Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Kebahagian Mitha bag.3


__ADS_3

Mitha keluar dari kantin dengan wajah yang sangat lesu berbeda dengan Andra,Ibnu,Dirga dan Nurul.Mereka tampaknya sangat senang sekali.


"Sekarang urusan kita selesai,jadi saya harus kembali ke kelas mumpung masih ada tersisa waktu 30 menit sebelum jam istirahat."Mitha bergegas menuju ke kelasnya.


Andra memperhatikan langkah demi langkah kaki Mitha,Andra tidak bisa melepaskan pandangannya dari Mitha sampai Mitha tidak terlihat lagi dari pelupuk matanya.


"Ayo Andra." Ibnu mengajak teman-temannya ke kelas sambil memukul lengan Andra yang dari tadi memperhatikan Mitha.


"Ayo kita ke kelas."mereka berempat pun ke kelas mereka.Sesampainya di kelas Mitha langsung masuk ke kelas.Rini tampaknya khawatir.


"kamu tidak apa-apa mitha?"


"Iya Mitha!"tanya ibu Ayu.


"Tidak kok bu.Tadi saya cuma ke kantin mentraktir mereka makan."


"Memangnya apa yang terjadi sih?" tanya ibu Ayu


Rini langsung bertanya"iya Mitha ada apa sehingga kamu berurusan dengan mereka?"


Ibu Ayu,Rini dan teman-teman yang tampaknya sangat penasaran karena di sekolah ini tidak ada yang berani berurusan dengan merekan berempat utamanya Andra.Mereka berupaya menghindar agar tidak berurusan dengan mereka.


"Tadi pagi saya tidak sengaja menabrak motor kak Andra.


"Apa."Mereka semua terkejut.


"Terus tadi saya sudah minta maaf terus berencana membawa motor kak Andra ke bengkel tapi kak Andra tidak mau malah marah-marah.Katanya saya dikira menghina dia,jadi saya anggap dong masalah selesai.Tapi nyatanya saya disuruh mentraktir makanan mereka.Katanya sebagai ganti rugi."


"Oh begitu,lain kali kamu hati-hati bawa motornya."


"Iya Bu." Sambil Mengangguk.


Rini menenangkan Mitha." Sudah tidak apa-apa..yang penting masalah kamu dengan mereka sudah selesai."


"Iya Rini..Terima kasih."


"Kring...Kring...Kring..." Bel pun berbunyi tanda jam istirahat.


"Anak-anak karena bel sudah berbunyi tugas yang ibu berikan dikerjakan di rumah ya!"

__ADS_1


"Iya Bu...Dan kamu Mitha kamu bertanya ya sama Rini yang mana tugasnya terus catat pelajaran yang ketinggalan tadi."


"Iya Bu" jawab Mitha dengan nada lemas


Mitha masih tidak menyangka akan berurusan dengan mereka dan uang jajan yang dikumpulkan selama berminggu-minggu hilang dalam waktu 30 menit saja".


"Ayo Mitha kita ke kantin.Rini mengajak Mitha ke kantin,anggap saja kamu mengembalikan energi yang terbuang karena bertengkar tadi jadi kamu butuh energi lebih."


"Tidak ah Rini,Kamu ke kantin saja,saya tidak lapar,selera makan saya hilang karena kejadian tadi.Kamu pergi saja." Mitha merasa malu kepada Rini karena uangnya hampir habis karena membayar makan mereka tadi.


"Walaupun masih tersisa Rp 10.000 tapi itu kan untuk biaya menelpon Rial.Pokoknya tahan Mitha...Saya rela tidak makan yang penting besok saya bisa berbicara banyak dengan Rial."


Rini menarik tangan Mitha.


"ayolah Mitha."


"Maaf Rini saya masih kenyang juga sih.Tadi pagi saya sarapannya banyak kok nanti kalau saya makan lagi takutnya saya malah BAB lagi."Ternyata alasan ini cukup ampuh membuat Rini menyerah mengajak Mitha ke kantin.


"Ya sudah saya ke kantin dulu iya."


"Iya Rin...tapi Rin boleh saya pinjam catatan sama tugas yang diberikan ibu Ayu tadi.Saya di kelas saja mencatat pelajaran yang tertinggal."


