
**BISMILAHIRAHMANIRAHIM,⭐💪⭐
Andra kembali ke rumahnya antara senang dan sedih, di rumah yang cukup mewah di perumahan elit Andra memarkirkan mobilnya. Dia yang hanya hidup sendiri ketika kedua orang tuanya bercerai.
Walaupun kebutuhan hidupnya selalu tercukupi bahkan bisa dibilang berlebihan namun rasanya ada yang kurang di dalam hidupnya. Namun dia berusaha menyimpannya sendiri, gairah hidupnya muncul ketika bertemu dengan Mitha.
Mitha menjadi semangat hidupnya yang kosong, makanya dia tidak ingin melepaskan Mitha begitu saja apalagi harus bersama dengan Rial laki-laki yang menurutnya tidak bisa membahagiakan Mitha.
Sudah banyak rencana dibenaknya untuk hidupnya nanti dan hanya Mitha lah rencana itu.
Direbahkan lah tubuhnya di kasur empuknya, dia tertidur sejenak melepaskan kelelahan di batinnya. Pertemuan kembali dengan Mitha membuatnya begitu bahagia namun kebahagiaan itu harus tercoreng dengan kehadiran Rial kembali dalam hidup mereka.
Diambilnya hp di saku celana dan melihat foto Mitha terpampang jelas dibali layar hpnya, senyumnya merekah walau hanya melihat wajah Mitha.
"Kamu itu milik saya dan saya tidak akan membiarkan siapa pun merebut kamu dari hidup saya." guman Andra dalam hati**.
Di tempat berbeda tampak Rial kembali ke kantornya, jam istirahatnya sudah lewat beberapa jam.
Rial merenung memikirkan yang terjadi hari ini, rasanya begitu berat untuk membuat Mitha kembali kepadanya, kebersamaannya dengan Mitha sudah berakhir ketika Andra kembali muncul.
Tiba-tiba.....
**Erna begitu saja masuk ke ruang kerja Rial yang membuat Rial kaget. Dia tidak tau harus bagaimana menghadapi Erna yang tidak pernah putus asa mengejar dan menggangu hidupnya.
"Kamu." ucap Rial.
Erna menghampiri Rial dan duduk tepak dihadapannya, dia tersenyum namun Rial tak sedikitpun membalas senyum itu.
"Saya ke sini mau mengundang kamu ke acara ulang tahun saya." ucap Erna sembari memberikan sebuah undangan yang dia letakkan di meja.
"Kamu tidak usah repot-repot, saya akan pastikan kalau saya tidak akan hadir." ucapnya.
Erna terlihat sedih namun dia berusaha tidak menampakkan ya. Dia terus mencari cara agar membuat Rial hadir di pesta ulang tahunnya.
"Saya yakin kamu pasti akan datang." ucap Erna berlalu dari hadapan Rial.
"Tunggu dulu!" Erna berbalik ke arah Rial dan diambilnya undangan yang ada di atas mejanya dan tanpa ragu membuangnya di tempat sampah yang tak jauh darinya.
Erna semakin terlihat sedih melihat undangan itu jatuh ke tempat sampah, harga dirinya begitu hancur namun rasa cintanya mengalahkan itu semua.
"Buang saja, tapi saya yakin kamu akan datang." ucapnya dan dibalas oleh Rial dengan senyum sinis seolah mengatakan kalau itu tidak akan terjadi.
Dengan rasa marah yang luar biasa Erna mengemudikan mobilnya dengan begitu kencang. Dia serasa tidak terima atas perlakuan Rial kepadanya. Rasa bencinya pun semakin menjadi kepada Mitha.
__ADS_1
⭐⭐⭐
Mitha tampak bersiap-siap, dia ingin menebus kesalahannya terhadap Andra dan tidak ingin membuat Andra semakin marah kepadanya. Dia memandang dirinya di depan cermin berusaha memasang senyum terbaiknya.
"Kamu cantik sekali." tanpa dia sadar ternyata Andra sudah berada tepat di belakangnya dan memperhatikannya.
Mitha melihat ke arah kaca dan tersenyum ke arah Andra.
"Kapan kamu datang?" tanyanya.
"Dari tadi. Kamu memikirkan apa sih sehingga kamu tidak sadar kalau saya sudah di sini." ucapnya.
"Bukan apa-apa."
"Kalau kamu sudah siap, kita berangkat sekarang." ucap Andra memeluk Mitha dari belakang.
Mitha terdiam menerima pelukan Andra yang begitu erat dan penuh cinta.
