
BISMILAHIRAHMANIRAHIM💪❤️⭐
⭐⭐⭐
Dari kejauhan Erna tak sedetikpun memalingkan pandangannya, dia tidak tau apakah harus senang atau sedih. Di lain sisi dia senang karena bisa menunjukkan sesuatu kepada Rial namun di sisi lain dia juga sedih karena menyaksikan Rial begitu mengungkap Mitha.
Andra tak tinggal diam, dengan kencangnya dia menarik Mitha hingga terlepas dari Rial. Mitha tampak gemetaran, dia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Wajahnya begitu Pucak ditambah lagi orang-orang melihat ke arah mereka.
"Saya mohon hentikan." pinta Mitha.
Namun Andra dan Rial tetap saja saling bertatapan begitu dalam, saling membenci satu sama lain.
"Prak...." Tangan kekar Andra mampir diwajah tampan Rial hingga tubuh Rial jatuh ke lantai. Andra semakin buas, kakinya menendang tubuh Rial semakin jauh. Mitha yang melihat Rial tidak berdaya berusaha menahan tubuh Andra dengan memeluknya dari belakang.
Rial pun tak tinggal diam, dia bangkit menarik Mitha menjauh dari Andra. Dan...
"Prakk...." tinju Rial hinggap juga diwajah Andra yang membuat Andra pun terjatuh. Melihat Andra yang tidak berdaya, diraihnya tangan Mitha dan membawanya keluar dari restoran.
Orang -orang tampak menolong Andra yang tidak berdaya. Hanya dengan satu pukulan saja Andra sudah terlihat tidak berdaya.
Mitha berusaha kembali melepaskan tangannya namun tenaganya tidak sekuat Rial. Dia memberontak namun tetap saja dia tidak bisa lepas dari Rial yang semakin erat menarik tubuhnya.
Tanpa saling mengenal Rial berlalu begitu saja melewati Erna yang hanya terdiam melihat orang dicintai bertengkar hanya demi seorang wanita. Dia makin merasa tidak terima, batinnya merontak tidak menerima harus kalah dari gadis desa.
Rial semakin jauh membawa Mitha, dibukanya pintu mobilnya dan segera mendorong tubuh Mitha masuk ke dalam mobil. Tanpa membuang waktu Rial melajukan mobilnya.
Erna menghampiri Andra yang duduk tidak berdaya, dia pun terlihat tidak menerima kekalahannya.
"Kamu baik-baik saja." ucap Erna.
"Kami siapa?" tanyanya penasaran.
"Saya Erna." jawabnya.
Andra yang tidak mengenal Erna sama sekali langsung saja berlalu.
"Tunggu." ucap Erna.
Namun Andra masih saja tidak peduli dan berlari keluar dari restoran, dia berusaha mengejar Rial yang membawa Mitha. Namun tak terlihat Mitha dan juga Rial, dia terus saja mencari hingga Erna kembali menghampiri Andra yang terlihat panik.
"Mungkin kita bisa bekerja sama." ucap Erna tanpa basa basi.
Andra memalingkan wajahnya mencari sumber suara, dilihatnya Erna yang berdiri tepat dibelakangnya.
"Kamu sebenarnya siapa dan kenapa kamu mau bekerja sama dengan saya?" tanyanya.
__ADS_1
Erna tersenyum, dia yakin telah menemukan partner yang tepat. Selama ini dia hanya berjuang sendiri memisahkan Rial dari Mitha.
"Karena kita satu tujuan." lanjutnya. Andra semakin tidak mengerti, keningnya mengkerut berusaha mencari tau apa yang dimaksudkan gadis yang ada di depannya ini.
"Tujuan yang sama. Saya semakin tidak mengerti."
"Terlebih dahulu saya perkenalkan nama saya Erna dan saya adalah wanita yang dijodohkan dengan Rial."
Andra berusaha mengingat kembali, kala Mitha menerima surat saat itu tanpa sengaja Andra melihat sepintas isi surat dan memang disitu tertulis nama Erna.
"Apakah mungkin Erna yang ini." guman Andra dalam hati.
"Bagaimana? Apa kamu setuju bekerja sama dengan saya. Saya yakin kita bisa menjadi teman yang baik." ucapnya.
Andra berpikir sejenak, dia masih ragu apakah harus menerima tawaran yang diberikan Erna. Tapi tawaran yang diberikan Erna cukup membuatnya tergiur, dia yakin kalau selama ini Mitha tidak bisa melepaskan bayang-bayanh Rial dari hidupnya.
Andra menatap Erna penuh arti sembari mengangguk tanda setuju. Erna terlihat gembira, kali ini dia tidak sendirian lagi untuk mendapatkan Rial.
Ditempat lain Rial menghentikan mobilnya, dengan tergesa-gesa Mitha segera turun menghindar dari Rial.
