
Sambil menonton,Rial menunggu telepon dari Mitha.Sesekali Rial melihat jam..
"Sudah jam 12.00 tapi Mitha belum menelpon juga,baru saya lapar lagi...Tapi sabar Rial Mitha pasti menelpon.Saya tunggu lagi deh pikir Rial.Tapi bagaimana dong perut saya sudah tidak bisa di ajak kompromi."
"Saya ambil makanan dulu di dapur baru saya kembali lagi ke ruang tamu." pikir Rial.Rial baru melangkahkan kakinya telepon sudah berbunyi.
"Ini pasti Mitha." ucap Rial.Rial buru-buru kembali ke tempat duduknya dan mengangkat telepon.
Terdengar suara Mitha di ujung telepon.
"Halo...."Suara lembut Mitha membuat Rial sangat senang.Dia sangat senang mendengar suara lembut sahabatnya itu.
"Halo...Mitha.Ini kamu Rial?"
"Iya ini saya." Ucap Rial di ujung telepon.
"apa kabar.' Awalnya mereka hanya menayakan kabar saja.Mungkin agak canggung karena mereka baru lagi berbicara setelah terakhir mereka berbicara waktu Rial ke sekolah atau mungkin mereka agak canggung karena status mereka yang sekarang lebih dari seorang sahabat.
Akhirnya lama kelamaan mereka berbicara.sudah tidak ada lagi rasa canggung.Mereka mengobrol tentang apa yang mereka alami selama seminggu ini.
Rasa lapar Rial pun terlupakan.
__ADS_1
"Dari tadi saya menunggu telepon kamu mitha." Ucap Rial.
"Iya maaf karena di sini lagi antri.Ini juga saya tidak bisa lama-lama ceritanya karena masih banyak yang antri di belakang saya." Ucap Mitha.
Mitha sangat senang sekali begitu juga Rial.Di balik telepon ibu Mira sudah memberikan kode kepada Mitha agar segera mengakhiri teleponnya,tapi Mitha serasa tidak peduli terhadap kode yang diberikan ibu Mira.
Mereka terus mengobrol sesekali mereka tertawa bersama sampai akhirnya Mitha menceritakan kejadian yang menimpanya dengan Andra.
"Rial kamu kenal kak Andra kan tanya Mitha kepada Rial."
"Kak Andra kakak kelas kita,memangnya kenapa?" Rial bertanya balik kepada Mitha.Mitha begitu antusias menceritakan apa yang dialaminya.
"Maaf ya mitha."
"Rial minta maaf karena tidak bisa menjaga Mitha."
Karena Rial minta maaf mitha merasa menyesal menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Andra.
"Yang harus minta maaf itu kak Andra bukan kamu Rial."
"Kamu besok jangan dekat-dekat dengan Andra ya."
__ADS_1
"Iya." Tanda setujunya kepada Rial.
Walaupun cuma sebentar di sekolah itu tapi Rial cukup tau banyak tentang Andra yang sangat nakal di sekolahnya yang dulu makanya dia begitu khawatir terhadap Mitha.Karena Rial tau Andra tidak mungkin melepaskan Mitha begitu saja.
"Haloooo ....Rial kamu masih di sana." Rial melamun tentang apa yang akan dialami Mitha kedepannya nanti.
"Iya Mitha."
"Kamu melamun apa?" Tanya Mitha kepada rial.
"Bukan apa-apa.Besok sampai seterusnya kamu menjauh dari kak Andra ya." Di ujung telepon Mitha tersenyum sambil memikirkan kalau mungkin Rial cemburu atau mungkin Rial khawatir kepadanya.
'Dek...dek...cepat dek." Seorang ibu yang tengah menggendong anaknya mengetuk pintu telepon membuat Mitha kaget.
"Iya kak."
"Bisa cepat dek..anak ibu sudah menangis karena dia lapar tapi saya harus menelpon dulu baru pulang ke rumah."
Di ujung telepon Rial mendengar pembicaraan mereka.
'Mitha..mitha...Rial memanggil Mitha di ujung telepon.Iya...Minggu depan kita lanjut lagi ya kasihan ibu itu."
__ADS_1
"Iya Rial."
Rial dan Mitha sama-sama menutup teleponnya..