpikir kalau Rial sudah melupakannya, ternyata dugaannya salah. Namun dia tidak ingin memikirkan yang lebih jauh. Kini jalan mereka sudah berbeda.


Andra yang masih harap-harap cemas menantikan informasi yang akan diberikan Bayu kepadanya. Bahkan hari ini dia tidak ikut kuliah karena mencemaskan Mitha yang tak ada kabar.


"Ini ada apa sih sebenarnya."


Tiba-tiba masuk sebuah pesan singkat dihpnya. Dan alangkah kagetnya dia melihat foto yang dikirimkan Bayu kepadanya.


Mulai dari awal Mitha dibawa ke kantor polisi hingga sekarang Mitha berada di rumah Rial.


Marahnya semakin memuncak ketika dia mengenali wajah laki-laki yang bersama Mitha sekarang.


Rial laki-laki yang harus membuatnya menunggu begitu lama jawaban dari Mitha. Tanpa dia sadari, Andra melempar barang yang berada di sampingnya.


Hpnya dia gengam erat seolah ingin mengghancurkannya.


Bersambung

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2