Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Kebahagian Mitha bag.1


__ADS_3

Mitha serasa tidak percaya kalau sekarang Rial sekarang menjadi miliknya.Walaupun Rial tidak pernah mengatakan kalau dia juga mencintainya tapi Mitha serasa tidak peduli.Yang terpenting Sekarang saya punya komitmen kalau Rial adalah pacarku sekarang.


Semakin hari Mitha merubah hidupnya,iya Mitha sangat bahagia.


"Nak tumben kamu bangun pagi sekali." Tanya mama Mitha.


"Iya ma.sSaya kan harus ke sekolah."


"Iya mama tau tapi biasanya juga mama yang bangunin kamu."Tapi, ini tanpa mama bangunin kamu bangun sendiri." Sambil tersenyum


"Memangnya kenapa mama tersenyum?Aneh saja nak!"


Sebelum berangkat ke sekolah,Mitha sarapan bersama keluarganya.Di meja makan Mitha sarapannya sangat lahap.Membuat bapak,ibu,dan adiknya tersenyum melihat Mitha.


"Ada apa sih kenapa melihatnya seperti itu,memangnya ada Yang salah?"


"Tidak apa-apa, kamu biasanya susah sekali untuk sarapan.Biasanya juga kamu cuma minum teh,kamu sudah berangkat ke sekolah.Ini nasi goreng sepiring."


"Aduh nak.Bapak tidak mengerti lagi nak."


"Dek...cepat dong makannya,sudah hampir jam 7 nih,kita nanti terlambat."


"Iya kak Mitha."


Mitha sengaja sarapan di rumah karena Mitha ingin menyimpan uang jajannya untuk bisa menelpon Rial.Sekarang Mitha tidak akan ragu lagi untuk menelpon Rial karena Mitha yakin Rial pasti akan bicara dengan Mitha.


Sudah seminggu Mitha mengumpulkan uang jajannya untuk bisa menelpon Rial.Hari ini hari Sabtu dan Mitha tidak sabar untuk menelpon Mitha.Iya mereka hanya bisa berkomunikasi pada hari Minggu.


Karena nomor telepon yang diberikan Rial adalah nomor telepon rumah dan kalau hari sekolah mereka tidak bisa berkomunikasi.Walaupun pulang sekolah mereka bisa berkomunikasi tapi waktunya sangat sempit tapi kalau hari Minggu Mitha bisa leluasa mengobrol dengan Mitha.


Iya sudah seminggu mereka tidak mengobrol,terakhir mengobrol waktu Rial datang ke sekolah untuk mengambil surat pindah.Dan Mitha sudah tidak sabar untuk mengobrol dengan Rial.Mitha sangat merindukan Rial walaupun nantinya rasa rindu Mitha hanya bisa dia ungkapkan lewat telepon.


Dengar suara Rial saja sudah senang.Pokoknya besok saya harus bangun pagi-pagi supaya bisa ke Wartel untuk menelpon dengan Rial banyak yang ingin kuceritakan padanya.Semangat Mitha.......


Setelah mengantar adiknya ke sekolah,Mitha langsung mengendarai sepeda motornya ke sekolah.Jarak sekolah Mitha dengan adiknya tidak terlalu jauh sih.


Sesampainya di Sekolah,Mitha langsung memarkirkan motornya di tempat parkir.


Tiba-tiba gubrakkkkk.....Mitha tanpa sengaja menabrak motor yang ada di depannya.


"Aduh motor siapa ini."


Dengan gemetaran Mitha turun dari motornya dan memperbaiki motor yang jatuh di depannya.Semoga saja yang punya motor tidak melihat,bisa mati aku apalagi bagian belakang motor lecek.Saya bisa di suruh ganti nanti uang untuk menelpon Rial ludes dong.


"Tidak bisa ini.Saya harus cepat-cepat pergi dari sini masa sudah susah payah mengumpulkan uang harus dipakai untuk mengganti motor ini.Aduh saya tidak rela."


'Hei kamu."tiba-tiba seorang laki-laki berteriak di belakang Mitha.


"Hei kamu apakan motorku." Mitha menoleh ke belakang ternyata kakak kelasnya yang terkenal nakal di sekolah berada tepat di belakangnya.


"Maaf kak saya tidak sengaja."


"Apa tidak sengaja!Kamu pasti sengaja."


"Tidak kok kak."


"Kamu tidak kenal saya."

__ADS_1


"Iya saya tau kok kak."


"Kalau begitu siapa nama saya?"Tanya Andra.


"Kak Andra." Bibir Mitha gemetar menyebutkan nama Andra.


