Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Andra


__ADS_3

Andra sangat senang sekali bertemu dengan Mitha.



"Anak itu lucu juga ya." semenjak bertemu dengan Mitha Andra mulai menjadi anak yang periang.Sebenarnya Andra anak yang baik sebelum kedua orang tuanya bercerai.



"Ayo pulang." Andra mengajak teman-temannya untuk segera pulang.



"Kenapa buru-buru Andra?biasanya juga kita sampai sore di sini."Ibnu heran tidak biasanya Andra mengajak mereka buru-buru pulang ke rumah,biasanya mereka akan nongkrong sampai sore di warung ibu Siti.


"Saya ada urusan,lagipula tidak ada yang kita lakukan juga di sini kan,jadi kita pulang saja."Dengan keadaan terpaksa mereka pun mengiyakan keinginan Andra.


Andra dan teman-temannya segera pulang ke rumah masing-masing sambil mengendarai sepeda motor mereka.Diperjalanan Andra selalu memikirkan Mitha,"Pikir apa sih saya,kenapa itu anak selalu ada di pikiran.ini aneh."


"Nurul?"


"Iya Ibnu,ada apa?saya heran kenapa Andra menyuruh kita buru-buru pulang terus tadi waktu di warung ibu Siti,dia tampaknya sangat bahagia."



"bahagia kenapa?saya tidak mengerti."



"kamu lihat kan,tadi seharusnya kita bisa makan gratis,dibayarin sama anak itu tadi,tapi Andra aneh malah dia yang bayar terus anak itu tadi ditraktir lagi"



"iya juga sih!tidak biasanya lho."

__ADS_1



"Sudahlah Nurul,bukan urusan kita juga sih,yang penting bukan kita yang bayar kan."Nurul Dan Ibnu mengobrol di atas motor mereka.tampaknya mereka sangat penasaran tentang Andra yang bersikap baik kepada wanita.andra terkenal sangat dingin kepada siapapun.selain mereka bertiga Andra tidak punya sahabat lagi.sejak kecil mereka sudah bersahabat.



Nurul memberhentikan motornya,"Ayo turun,sudah sampai Ibnu."sambil mendorong Ibnu.



"Iya...iya..Ini saya sudah mau turun,sabar dong."Karena keasyikan ngobrol Ibnu sampai tidak sadar kalau sudah ada di depan rumahnya.



Andra pun memberhentikan motornya,"sampai nanti ya Ibnu."sambil melambaikan tangannya ke arah Ibnu.


Andra pun langsung melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah,sesampainya di rumah Andra langsung memarkirkan motornya di halaman rumahnya.Andra turun dari motornya dan melihat mobil terparkir di depan rumahnya.


"Ini kan mobil mama,berarti mama sudah pulang dong dari perjalanan dinasnya."mama Andra adalah seorang anggota dewan yang hampir setiap Minggu melakukan perjalanan dinas.



"Ma...ma...sudah pulang ma?"Andra menuju ke ruang tamu dan melihat seorang laki-laki yang masih sangat muda,tampan berumuran sekitar 30 tahunan duduk di ruang tamu.


"kamu siapa?"tanya Andra kepada laki-laki itu.membuat laki-laki itu kaget karna Andra tiba-tiba ada di belakangnya dan tidak menyadari kalau Andra sudah dari tadi sampai.


"kamu pasti Andra,"sambil tersenyum dan memberikan tangannya kepada Andra untuk berjabat tangan."kok kamu kenal saya.andra heran bagaimana bisa laki-laki ini bisa mengenalnya."


Baru saja laki-laki itu ingin memperkenalkan dirinya,tiba-tiba mama Andra datang dari dapur membawa minuman.


"Kalian sudah saling kenal ya!"


"Ini siapa ma...Andra menayakan kepada ibunya siapa laki-laki yang dibawa ibunya ke rumah mereka."