Andra dan Mitha pun berangkat dengan begitu bahagia, mereka seolah tidak memikirkan apa yang telah terjadi.
Mitha tidak tau mau dibawa ke mana oleh Andra namun dia yakin kalau Andra pasti tidak akan berbuat yang aneh-aneh kepadanya.
Di sebuah restoran mewah di pinggir pantai Losari Andra menghentikan mobilnya. Begitu banyak mobil mewah berjejer mungkin hanya kalangan atas yang datang ke sini.
Andra membukakan pintu mobilnya untuk Mitha yang membuatnya semakin merasa bersalah.
Andra menggandeng tangan Mitha masih ke dalam restoran, tampak sudah banyak pengunjung yang hadir.
"Kita duduk di sana." ucap Andra. Mitha hanya ikut saja dengan apa yang dikatakan Andra, dia berusaha bersikap manis dihadapan Andra**.
Sementara itu di restoran yang sama tampak Erna berkumpul bersama teman-temannya dalam rangka merayakan ulang tahunnya.
**Sesekali dia melihat ke depan pintu berharap Rial muncul dihadapannya. Namun pandangan Erna terhenti pada sosok yang duduk tak jauh darinya, dia seperti mengenali wajah perempuan yang duduk bersama dengan seorang pria.
Dia berusaha mengingat dan mengambil hp yang ada di dalam tas. Dan benar saja dugaannya sosok yang bersama Rial di taman.
"Inikan yang bersama dengan Rial." gumannya dalam hati. Dia kembali memperhatikan dengan jelas dan memang benar wajah yang ada di dalam foto sama persis dengan yang ada hadapannya sekarang.
Erna tersenyum seolah dia tau apa yang harus dilakukannya. Keyakinannya kembali kalau Rial pasti akan datang.
Diam-diam Erna mengambil foto Mitha bersama dengan Andra yang sedang tersenyum lepas.
"Kamu kenal mereka?"
__ADS_1
"Tidak sih tapi dia akan membantu saya." ucap Erna tersenyum penuh keyakinan.
Erna lalu menjauh dari keramaian dengan membawa telepon genggamnya dia tampak menelpon seseorang.
"kring..kring..." bunyi telepon Rial. Tampak nama Erna muncul dilayar hpnya.
Rial mengabaikannya begitu saja namun Erna tidak putus asa dia terus menghubungi Rial namun tetap saja tidak diangkat oleh Rial.
Kini Erna tidak berusaha menelpon kembali Rial tapi dia mengirimkan foto yang dia abadikan di hpnya.
"Apa lagi sih, capek menelpon kini dia anak itu mengirim gambar." guman Rial.
Rial membuka pesan gambar yang dikirim Erna dan alangkah kagetnya dia melihat Mitha bersama dengan Andra. Dia lalu bangkit dan mencari undangan ulang tahun Erna.
Satu per satu sampah dia keluarkan dan akhirnya dia menemukan undangan yang sudah terlihat lusuh. Rial kemudian melihat alamat yang tertera dan langsung saja mengemudikan mobilnya.
Dia tidak ingin Mitha berduaan begitu saja dengan Andra, Rial seperti tidak rela.
Dengan begitu kencang Rial mengemudikan mobilnya dan setelah sampai dia langsung berlari mencari Mitha di sekeliling restoran. Dari kejauhan Erna melihat Rial berlari ke arahnya.
"Sudah saya bilang kan, kamu pasti akan datang!" ucap Erna.
Rial tidak menghiraukan Erna sedikitpun, matanya terus mencari keberadaan Mitha.
Andra dan Mitha yang tak menyadari keberadaan Rial terus saja mengobrol sambil menyantap hidangan yang ada di atas meja.
"Ayo duduk!" ucap Erna. Namun Rial berlalu begitu saja setelah memastikan keberadaan Andra dan juga Mitha.
Langkah kakinya begitu cepat menghampiri Mitha dan juga Andra yang masih tidak sadar.
Mitha kaget ketika tangannya ditarik begitu kencang oleh Rial.
"Rial." ucap Mitha.
Andra bangkit dan melepaskan tangan Rial dari Mitha.
"Kamu. Lepaskan dan pergi dari sini!" ucap Andra.
Rial kembali meraih tangan Mitha dan kini dia genggam begitu erat yang membuat amarah Andra semakin memuncak.
"Lepaskan. Tolong lepaskan Rial." pinta Mitha.
Andra menarik lengan baju Rial, mereka saling bertatapan penuh amarah.
__ADS_1
Bersambung....
⭐💪🌺❤️❤️❤️**