**Rial melihat Mitha dari balik kaca mobilnya, Mitha yang terdiam menghadap ke pantai seperti sedang merenungi sesuatu. Rial yang sadar betul kalau sikapnya kekanak-kanakan namun dia juga tidak bisa menerima ketika melihat Mitha berduaan dengan Andra.
Dibukanya pintu mobilnya dan mengahampiri Mitha, dipeluknya tubuh Mitha dari belakang penuh cinta yang membuat Mitha kaget.
"Lepaskan! ucap Mitha.
"Lepaskan!" ucap Mitha kembali sembari berusaha melepaskan pelukan Rial.
"Tolong sebentar saja." pinta Rial berbisik lirih ditelinga Mitha.
"Sebentar saja. Apa kamu tau kalau selama bertahun-tahun saya begitu merindukan kamu. Apakah kamu juga tau kalau selama ini saya tidak bisa bernapas dengan baik. Apakah kamu tau kalau selama ini saya hidup tapi tak hidup."
Air mata Rial menetas jatuh di tepat dipelukan Mitha. Dia berusaha mengungkapkan apa yang dirasakan selama ini. Tanpa sadar pun Mitha menetaskan air mata yang dia tahan.
"Jadi tolong kamu kembalikan semuanya kepada saya." ucapnya.
Kini Mitha bisa lebih tenang, kata-kata Rial begitu membuatnya terhanyut dalam indahnya malam hari. Tubuhnya tidak lagi memberontak, tubuhnya pun merasa nyaman berada dipelukan Rial. Pelukan yang selama ini dia rindukan ketika masa di SMA dahulu.
Dan pelukan itu kembali kepadanya. Mereka berdua terdiam saling menutup mata mengingat masa-masa terindah mereka.
"Sudah malam, ayo kita pulang!" ajak Mitha yang sudah terlalu lama menikmati angin malam.
"hmmm."
Dengan perasaan lega dan tenang Rial mengemudikan mobilnya. Mitha terlihat melihat ke arah Rial yang emosinya sudah mulai stabil.
__ADS_1
Satu per satu beban dihatinya sudah dia utarakan. Rial yang tenang tanpa amarah membuat Mitha tersenyum manis.
"Kamu kenapa senyum-senyum begitu." ucap Rial.
"Saya hanya senang melihat Rial yang dulu kembali." ucap Mitha.
"Oh ya. Memangnya saya dulu kenapa?" tanyanya.
"Dulu saya melihat seorang Rial Pratama yang tenang, tidak banyak bicara, lemah lembut kepada semua orang dan entah kenapa saya melihatnya kembali. Makanya saya sedih kalau kamu marah-marah tidak karuan." Dengan senyum merekah Mitha mengungkapkan apa yang dia rasakan sekarang.
⭐⭐⭐
Andra terlihat menunggu di depan rumah Mitha, dia hanya menunggu di dalam mobilnya. Malam yang sudah larut dan hening tak membuat kemarahan Andra mereda.
Apalagi setelah dia melihat mobil Rial tepat tak jauh dari darinya.
"Itukan mobil Andra." ucap Mitha yang ketakutan kalau kejadian tadi akan terulang.
"Kamu takut. Jangan takut seperti itu tidak akan terjadi apa-apa kok!" ucap Rial lembut yang membuat Mitha sedikit heran.
Rial menghentikan mobilnya tepat di depan mobil Rial. Tanpa ragu Andra turun dan menghampiri Rial dan juga Mitha.
"Jangan melihat ku seperti itu. Saya kembalikan Mitha kok! Cuma besok saya tidak tau apakah saya masih akan kembalikan Mitha lagi kepadamu." ucap Rial tenang.
"Maksud kamu apa?" ucap Andra.
"Kamu pikirkan saja sendiri, saya malas berdebat dengan kamu." Dengan senyum sinis Rial masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Mitha bersama dengan Andra.
Mitha tampak lega, kekhawatirannya tidak terjadi. Dia pasti akan malu kalau Andra dan Rial akan melakukan seperti yang tadi.
Andra menghampiri Mitha. "Kamu tidak diapa-apakan sama dia kan! ucap Andra.
"Tidak kok! kamu sendiri tidak kenapa-kenapa kan, wajahmu apa sakit!" Mitha memegang wajah Andra yang terlihat memar akibat menerima pukulan dari Rial
"Atau kamu mau saya obati di dalam." ucapnya kembali.
"Tidak usah, biar saya obati di rumah saja. Kamu masuk saja istirahat."
Mitha mengangguk.
"Kamu pulang juga istirahat. Bukankah besok kamu mulai masuk kerja kan tidak enak kalau hari pertama sudah telat."
"Iya**."
***Bersambung......
__ADS_1
⭐❤️🌺💪***