
**BISMILAHIRAHMANIRAHIM 💪
Maaf ya teman-teman, kita lanjut lagi!!!!
********
Di tengah kebahagiaan Andra karena bisa berduaan dengan Mitha, harus bisa menerima kenyataan ketika kebahagiaannya harus pupus karena kedatangan Rial secara tiba-tiba.
"Hay...apa kabar!" sapa Rial sembari langsung duduk di samping Mitha. Senyum di wajah Andra seketika hilang, bola matanya menatap tajam Rial.
"Kok diam sih! Apa ada yang salah atau mungkin saya menganggu kalian." lanjutnya.
"Yang terakhir kayaknya lebih cocok untuk kmu. Kamu itu seperti parasit untuk kami." pekik Andra kesal sedangkan Mitha hanya menundukkan wajahnya yang cantik rupawan.
"Tapi, saya yakin dia pasti senang!" ucap Rial tersenyum, tangan kanannya bersandar di bahu Mitha seperti sedang memeluk Mitha.
"Iya kan!" lanjut Andra menatap mata Mitha dan mereka saling bertatapan. Karena sadar akan keberadaan Andra, Mitha langsung menggoyangkan bahunya hingga tangan Rial terlepas dari bahunya.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya Andra yang ingin mengalihkan perhatian Rial dari Mitha.
"Oh iya. Saya ingin kamu menangani kasus saya dan kalau kamu berhasil saya akan berikan imbalan yang banyak untuk kamu." ucap Rial yang membuat Andra tertawa lepas sehingga untuk sejenak semua mata tertuju kepadanya.
"Kasus apa?" tanya Mitha yang penasaran.
"Apa yang membuat kamu percaya diri kalau saya akan menerima tawaran kamu." balas Andra.
"Iya juga sih! kalau dipikir-pikir kamu tidak akan menerima tawaran saya tapi saya yakin kamu pasti akan setuju dengan tawaran yang saya berikan." ucap Rial pede.
Mitha seperti orang bisu diantara dua orang sedang bernegosiasi. Matanya secara bergantian kadang ke Andra dan kadang juga ke Rial.
"Kamu harus setuju!"
"Kalau saya tidak mau. Kamu mau apa!"
"Sayang kamu dengarkan saja dulu. Mungkin ini bisa menguntungkan kamu." ucap Mitha menengahi perdebatan antara Andra dan juga Rial.
"Apa....sayang. Kamu memanggilnya sayang!" ucap Rial yang kaget ketika dengan luwesnya Mitha memanggil sayang ke Andra. Kata sayang yang biasa dia dengar untuknya di waktu lalu.
"Haaaaa.... Kenapa? wajar kan Mitha memanggil saya sayang. Kami ini statusnya pacaran. Apa kamu keberatan?"
"Sudahlah, kamu mau dengar atau tidak!"lanjut Rial.
"Tidak."
"Tunggu dulu. Memangnya kamu ada masalah apa?" Mitha kembali mengambil alih pembicaraan. Dia yang begitu penasaran dengan masalah yang dihadapi Rial dan berusaha membujuk agar Andra setuju.
__ADS_1
"Tapi...." Mitha memegang tangan Andra, dia tidak ingin karena dirinya menghambat kariernya apalagi Andra yang tergolong pengacara muda akan sulit mendapatkan kasus.
Rial makin kelihatan cemburu, matanya tertuju ke arah di mana tangan Mitha memegang Andra. Namun dia berusaha menahan dirinya sejenak, malu juga kalau dia harus bertengkar di tempat ramai seperti ini.
"Ya sudah. Coba jelaskan!" ucap Andra. Dia tampaknya luluh kepada Mitha.
Rial mendekatkan wajahnya ke depan Andra sehingga wajah mereka berdua begitu dekat. Perlahan-lahan Rial menceritakan secara detail apa yang di alaminya.
"Jadi kamu sudah tau siapa yang menabrak ayah kamu?" tanya Mitha.
"Iya." balas Rial.
"Siapa?" tanyanya kembali.
"Kamu juga kenal kok!"
"Saya kenal. Siapa?" Mitha yang semakin penasaran harus dibuat menunggu karena Rial hanya terdiam.
"Apa kamu kenal dengan ibu Rita? dia seorang jaksa." tanya Rial kepada Andra.
