
Kali ini kita akan membahas tentang siapa sebenarnya Rial.Kenap dia bisa bersekolah di desa sedangkan kita tau kalau keluarganya tinggal di kota.
Rial adalah anak pertama.Ayahnya bernama pak Arif sedangkan ibu sambungnya bernama Ibu Nia.
Rial mempunyai adik tiri.satu laki-laki bernama Dani dan perempuan bernama sari.
Rial adalah anak yang penurut.dia begitu menyayangi keluarganya bahkan dia rela melakukan apapun demi keluarganya.
Kenapa Rial bisa bersekolah di desa dan bertemu mitha.Perempuan desa yang menjadi kekasihnya sekarang.
Walaupun Rial anak yang penurut terutama kepada orang tuanya tapi entah kenapa kali ini Rial tidak bisa mengikuti keinginan kedua orang tuanya tersebut.
Ibu Nia sebagai ibu sambung Rial sangat menyayangi Rial.Dia menganggap Rial sepertia anak kandungnya sendiri.Kasih sayangnya pun sama seperti kasih sayang yang diberikan kepada Dani dan juga sari.
Ini berawal dari Erna yang merupakan anak dari adiknya ibu Nia.Karena sebenarnya Erna dan Rial bukan sepupu yang sesungguhnya makanya pak Arif ingin menjodohkan Erna da Rial.
Tapi Rial menolak mentah-mentah keinginan ayahnya itu.sedangkan ibu Nia tidak mempermasalahkan hal itu.
Erna dan Rial sudah saling kenal cukup lama.Erna pun mengangumi Rial sebagai laki-laki yang baik.Oleh karena itu Erna tidak keberatan dengan perjodohan itu.
Hari itu hari senin.tepat kelulusan mereka di SMP.Erna mengutarakan isi hatinya kepada Rial.
"Rial.kamu tau kan kalau kita akan dijodohkan.Kamu mau kan?" tanya Erna kepada Rial.Walaupun Erna menahan rasa malunya tapi Erna tidak peduli sama sekali.
"Maaf Erna,saya tidak bisa menerima perjodohan kita.Apalagi kita baru saja lulus dari SMP.Terlalu cepat kalau kita membahas perjodohan untuk seusia kita sekarang.
"Tapi kalau nanti kita sudah sama-sama dewasa,kamu mau kan?" tanya Erna sekali lagi kepada Rial.
Tapi Rial sama sekali tidak luluh kepada Erna yang dari tadi sudah memasang wajah yang memelas berharap Rial akan setuju.Dia tidak peduli kapan pun itu yang penting dia mendapatkan kepastian sendiri dari Rial.
Di taman sekolah,Erna menyatakan keinginannya itu.
"Maaf Erna.Kita ini masih sangat kecil untuk membahas seperti ini.Lagipula walaupun kita sudah lama saling kenal tapi tetap saja."
Air mata Erna tumpah dipelupuk matanya yang indah itu.Tapi itu tidak mengubah apapun.
"Jangan seperti ini Rial.Pokoknya kamu harus mau." Erna seolah berbicara sangat keras kepada Rial.
__ADS_1
Tidak ada lagi kata-kata halus yang keluar dari mulut Erna.Rial seketika kaget akan reaksi Erna.
Erna meninggalkan Rial yang masih duduk di taman sekolah.sambil memikirkan apak yang akan terjadi nanti.Rial tau kalau ayahnya pasti akan marah besar kepadanya.
Karena perjodohan ini terjadi karena ayah Rial yang menginginkannya.
Rial begitu memikirkan apa yang akan dikatakannya kepada ayahnya nanti.Dia tau resiko yang akan dihadapinya.
"Erna pasti akan mengadu kepada ayah."ada kecemasan dalam hatinya.
Dan benar saja,di rumah Rial sudah berkumpul orang tuanya dan juga orang tua Erna.Dia membuka pintu rumah dan melihat Erna sudah ada di rumahnya menangis diperlukan ibu Nia.
"Assalamualaikum." Tubuhnya sudah gemetaran,sambil melangkahkan kakinya masuk ke rumah.
