
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM ⭐
Dikeheningan malam kota makassar, mitha duduk di sebuah taman di pusat kota. Dia memandang langit yang masih berbintang.
Dingin malam seharusnya membuat hatinya sejuk namun hatinya kini begitu hangat dia rasakan. Hanya ada senyum menawan keluar dari bibir merahnya.
Dari kejauhan dia melihat Rial berlari ke arahnya, dengan pakaian lengkap dibadannya. Ditangannya ada sebungkus makanan dan juga botol minuman.
Mitha terus saja memperhatikan langkah kaki yang sedang berlari menuju ke arahnya. Semakin dekat kepadanya.
"Ini makan dulu terus kamu minum obat ya!" Dia pun segera membuka dan menyodorkannya kepada Mitha.
"Cuma satu. Kamu?" tanya Mitha ketika melihat hanya ada satu kotak makanan yang dibawa Rial.
"Jangan cemaskan saya. Kamu makan saja." ucapnya.
"Terima kasih."
Mitha tersenyum begitu manis, semakin terpancar kecantikan wajah Mitha. Senyum inilah yang selalu dia rindukan setiap hari dan kini dia bisa melihat senyum manis itu lagi.
Sikap Mitha yang tenang dan penuh hangat malam itu membuat Rial semakin bertekad untuk membuat Mitha kembali berada di sisinya.
Dengan perlahan Mitha memasukkan nasi dengan lauk ayam di mulutnya. Rial melihat sekelilingnya ternyata masih banyak orang yang asyik nongkrong di taman itu.
"Ini." ucap Mitha.
"Apa." ternyata Mitha sudah siap untuk menyuapi Rial.
Tanpa ragu, Rial mengambil tangan Mitha dan memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Kini Mitha dibuat salah tingkah oleh Rial.
"Lagi dong!" ucap Rial.
Mitha kembali mengambil makanan dan menyuapinya kembali.
"Kamu tau selain makanan yang dibuat ibuku ini makanan paling nikmat sedunia."
"Memangnya kenapa?" tanyanya.
"Karena kamu." jawab Rial.
Mitha merekahkan senyum diwajahnya, kini tidak ada lagi rasa canggung diantara mereka. Malam itu hanya ada kebahagiaan mereka berdua.
Hingga seorang wanita yang sedang duduk berdua melihat ke arah Mitha dan juga Rial. Dia memperhatikan dengan seksama memastikan kembali apakah orang yang dilihatnya sesuai dengan dugaannya.
"Itukan Rial. Sama siapa dia?" tanyanya sendiri. Pria yang berada disampingnya pun melihat ke arah Rial dan juga Mitha.
"Apa kamu kenal mereka?" tanyanya.
"Kalau perempuannya sih saya tidak kenal tapi yang laki-laki saya kenal dekat. Itukan Rial!"
__ADS_1
"Rial pacar Erna." ucapnya.
"Iya tapi dia sama siapa?" tanyanya sendiri. Dia kemudian mengambil hp yang berada di depannya dan diam-diam memotret Mitha dan juga Rial yang sedang berduaan.
Tak jauh dari Rial dan Mitha pun tampak Bayu yang juga diam-diam memotret mereka berdua.
"Saya harus segera mengirimkannya kepada bos." gumannya dalam hati.
Dengan sigapnya Bayu segera mengirimkan gambar yang baru saja dia dapat.
⭐⭐⭐
Andra yang masih saja berada di depan komputer merasa terganggu ketika hpnya berdering. Dia yang saat itu sedang sibuk mencoba mengambil hp yang berada di atas kasurnya.
Satu per satu gambar dia buka, matanya memerah penuh amarah. Hp yang dipegang pun dia lempar tanda tidak ingin melihat gambar yang dikirim Bayu.
"Sialan. Rial semakin nekat saja." pekik Andra kesal. Dia sudah tidak tahan lagi dan segera kembali ke depan layar komputernya.
Untuk bisa kembali dia harus segera mengumpulkan tugasnya. Dan ini cara satu-satunya agar dia bisa berada di samping Mitha.
Ditempat yang berbeda Erna yang terbangun karena kehausan harus dibuat kaget ketika melihat temannya mengirim gambar Rial dengan seorang wanita.
