
Hari demi hari Mitha seperti kehilangan semangat,ke sekolah pun dia kurang bersemangat.
Sambil melangkahkan kakinya menuju ruang kelas,Mitha mengingat masa-masa dia bersama Rial jalan bersama ke kelas.
"Kini sudah tidak ada lagi yang menemaniku jalan,mengobrol bersama. Ucap dalam hati Mitha sambil menghela napas panjang.
Langkah kakinya tiba - tiba terhenti ketika meliha sosok dari kejauhan yang sangat dirindukan Mitha.
"Mithaaaaa...."Rini berlari menuju ke arah Mitha.
"Iya ... Rini ada apa?" Langkah kaki Mitha terhenti karena teriakan Rini dari kejauhan.
Dengan napas yang tidak beraturan,Rini memberitahukan sosok yang dilihatnya tadi.
"Saya tadi melihat Rial di ruang kepala sekolah."
"Apa..." Mitha kaget dengan apa yang dikatakan Rini tadi.
"Katanya sih,Rial ambil surat pindah." ucap Rini
"Jadi Rial benar - benar pindah."
"Iya, jadi kami sudah tau kalau Rial mau pindah ke kota."
Mitha bergegas menuju ke ruang kepala sekolah,dia ingin menemui Rial untuk terakhir kalinya.
Rial tampak duduk di depan.Dari kejauhan,dia melihat Mitha berlari ke arahnya.Rial yang melihat itu ikut berlari menuju ke arah Mitha.
Sebenarnya dia juga rindu akan sosok Mitha yang ditinggalkan selama 1 bulan ini.
"Hai Mitha.apa kabar?"
"Aku baik kok.
"Kamu sendiri apa kabar?" Tanya Mitha.
"Aku juga baik.hampir sebulan kita tidak ketemu aku merindukan mu Mitha."
"Wajah Mitha yang mulanya tertunduk lesu tiba-tiba menjadi kemerahan."
"Apakah Rial juga menyukaiku.Tapi,tidak mungkin juga sih." Pikir Mitha dalam hati
__ADS_1
Mereka pun berbicara dengan apa yang mereka alami selama sebulan ini. Mitha lah yang paling antusias bercerita,sedangkan Rial hanya mendenga saja sambil memandang wajah Mitha yang semakin hari semakin cantik
"Rial kamu dipanggil ke kantor oleh kepala sekolah." Ucap pak Rama yang merupakan bujang di sekolah itu.
"Saya ke kantor dulu yah." Mitha yang mendengar itu langsung memasang wajah sedihnya di depan Rial.
"Tidak apa-apa.Nanti setelah dari ruangan kepala sekolah,saya langsung menemui mu."
Perkataan Rial membuat Mitha sedikit lega.Dia takut kalau nanti Rial pergi tanpa pamit padanya
Bel sekolah pun berbunyi,ingin rasanya Mitha ikut ke kantor bersama dengan rial.mitha ingin memastikan apakah Rial benar-benar mau pindah sekolah.
Tapi apalah daya mitha,bel berbunyi itu tandanya dia harus segera masuk ke kelas apalagi pelajaran pertama adalah matematika yang tidak boleh terlambat sedetikpun.
Rial sebenarnya ada apa,apa kamu benar-benar mau pindah sekolah,ada masalah apa,apa kamu tidak suka sekolah do sini?" pertanyaan Mitha membuat Rial tertawa.
"Nanti aku jawab semua pertanyaanmu itu.Tapi,sekarang kamu masuk kelas dan saya ke kantor dulu." Sambil menunjuk ke arah kelas Mitha.
"Tapi,kamu mau menjelaskan semuanya kan."
"Iya Mitha." Mitha khawatir kalau Rial pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa-apa padanya.
"Kenapa Jam istirahat lama sekali sih." Sambil melihat jam tangannya.
"Kamu kenapa gelisah." Tanya Rini.
"Tenang saja Rial pasti menunggu kok." Rini memegang tangan Mitha,dia berusaha menenangkan Mitha.
"Dari mana kamu tau?" Tanya Mitha.
"Itu dia di duduk di tempat piket,mungkin dia menunggumu." sambil menunjuk ke arah luar kelas.
Dari tempat duduk Rini kita bisa melihat ke depan tidak seperti tempat duduk saya yang terhalang oleh pohon yang ada di lapangan.
"Mungkin dia mau pamit Mitha." Dada Mitha rasanya seketika sesak,napasnya tidak beraturan mungkin kalau tidak dalam kelas dia sudah menangis sekencang-kencangnya mendengar perkataan Rini.
Tanpa terasa bel pun berbunyi,Mitha langsung berlari keluar kelas mendekati Rial.
Dari kejauhan Rial melihat Mitha berlari.Ada rasa kasihan di hatinya untuk Mitha.
Dengan melihat Mitha berlari menghampirinya,hati Rial terketuk.Dia tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada Mitha tentang perasaanya.Rial begitu bingung.
__ADS_1
"Rial.Saya kira kamu sudah pulang,bagaimana pertemuannya dengan kepala sekolah?" Tanya Mitha.
Sambil tersenyum Rial menjelaskan kepada Mitha yang dari tadi sudah penasaran.
"Saya kesini untuk ambil surat pindah kok dan saya sudah mendapatkannya dan kenapa saya pindah sekolah,ceritanya panjang intinya itu keinginan orang tua aku."
Mitha hanya terdiam saja.Dia begitu merindukan Rial.
"Saya senang kok bersekolah disini apalagi saya bertemu kamu,teman yang baik dan cantik."
"Kalau kamu senang kenapa kamu pindah? Tanya Mitha.
"Dari tadi saya sudah bilang kalau ini keinginan orang tua saya."
Mitha mencoba memahami Rial dan mengerti posisinya sekarang.
"Saya tidak lama-lama kok,sebentar sore saya sudah mau kembali ke kota."
"Kenapa cepat sekali Rial.Besok saja ya pulangnya." Mitha memasang muka memelas yang membuat Rial tersenyum melihat muka Mitha yang memelas.
"Haaaaaaaa."Rial tertawa.
"Kenapa kamu tertawa,memangnya ada yang lucu?"
"Iya lucu sekali." Sambil mencubit pipi Mitha
Rial begitu senang melihat Mitha,apalagi kalau sudah memasang muka memelas.
"Saya sangat suka melihat muka memelasmu."
Ya sudah Mitha saya pulang dulu ya.
"Kamu ke kelas,sebentar lagi sudah bel lho."Tanpa terasa sudah sekitar 10 menit.
Mitha dan Rial mengobrol.
"Ya sudah deh.saya nanti ke kelas tapi masih ada waktu 5 menit jadi jangan pergi dulu yah!" Rial mengangguk sambil tersenyum.
Tunggu kelanjutannya ya tentang ungkapan hati Rial.
Bersambung
__ADS_1