"Saya sih tidak kenal namun saya tau karena dia begitu terkenal di kalangan hukum." ucap Andra.
"Memangnya apa hubungannya dengan semua ini!" ucap Andra yang mulai ikut penasaran, dia yang awalnya biasa saja sudah mulai tertantang. Pengetahuannya tentang hukum di uji dan ini yang membuatnya semakin dalam mencari tau apa yang terjadi.
"Apa!" Mitha kaget hingga dia harus bangkit dari tempat duduknya. Ingatannya kembali ke masa Ari berbuat yang tidak senonoh kepadanya.
"Kamu kenal?" tanya Andra yang ikut kaget melihat reaksi Mitha yang menurutnya terlalu berlebihan untuk ukuran seorang teman sekampus.
Muka Mitha langsung berubah memerah, bibirnya bergetar tak karuan hingga membuat Andra dah Rial dibuat heran.
"I...i...iya." ucap Mitha terbata-bata.
"Kok kamu gugup seperti itu. Memangnya apa hubungan kamu dengan Ari?" tanya Rial yang melihat kegelisahan dan ketakutan Mitha.
"Jadi maksud kamu yang menabrak ayah kamu adalah Ari?" tanya Mitha kembali dengan wajah takut.
"hmmm." balas Rial sembari mengangguk.
Andra dan Rial secara bergantian melihat Mitha yang memainkan kuku jari tangannya.
"Hey, kamu kenapa?" tanya Rial.
Andra memindahkan tempat duduknya pas di samping Mitha, dia mengangkat wajah Mitha yang tertunduk.
"Kamu cerita dong sayang!" ucap Andra dengan lembut.
__ADS_1
Mitha tidak bisa lagi menyembunyikan apa yang dialaminya kepada Rial dan juga Andra. Wajahnya tidak bisa menutup ketakutan di dalam dirinya. Dia yang berusaha agar apa yang dialaminya beberapa Minggu yang lalu tidak ketahuan oleh Andra dan juga Rial. Mitha pun sadar kalau mereka berdua tau, mereka tidak akan tinggal diam begitu saja.
"Katakan dong sayang!" lanjut Andra kembali membujuk Mitha agar mau mengatakan apa yang dialaminya.
"Andra terlihat begitu sayang dan cinta kepada Mitha." batin Rial yang melihat betapa Andra mengkhawatirkan Mitha.
"Tapi, kalian janji tidak akan emosi!" ucap Mitha yang semakin membuat Andra dan juga Rial penasaran dengan yang dialami Mitha.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Andra.
"Janji dulu!" ucap Mitha menoleh ke arah Rial dan juga Andra.
"Iya saya janji." ucap Andra.
"Kamu?"
"Iya saya juga janji." ucap Rial.
Mitha mulai mengingat kembali dan menceritakan apa yang dialaminya, dia yang hampir saja mendapatkan perlakuan yang tidak baik bahkan harga dirinya sebagai wanita kala itu hampir terenggut oleh Ari.
"Sebenarnya Ari pernah mau melakukan pelecahan kepada saya." ucap Mitha terhenti ketika Andra dan Rial secara bersamaan memukul meja.
Semua mata kembali tertuju kepada mereka bertiga, "Kalian tenang dulu. Makanya tadi saya ingin kalian janji agar tidak emosi." ucap Mitha.
"Jadi, kamu ingin saya tenang-tenang begitu saja." ucap Rial.
"Iya, kamu mau melihat saya tersenyum kepada bajingan itu." sambung Andra yang menyetujui apa yang dikatakan Rial.
"Kalian tenang dulu dong. Lagi pula saya tidak Sampai diapa-apain kok oleh Ari." ucap Mitha lembut agar Rial dan Andra tetap tenang.
"Saya setuju." ucap Andra.
"Setuju apa?" tanya Mitha.
"Rial, saya setuju. Mulai hari ini saya akan menjadi pengacara kamu dan akan saya pastikan laki-laki bajingan itu mendapatkan hukuman yang setimpal." ucap Andra semangat.
"Oke deal." Rial memberikan tangannya dan Andra pun langsung meraih tangan Rial tanda setuju.
Bersambung.....
Sampai di sini dulu....
Besok kita lanjut dan semoga kalian suka
Terima kasih❤️**
__ADS_1