Rini pun ke kantin.Tinggallah Mitha dengan Sinta di kelas.


'Sinta kamu tidak ke kantin?"


"Tidak Mitha saya mengerjakan PR yang diberikan ibu Ayu."


"Bukan ka itu di kerjakan di rumah?kenapa kamu mengerjakannya sekarang?Kamu memang siswa teladan."


Sinta adalah siswa teladan dan paling pintar di kelas Mitha.


"Kamu sendiri Mitha kenapa tidak ke kantin?"


"Oh saya masih kenyang terus saya menulis catatan yang diberikan ibu Ayu dan menyalin PR.Kamu kan tau tadi saya ketinggalan pelajaran."


"Oh iya Mitha.. tidak apa-apa jadi saya ada temannya di kelas deh."


Mitha dan Sinta cuma berdua di kelas,mereka tampaknya sangat serius sampai-sampai Mitha tidak menyadari kalau Andra dari tadi memperhatikan Mitha dari luar kelas.

__ADS_1


"Kenapa anak itu tidak ke kantin,apa dia tidak lapar atau mungkin dia tidak punya uang untuk ke kantin gara-gara tadi,Kasian juga sih kalau memang benar." Pertanyaan itu muncul di kepala Andra.


sambil memukul kepalanya. "apa urusannya sama saya lagipula yang dia bayar tadi tidak seberapa dengan kerusakan motor saya."


Sinta memandang keluar kelas dan alangkah terkejutnya dia melihat Andra yang terkenal sangat nakal di sekolah ada di depan ruangan sambil melihat ke arah Mitha.Sinta takut kalau Mitha dikasarin.


"Mitha...mitha...mitha.."sambil gemetar."


"Iya Sinta ada apa."


"coba kamu lihat ke depan pintu."


'Apa sih Sinta." Mitha tidak menghiraukan perkataan Sinta karena dia asyik mencatat.


Tambah gemetaran Sinta lihat dulu.


"Mitha..."


"iya ada apa." Mitha menaikkan kepalanya dan memandang ke depan pintu dan alangkah terkejutnya Mitha melihat orang yang membuatnya tidak bisa berbicara dengan leluasa dengan Rial esok hari ada di depannya.


"Ada urusan apa dia lagi kesini,kan urusan saya dengan dia sudah beres,apa dia lapar lagi. Guman Mitha.


"Tapi tidak mungkin juga sih!Ya sudah saya tidak perlu bertengkar lagi dengan dia,lebih baik saya pura-pura tidak melihat dia.Lebih baik saya fokus pada catatan di depan saya.'


"Apa anak itu tidak melihat saya atau dia pura-pura,masa dari tadi saya di sini dia tidak menghampiri saya,tapi tidak apa-apa sih saya kesini cuma mau melihat dia."


Karena merasa penasaran Andra mendatangi tempat duduk Mitha dan langsung duduk tepat di depan muka Mitha,Mitha kaget tiba-tiba Andra sudah ada saja di depan matanya.Begitu dekat...karena sangat dekatnya Andra bisa leluasa melihat mata Mitha,mata yang sangat indah membuat Andra tidak bisa berkata-kata apa-apa".


Cukup lama Andra memandang Mitha,sehingga membuat Mitha merasa ada yang aneh tapi selama andra tidak mengganggunya maka akan aman-aman saja.


"kring....kring....kring... "bel tanda istirahat pun sudah berakhir".


"Kamu tidak ke kelas,bel sudah berbunyi terus guru pun akan segera datang jadi saya minta tolong,pergi dari sini.Urusan kita kan sudah selesai jadi saya tidak bertanggung jawab dengan motornya.Oke...Mitha menaikkan jempolnya."


"Siapa bilang kamu kira hanya karena kamu membayar makanan kami tadi yang tidak seberapa lalu urusan kita selesai.Tidak masih panjang bahkan mungkin seumur hidupmu kamu akan terus berurusan dengan saya."


"Apa...kamu aneh tidak seberapa.padahal uang itu saya kumpulkan dengan susah payah." Ucap Mitha dalam hati.


Di tengah perdebatan mereka,siswa yang lain masuk membuat Andra keluar dari kelas Mitha.

__ADS_1


Masih berlanjut ya...!!!!


__ADS_2