Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Kesal


__ADS_3

Dengan penuh amarah di wajahnya, Andra menarik tangan Mitha dengan kencangnya yang membuatnya kesakitakan. Mitha tidak berontak sama sekali, dia terlihat santai menghadapi Andra.


Bukan pertama kalinya, Andra marah kepadanya dan dia begitu yakin kalau Andra tidak akan bertidak yang membuatnya terluka.


Andra yang masih menarik tangan Mitha, dia lepaskan sambil mendorong tubuh Mitha menjauh darinya. Dorongan keras itu membuat Mitha terjatuh.


Tubuhnya mungil Mitha jatuh ke tanah, dia berusaha menahan sakit di tubuhnya. Dia pun bangkit dan tiba-tiba


"Prakkk" Tangannya menampar Andra begitu kencang yang membuat Andra kaget dengan tamparan dari Mitha.


"Saya ini tidak tau apa salah saya kepada kamu. " Ucap Mitha berlalu dari Andra. Andra yang masih terdiam masih tidak mengira kalau Mitha akan semarah itu kepadanya.


"Kamu mau ke mana? urusan kita belum selesai." Ucapnya, Andra membalikkan badannya kepada Mitha dan segera menarik tangan Mitha mendekat kepadanya.


"Lepaskan!" Ucap Mitha, Andra menatap tajam Mitha. Tampak jelas di mata Andra kalau dia begitu marah.


Mitha masih tidak sadar kalau Andra begitu menyukainya sehingga dia bersikap seperti ini. Andra yang cemburu tidak tau cara mengungkapnya. Hanya ada kemarahan dihatinya ketika melihat wanita yang dicintainya menelpon mesra dengan laki-laki lain.


Dirga, Nurul, dan Ibnu sedang menunggu Andra di warung tampak gelisah.


"Andra ke mana?" Tanya Ibnu ke Dirga.


"Oh iya Andra ke mana?" Tanya Nurul yang tidak sadar kalau Andra dari tadi tidak bersama mereka.


"Ya sudah, saya cari dulu." Dirga pun mencari Andra sekeliling tempat dan alangkah kagetnya dia melihat Andra bersama dengan Mitha.


"Mitha." Ucapnya yang membuat Dirga dan Nurul beranjak dari tempat duduknya.


"Mana?" Tanya Ibnu yang penasaran. Mereka bertiga pun ke tempat Andra dan Mitha berada.


Andra yang masih berdebat dengan Mitha berusaha menahan amarahnya. Dia sadar kalau dia akan menyakiti gadis yang didepannya ini. Gadis yang mulai terlihat ketakutan kepadany.


"Yang tadi itu siapa?" Tanya Andra perlahan kepada Mitha.


Mitha keget mendengar pertanyaan Andra, dia tidak tau apa yang harus dikatakannya.


"Itu Rial." Ucap Mitha terbata-bata.

__ADS_1


"Rial siswa pindahan itu." Andra tampaknya kenal dengan Rial.


"Hubungan kamu dengan dia apa?" Tanyanya. Kini Andra seperti anak SMA yang sedang cemburu berat kepada kekasihnya.


"Urusan kamu tanya sepert itu apa?" Tanyanya, Mitha tampaknya masih tidak sadar kalau Andra terlihat cemburu.


Andra tersenyum sinis kepada Mitha.


"Kamu sepertinya belum sadar. Kalau kamu itu milik saya." Ucap Andra sembari mendekatkan wajahnya kepada Mitha.


Jantung Mitha tiba-tiba deg-degan ketika wajah Andra begitu dekat dari matanya. Tapi, dia berusaha menahannya


"Andra ini ada apa?" Tanya Dirga. Nurul dan Ibnu pun mendekat kepada Andra dan juga Mitha.


"Kalian kenapa ke sini?" Andra keget ketika teman-temannya ada dibelakangnya.


"Kamu tampaknya marah, apa anak ini buat kesalahan lagi." Ucap Dirga yang semakin penasaran apa yang membuat Andra begitu semarah ini kepada Mitha.


Andra yang kesal kepada Mitha langsung menariknya masuk ke warung yang biasa mereka datangi.


"Kalian belum makan kan?" Tanya Andra.


"Ya sudah, sekarang anak ini yang akan mentraktir kalian. Jadi, kalian bisa makan sepuasnya." Ucap Andra.