"Apa. Ini tidak mungkin." lanjutnya.
Dia kembali melihat gambar dihpnya berharap kalau itu bukan Rial. Laki-laki yang dicarinya.
Sejak saat itu pula Rial pergi dari rumahnya dan tak pernah kembali lagi. Erna yang selalu saja mencari Rial tak kunjung dia dapatkan.
Dan kini dia bisa melihat Rial kembali walau bersama dengan seorang wanita.
"Halo. Kamu di mana sekarang?" tanyanya dibalik telepon.
"Saya ada di taman kota."
"Kamu pantau terus dan kalau perlu kamu ikuti dia. Kalau kamu berhasil saya akan berikan imbalan yang banyak untuk kamu." ucapnya.
"Baik."
Erna menutup teleponnya, matanya yang kantuk enggan lagi terpejam. Dia yang begitu merindukan Rial harus menerima kenyataan kalau Rial bersama dengan wanita lain dan itu bukan dirinya.
"Ini obatnya." Rial membuka bungkus obat dan memberikannya kepada Mitha.
"Apa masih sakit?" tanya Rial.
"Iyalah masih sakit kan obatnya belum bekerja." jawab Mitha.
Mereka berdua tampak asyik menikmati suasana malam tanpa mereka sadari kalau ada yang sedang memantau mereka dari kejauhan.
Mitha dan Rial begitu bahagia menikmati kebersamaan mereka yang sudah lama mereka rindukan.
__ADS_1
"Oh iya bagaimana nasib Ira."
"Ira teman kamu. Jangan khawatir dia pasti akan baik-baik saja."
"Apakah saya bisa bertemu dengan dia?" pinta Mitha.
"Ya sudah, ayo kita ke sana."
Rial dan Mitha kini beranjak dari tempat duduk mereka. Rial kembali melajukan mobilnya dan menuju ke kantor polisi. Mitha tampak cemas memikirkan nasib Ira nantinya.
Dia takut kalau nantinya Ira akan malu karena menghadapi situasi sekarang.
"Ira, kamu tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Mitha sembari memeluknya.
"Kamu dari mana saja." Ira tampaknya mulai curiga dengan kedekatan Rial dan Mitha. Namun kali ini dia tidak bisa bertanya apapun dulu kepada Mitha.
Ari kemudian menghampiri Rial, dia tampaknya penasaran akan hubungan Mitha dengannya.
"Ada apa?" tanya Rial santai ketika Ari mendekatinya.
"Apa hubunganmu dengan Mitha?"
Rial kemudian menarik Ari menjauh dari orang-orang. Dia ingin tau kenapa Ari sampai ingin tau hubungannya dengan Mitha.
"Lepaskan."
"Urusan kamu apa bertanya seperti itu." ucap Rial.
Ari memperbaiki kerah bajunya, dia tersenyum sinis ke arah Rial.
"Mitha itu akan menjadi milik saya dan saya ingin kamu tidak berpikir untuk mendekatinya."
Rial kaget dibuatnya, bagaimana mungkin dia tidur dengan wanita lain kemudian mengatakan kalau Mitha adalah miliknya.
"Prak.." pukulan keras menghujam wajah tampan Ari. Rial tampak tidak bisa menerima apa yang dikatakan Ari barusan.
Pukulan yang keras itu membuat Ari terjungkal jatuh ke tanah. Rial kembali mengangkat tubuh Ari " Awas kamu ya kalau mendekati Mitha." ucap Rial.
Ari tampak tidak terima, dia berupaya membalas pukulan Rial namun cepat ditangkis oleh Rial.
"Saya peringatkan kamu."
"Kamu mau pukul saya tetap saya akan mengatakan kalau Mitha itu milik saya." ucap Ari yang sudah tak berdaya.
Ira melihat dari kejauhan langsung berlari begitu pun dengan Mitha. Mitha kaget luar biasa melihat Rial memukul Ari tepat di depannya.
Mitha memeluk Rial dari belakang berupaya menahan agar Rial tidak kembali memukul Ari. Namun karena sudah terlanjur emosi tanpa sengaja Rial mendorong tubuh Mitha hingga Mitha terjatuh.
Bersambung💪👍❤️
__ADS_1