Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Kebahagian Mitha bag.4


__ADS_3

Tepat pukul 12.30,itu artinya waktunya pulang.Siswa bersiap-siap untuk segera keluar dari kelas,ada yang membereskan buku pelajarannya,ada juga yang berdandan.Sedangkan Mitha berlari cepat keluar kelas.


"Jangan sampai saya ketemu dengan mereka lagi,apalagi motor saya kan bersebalahan dengan motor kak Andra."


Tapi sial bagi Mitha,justru Andra sudah duduk manis di motornya.


"Kenapa dia belum pulang." pikir Mitha.


"Apa dia menunggu saya tapi tidak mungkin juga sih kan urusan saya dengan dia sudah beres."


Mitha melangkahkan kakinya menuju tempat parkir motornya,walaupun di sana sudah ada Andra tapi Mitha berusaha untuk tenang.


"Pura-pura tidak lihat sajalah." ucap Mitha.


"Akhirnya kamu datang juga,saya sudah menunggu lama lho." ucap Andra kepada Mitha.


"Memangnya kenapa menunggu saya...Kak masalah kita sudah selesai jadi tolong jangan ganggu saya lagi."


"Apa...."ucap Andra,sambil mencubit pipi Mitha.Mitha langsung menyingkirkan tangan Andra dari pipinya membuat Andra semakin merasa tertantang untuk menjahili adik kelasnya itu.


Karena tidak mau berurusan dengan Andra lagi,Mitha buru-buru naik ke motornya.


"Pokoknya saya harus cepat-cepat pergi dari sini jangan sampai teman-temannya yang rakus itu datang lagi.Satu orang saja sudah bikin pusing apalagi berempat."


Mitha segera menyalakan mesin motornya tapi dia kalah cepat dari Andra.Andra langsung mengambil kunci motor Mitha.


"Ya ampun kak....saya salah apa lagi.Tolong kak saya mau pulang,adik saya juga sudah menunggu di sekolahnya.Kalau kakak tidak kasihan sama saya tidak apa-apa tapi kasihanilah adik saya.Adik saya baru SD kak kalau ada yang menculiknya karena saya terlambat menjemputnya pulang sekolah bagaimana?"


"Jangan menghindar deh.Mana ada penculik di desa,penculik itu ada di kota." Andra mencoba menahan Mitha agar tidak buru-buru pulang.Entah kenapa Andra begitu suka sekali membuat Mitha marah.


Dari kejauhan Rini melihat Mitha,Tampaknya Mitha sedang kesusahan deh pikir Rini.


"Apa saya ke sana ya membantu Mitha tapi bagaimana caranya." Rini berpikir dan tiba-tiba Rini menemukan ide agar Mitha terlepas dari Andra.


"Mitha...Mitha."Rini berlari menuju ke arah Mitha.


"Iya Rin ada apa?"

__ADS_1


" Adik kamu kesenggol motor di jalan raya."


"Apa...." Mitha tampak sangat cemas,mukanya langsung memerah.


"Itu kan kak,saya harus segera pulang...kalau saya tidak cepat pulang saya bisa dimarahi oleh orang tua saya."


Andra tidak punya alasan lagi untuk menahan Mitha lebih lama.Andra terpaksa memberikan kunci motor Mitha.


"Ini kunci motornya tapi ingat ya urusan kita belum selesai jadi kamu ingat itu." ucap Andra kepada Mitha membuat Mitha mengangguk.


Mitha langsung menyalakan motornya dan buru-buru pergi dari hadapan Andra.


"Awas kamu ya kalau kamu bohong kepada saya." Sambil menunjuk ke arah Rini.


"Iya kak."


Akhirnya sampai juga di sekolah Rina.


"Tapi, kok Rina baik-baik saja.Kata Rini tadi adik saya kesenggol motor kalau kesenggol berarti minimal ada luka dong.Ini kok seperti biasanya.Tidak apa-apa deh yang penting saya bebas untuk sementara waktu dari kak Andra.Oh saya paham sekarang,tampaknya Rini tadi berbohong." Pintar juga Rini sambil tersenyum.


"Kak kok melamun,ada apa." Reni sudah ada di samping Mitha.


"Memangnya kenapa kak?" Tanya Reni kepada Mitha.


"Tidak usah saya jelaskan deh kepada Reni lagipula Reni tidak akan paham,dia kan masih kecil."


"Ya sudah kamu naik,kita pulang ya, kakak sudah lapar nih."Reni menurut kepada kakaknya.


"Iya kak."


"Ya sudah kamu cepat naik."


Sesampainya di rumah,Mitha langsung menuju meja makan.


"Tumben nak kamu langsung makan biasanya kamu masuk kamar dulu ganti baju."


" Iya pa...Mitha lapar."

__ADS_1


"Memamgnya kamu tidak jajan di sekolah?" Tanya papanya mitha.Papa Mitha tampaknya sangat khawatir sama anak tertuanya itu.


"Tidak pa."


"Memangya ibu kamu tidak memberikan kamu uang jajan?"


"Ada kok pa." ucap Mitha...


"Ya sudah kamu ganti baju dulu baru makan siang."


"Iya pa."


Mitha pun ke kamarnya mengganti baju.Di dalam kamar Mitha memikirkan kejadian yang terjadi di sekolah tadi.


"Ini semua gara-gara mereka.Masa uang jajan saya habis untuk membayar makanan mereka.Mana untuk besok lagi sisa Rp.10.000." Mitha memandang uang rp.10.000 di tangannya.


"Saya tidak mau kejadian seperti tadi lagi,besok saya harus pagi-pagi ke sekolah sebelum motor anak-anak lain terparkir."


Setelah ganti baju Mitha makan siang,dia makan siang bersama adiknya.


"Bapak tidak makan? tanya Mitha kepada bapaknya.


"Tidak nak,bapak menunggu ibu kamu pulang dari mengajar,kan kasihan ibu kamu makan sendiri nanti."


"Iya pak."sambil mengangguk.


Mereka memang tidak bisa dipisahkan,walaupun ada perdebatan kecil diantara mereka tapi mereka selalu saja punya cara tersendiri untuk berbaikan.


"Bapak memang ia the best lah Sama seperti Rial.Rial selalu saja punya cara untuk membuat saya tersenyum.Andai saja Rial ada disini mungkin tadi saya tidak akan terkena masalah."


Mitha memandangi dinding kamarnya,dia sudah tidak sabar untuk menelpon Rial besok.


"Besok saya harus bangun pagi-pagi sekali dan membersihkan rumah."


Ibu Mitha terkenal sangat disiplin,dia mengajari anak-anaknya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan.Jadi kalau pekerjaan belum selesai itu artinya anak-anaknya tidak bisa meninggalkan rumah walaupun sekedar bermain.


Apa yang akan terjadi esok hari pada Mitha dan Rial?apakah mereka saling melepas rindu?

__ADS_1


Di Tunggu ya.....


__ADS_2