Mitha begitu kaget mendengar apa yang dikatakan Andra kepada teman-temannya.


"Traktir, kamu gila ya. Saya itu tidak punya uang. Kamu sendiri yang traktir mereka." Ucapnya Mitha.


Namun Mitha tidak punya kuasa apa-apa ketika Andra menarik Mitha ke dalam warung. Mitha berusaha kabur dari mereka, namun usahanya selalu gagal ketika Ibnu dan Nurul menahannya.


Dirga yang melihat Andra, dia semakin penasaran karena tidak biasanya Andra akan bersikap seperti itu kepada Mitha.


"Sebenarnya apa yang dilakukan Mitha sehingga Andra begitu marah kepadanya." Guman Dirga sambil melihat ke arah Mitha.


Mitha mulai terlihat gelisah ketika makanan sudah ada di meja.


"Kalian ini lapar apa rakus." Ucap Mitha kaget melihat makanan yang begitu banyak.

__ADS_1


"Jangan dengarkan dia, kita makan saja." Pekik Andra kesal. Dia masih tidak tau apa hubungannya dengan Rial. Namun, dia tau kalau sadar kalau hubungan mereka pasti sangat dekat. Itu yang membuat Andra cemburu setengah mati kepada Mitha.


***********


Setelah makan Andra dan teman-temannya langsung saja pergi begitu saja.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Mitha kepada Andra sembari memegang tangan Andra seolah menahan Andra untuk tidak pergi.


Andra seketika luluh namun dia masih kesal kepada Mitha karena membuatnya cemburu dengan kedekatannya dengan Rial. Dia pun melepaskan tangannya dari Mitha.


"Kamu yang bayar, ayo kita pulang." Ucapnya berlalu meninggalkan Mitha sendirian. Untungnya hari itu warung tidak ramai, hanya ada mereka.


"Saya harus bagaimana?" Guman Mitha dalam hati.


Mitha pun memberanikan diri kepada ibu Siti yang merupakan pemilik warung tersebut. Walaupun dia sendiri tidak tau harus membayarnya pakai apa. Uangnya habis ketika menelpon Rial.


"Berapa Bu?" Tanya Mitha dengan lembut.


Terlihat ibu Siti menghitung makanan yang dipesan Andra.


"Totalnya semua Rp. 150.000 nak! Ucap ibu Siti sembari memperlihatkan secarik kertas kepada Mitha.


Mitha terdiam sejenak, dia berpikir keras. Mitha tidak punya uang sedikit pun di dompetnya. Hanya ada kunci motor yang dipegangnya.


"Maaf Bu, bisa kalau saya titipin motor kepda ibu. Saya tidak punya uang sepeserpun. Besok saya ke sini ambil motor dan bawa uang untuk ibu." Ucap Mitha, dia tidak punya pilihan lain selain menitipakan motornya sebagai jaminan.


"Bagaimana ya nak!" Ibu Siti tampaknya ragu-ragu mengambil kunci motor Mitha. Namun dia juga tidak punya pilihan lain. Warungnya hanya warung kecil, dengan sangat terpaksa ibu Siti mengambil kunci motor Mitha.


"Saya pulang pake apa dong. Terus saya harus bilang apa sama papa dan juga mama." Pekik mitha kesal. Dia masih tidak percaya kalau Andra akan melakukan ini kepadanya.


Mitha terpaksa berjalan kaki pulang ke rumahnya, dia sudah berusaha menunggu kendaraan yang lewat. Tapi, tidak satupun kendaraan umum melintas.


Andra sebenarnya khawatir kepada Mitha. Namun karena masih kesal dia tidak seolah tidak peduli, ingin rasanya dia kembali. Dia melihat ke awan yang mendung.


"Apa akan hujan." Ucap Mitha berjalan pulang ke rumahnya. Sepanjang jalan dia mengomel sendiri.


Hujan yang turun tidak membuat Mitha berhenti berjalan. Dia ingin segera sampai ke rumahnya, kakinya begitu sakit. Bajunya sudah terlihat basah, Mitha pun menahan kedingingan di balik derasnya hujan yang turun.

__ADS_1


Pikirannya begitu kacau mengingat motor yang dia titipkan.


Bersambung


__ADS_2