__ADS_1


"Ini Dino."sambil tersenyum ibunya memperkenalkan Dino kepada anak satu-satunya berharap Andra dan Dino bisa bersahabat.Tapi alangkah kagetnya ibu Wana,Andra memasang wajah yang sangat marah.


"Saya tidak tanya namanya,yang Andra tanyakan ma...kenapa laki-laki ini bisa ada di rumah kita."Baru saja Ibu wana ingin memperkenalkan Andra siapa Dino,tiba-tiba dengan senyumnya Dino memperkenalkan diri dan mengulang memberikan tangannya berharap Andra akan menjabatnya.


"Saya kekasih mamaku,calon ayah kamu."Andra sangat kaget dan dengan tangan yang kekarnya langsung memukul wajah Dino.


"Andra..cukup.kamu ini kenapa?"Andra tidak bisa menahan emosinya dan membuat ibu Wana ketakutakan dan marah akan sikap Andra kepada kekasihnya itu.


"Mama tanya,saya kenapa?apa mama sadar.sudah cukup ma..selama ini saya sabar kalau mama tidak ada waktu buat Andra tapi untuk kali ini saya tidak sabar lagi."Andra langsung ini memukul kembali Dino yang sudah berdiri tegak dihadapannya tapi ibu Wana langsung menghalangi Andra dan memasang badan di depan Dino membuat Andra langsung menghentikan untuk memukul Dino.


Andra langsung masuk ke kamarnya dan meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.Andra seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Andra langsung membuang tubuhnya ke tempat tidur dan tangannya meraih sebuah foto di sampingnya.


Andra memandangi foto tersebut dan sesekali tersenyum.Dulu mereka bertiga sangat bahagia sampai tiba-tiba di usia 15 tahun Andra harus menerima kenyataan kedua orang tuanya bercerai membuat Andra berubah drastis.Anak yang periang dan baik menjadi anak yang nakal,dingin dan tidak peduli dengan orang sekitarnya.


"Tuhan...kenapa hidup saya seperti ini,ini tidak adil untuk saya.Dulu papa menikah,sekarang mama juga akan menikah."Andra merasa dunia tidak adil padanya.


Di ruang tamu,Dino dan ibu Wana masih berdiri merasa tidak percaya dengan sikap anaknya yang menolak kehadiran Dino."Sayang tampaknya anak kamu tidak suka sama saya,sambil memegang pundak ibu Wana dan sekaligus menenangkan ibu Wana yang masih kaget."


"Saya juga kaget sayang,saya tidak percaya dengan reaksi Andra tadi,tapi kamu tidak apa-apa kan?saya minta maaf."Ibu wana memegang pipinya Dino yang bengkak karena dipukul oleh Andra.


Dino meraih tangan ibu Wana."Tidak apa-apa,wajar sih."Iya tapi saya akan bicara dengan Andra kalau dia sudah tenang."Tapi kamu pelan-pelan saja ngomonnya nanti dia marah lagi dan melampiaskan emosinya kepada kamu,saya tidak mau kalau kamu kenapa-kenapa."


"Kamu tenang saja,Andra itu anaknya baik,senakal-nakalnya dia,dia tidak pernah membentak saya apalagi memukul.itu tidak mungkin."



"Iya sayang,Dino setuju dengan perkataan ibu Wana."



"Saya pulang dulu ya...!Kamu bicara baik-baik dengan Andra semoga saja dia mau menerima saya sebagai pengganti papanya."


__ADS_1


"Iya...kamu hati-hati ya!Dino pamit pulang diantar oleh ibu Wana.Dari kamarnya Andra melihat Dino pulang diantar ibunya sampai ke gerbang.Dia melihat ibunya sangat bahagia bersama Dino.Semenjak bercerai dengan ayahnya Andra selalu melihat ibunya murung kalau di rumah,itu yang membuat ibu Wana selalu kesepian dan melampiaskan kesepiannya dengan bekerja dan meninggalkan Andra di rumah sendiri."


__ADS_2