Baru saja,dia ingin mencium tangan ayahnya itu.
"prak..prak..tamparan keras sampai dipipi Rial." ayahnya tampaknya sangat marah kepada anak pertamanya itu.
Seisi ruangan kaget karena tamparan pak Arif kepada Rial.Ibu Nia langsung berdiri dan menghalangi suaminya itu untuk menampar Rial lagi.
"Kamu tau kan.kamu itu tidak punya kuasa apapun.hidup mu ayah yang atur.jadi kamu tidak punya hak untuk menentang keinginan ayah.
Pak Arif terkenal sangat keras mendidik anak-anaknya.Pak Arif adalah seorang perwira polisi yang berpangkat jenderal.oleh karena itu pak Arif ditakuti oleh anak-anaknya termasuk Rial.
"Ayah,Rial bisa jelaskan." Rial memohon kepada ayahnya agar bisa mengerti.
Rial menoleh pandangannya kepada erna.dalam hatinya,Erna mengatakan apa pada ayahnya itu.sehingga ayahnya sangat marah kepadanya.
"Pokoknya,kamu harus mau.Bukan hari ini,tapi esok ataupun nanti Erna yang akan menjadi istrimu."
Rial tidak bisa berkata apa-apa lagi.Dia ingin membantah ayahnya tapi percuma saja.
"Kalian pulang saja,Rial biar kami yang urus.Dia harus setuju."
Erna tampaknya senang mendengar pak Arif mengatakan itu begitu juga dengan kedua orang tua Erna.
Mereka pun pamit.
"Rial kamu masuk kamar." Rial mengiyakan permintaan ayahnya itu.
Dengan rasa sakit akibat dipukul oleh ayahnya,Rial melangkahkan kakinya ke kamar.
__ADS_1
Di dalam kamar Rial langsung menjatuhkan badannya di kasur
"Saya tidak punya pilihan.Bagaimana caranya saya bisa menolak keinginan ayah."
Dalam lamunan Rial,ibu Nia tiba-tiba masuk ke kamar dan berusaha menenangkan Rial dan ibu Nia membawa air kompres.
"Maaf ya nak."Sambil mengompres pipi anak sambungnya itu.
Rial memegang lembut tangan ibu Nia.
"Ini bukan salah ibu,Rial kok yang salah." Rial berusaha menenangkan ibu Nia yang sangat cemas
"Kamu ganti baju,terus kita makan siang sama-sama."
"Iya Bu." walaupun pipinya masih sakit tapi dia tidak ingin membuat ibunya itu cemas.
Ibu Nia segera meninggalkan anaknya itu di dalam kamar.Ibu Nia langsung menuju ke dapur dan menyiapkan makan siang untuk mereka.
Dani dan sari pun sudah pulang dari sekolah.Usia Dani 14 tahun,dia sudah kelas 2 SMP sedangkan sari masih kelas 6 SD.
Rial segera menuju ke ruang makan.dia tidak ingin membuat ayahnya marah lagi seperti tadi.
Rial segera duduk,diikuti Dani dan juga sari.
"Kak..Pipinya kok merah." tanya sari kepada kakaknya itu.
Pak Arif menyadari kalau pipi Rial merah karena tamparan kerasnya.Tapi sikap pak Arif berusaha tenang dan tidak khawatir kepada anak pertamanya itu.
"Tidak apa-apa kok.tadi terbentur." Rial berusaha agar adiknya itu tidak ikut khawatir seperti ibu Nia.
Mereka pun makan siang bersama.Suasana pun sunyi,tidak ada bercanda diantara mereka.
"Kamu mau masuk sekolah mana?" tanya pak Arif kepada Rial.
Rial kaget akan pertanyaan pak Arif kepadanya.Dia sendiri belum tau kemana dia akan bersekolah.
"Kamu satu sekolah saja dengan Erna.besok kamu jemput dia terus bersama-sama mendaftar di sekolah yang sama."
Pak Arif sudah menyiapkan semuanya.Rial akan bersekolah di sekolah yang sama dengan erna.ini salah satu upaya agar Rial bisa lebih dekat dengan Erna.
__ADS_1
Lanjut ya..!