Andra adalah kakak kelas Mitha,dia sudah kelas 2 yang artinya merupakan kakak kelas Mitha.Andra terkenal nakal di sekolah karena orang tuanya merupakan seorang pejabat yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa segan termasuk guru di sekolah itu.


"Maaf kak,jangan sampai deh ganti rugi."


"Andra melotok ke Mitha membuat Mitha tidak punya pilihan."


"Kak saya akan ganti rugi deh."


"Hei." Sambil memegang kepala Mitha.


"Kamu kira saya tidak bisa memperbaiki motor saya,kamu kira saya tidak punya uang."


Alhamdulillah Mitha lega mendengarnya.


"Kalau begitu masalah beres dong kak."


Mitha sangat senang karena tidak harus memperbaiki motor orang yang ada di depan saya ini.


"Alhamdulillah ya Allah." Ucap Mitha dalam hati.


Mitha tersenyum kepada Andra.Dia begitu senang.


Entah kenapa senyum Mitha membuat Andra luluh.


"Saya kak."


"Iya kamu kira saya bertanya kepada siapa sedangkan tidak ada orang di sini selain kita berdua.


"Saya kelas 1A kak."


Pantasan saya tidak pernah melihatmu,maklum kelas 1A dengan kelas Andra berjauhan dan mungkin ini pertama kalinya mereka bertemu.Itupu Mitha tau tentang Andra karena banyak yang menceritakannya tentang kelakuan Andra.


"Kringgg...kringgg... suara bel sekolah."


"Itu kak sudah bel,saya duluan ke kelas."


"Apa enak saja kamu itu sudah bikin saya rugi sekarang kamu mau kabur."


"Kan kakak sendiri yang bilang kalau saya tidak boleh ganti rugi,itu artinya beres dong."


"Andra ada masalah apa." Terlihat Ibnu,Dirga dan Nurul menuju ke arah Andra.


"Aduh teman-temannya datang lagi."


Dirga,Ibnu dan Nurul adalah teman yang terkenal nakal.


"Ya Tuhan...apa yang harus saya lakukan."


"Ini dia menabrak motor saya." Mereka bertiga kaget,sementara Ibnu memeriksa motor Andra yang ditabrak Mitha.


"Apa.Jadi kita apakan anak ini." Ucap Dirga

__ADS_1


"Saya juga masih sementara berpikir."


'Bagaimana kalau kita ke kantin,saya belum sarapan nih. Ucap Nurul.


"Terus siapa yang bayar." Tanya ibnu.


"Kan ada anak ini." Sambil menunjuk ke arah Mitha.


"Hei siapa namamu?" Tanya Ibnu.


"Mitha kak."


"Jadi nama kamu Mitha?" Tanya Andra.


"Iya kak."


"Kamu ini lucu Andra,dari tadi kamu tidak tau namanya." Ucap Nurul.


"Tidak penting juga sih." sambil tertawa.


Sambil tersenyum mereka berempat terlihat sedang asyik berbucara.


Mitha makin ketakutakan.Mereka sepertinya merencakanakan sesuatu.


"Kak saya permisi dulu,bel kan sudah bunyi saya harus masuk kelas." Mitha melangkahkan kakinya.


"Oh tidak." Dirga menahan Mitha dengan kedua tangannya.


"Dari tadi saya bilang kan kalau kami lapar."


"Urusan sama saya apa?tanya mitha.


"Ya ampun kamu tidak mengerti juga,itu artinya kita ke kantin."


"Kak saya masih kenyang,kalau kalian lapar ke kantin sana."


Andra hanya tersenyum mendengar perdebatan Mitha dan juga ketiga temannya.Baru kali ini di sekolahnya yang berani berdebat dengannya.


"Kamu senyum Andra." Ucap Nurul.


"Senyum..kalian salah lihat."


"Memangnya aneh ya kalau kak Andra senyum." Ucap Mitha dalam hati.


"Kak sekarang saya Mau ke kelas itu di sana ibu ayu sudah berjalan ke kelas." Sambil menunjuk ke arah kelasnya.


"Ayo Andra saya mau bicara."Dirga mengajak Andra untuk berbicara.


"Entah apa yang mereka rencanakan berempat.Saya tidak peduli,saya harus kabur disaat mereka sedang berbicara."


Sambil melangkahkan kakinya ke belakang,Mitha berjalan perlahan-lahan menjauhi mereka.


"Jangan sampe deh saya ketahuan." Sambil berjalan Mitha memikirkan Rial.Kalau saja ada Rial,saya pasti tidak akan terkena masalah seperti ini karena selama ini Rial yang selalu memarkirkan motor Mitha kalau Mitha membawa kendaraanya ke sekolah.


Siapakah Andra,,nantikan selanjutnya.apakah Andra akan menjadi orang ketiga antara Mitha dan Rial.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2