Dosen Idiot

Dosen Idiot
Episode 36


__ADS_3

"Mampus!!! Kalo si jess gak cepet-cepet balik, pasti kebongkar masalah gue sama morgan." Kaget ku. Aku sangat bingung pada saat itu. Tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana jika morgan bertemu dengan jessline? Kenapa kakak tidak mengetahui soal jessline? Tapi kalau difikir lagi, gak heran juga sih. Karena Fla pun tidak ingin semua orang tahu tentang ini.


"Gue harus nyusun siasat!"


*


Aku menyelinap menuju ruang tamu. Aku memperhatikan sekeliling ku dengan seksama. Tak ada tanda-tanda kakak dan jess di sana. Aku bergerak maju sedikit demi sedikit.


"Aman" lirih ku sembari mengelus dada. Aku berbalik dan terkejut.


"Haaaaaaaa" teriak ku karena terkejut melihat kakak yang tiba-tiba ada di belakang ku. Kakak tertawa melihat ekspresi kaget ku.


"Hahah ngapain sih ra?" tanya kakak ku jail, aku kesal kemudian memukul lengan kiri kakak.


"Aduuuhh sakit tau." gumamnya dengan nada sok di gemaskan. Membuat aku ingin muntah.


"Hueeeekkk..." aku berpura-pura ingin muntah. Kami pun tertawa karenanya. Sudah lama sekali aku tidak tertawa seperti ini bersama kakak. Tiba-tiba saja teringat masalalu ku.


"Ngapain si?" tanya kakak. Aku berubah fokus menjadi melihat sekeliling ku untuk mengecek apakah di sana ada jess?


"Nyari apa sih?" heran kakak. Aku menatapnya spontan. Ia sepertinya makin bingung dengan gelagat ku.


"Mana itu manusia?"


"Apaa..? siapaaa???"

__ADS_1


"Itu manusia gaje itu?"


"Siapa? Monica?" tanya kakak. Aku mengangguk mantap. Kakak langsung mendecap lalu menjewer telinga ku. Memang tidak sakit sih, mungkin kakak mengajak ku bercanda lagi.


"Awwwwww adaaaaa adaaaaah sakit ka."


"Ngomong coba sekali lagi." ucapnya membuat ku tertawa padahal aku sedang di jewer. Ia melepaskan tangannya itu. Aku menggosokkan telinga ku yang sudah menjadi panas karenanya.


"Aduhh.. sakit tau." ketus ku. kakak menimpali ku.


"Lagian ngomongnya asal aja."


"Ya abisnya.. kakak gitu sih."


"Ya gitu, pacaran sama musuh aku." ucap ku yang mungkin membuatnya terkejut. Ia mendecap sembari menggelengkan kepala saja.


"Dasar wanita."


"Dasar pria." timpal ku tak mau kalah darinya. Ia mengelitiki ku. Aku sampai tidak bisa berhenti tertawa. Geli sekali.


"Udah stop stop.." ujar ku tapi kakak tidak menggubris. Aku semakin tertawa kencang. Namun pada akhirnya, kakak melepaskan ku. Tapi aku sudah keburu bengek duluan hehe.


"Kakak mah."


"Lagian kamu ngapain ngikutin."

__ADS_1


"Abis kakaknya bikin kesel."


"Hayoo jawab lagi, kakak kelitikin lagi nih." ancamnya aku menyerah kali ini. Aku tidak kuat menahan geli.


"Kak. jawab dong pertanyaan aku. Dia itu pacar kakak bukan?" Tanya ku. Kakak menghela nafasnya.


"Bukan sih ra. Cuma kakak seneng aja sama penampilan dan gaya bercintanya." Ucapnya sembari membayangkan sesuatu. Aku jengkel dengannya. Aku menyinyir memperhatikan caranya membayangkan jessline.


"Apalagi pas adegan pake gaya..."


"Ahhh udah-udah!! sadar dong kak! Dia itu Adiknya Morgan!!" potong ku.


"Ha??!!!!!" kaget kakak. Ia menganga dengan mata yang terbelalak. Dasar orang aneh, masa dia tidur bersama adik dari temannya sendiri sih? tapi kalau difikir kembali, aku juga berbuat seperti itu dengan morgan. Aku tidak tahu diri. :)


"Apa kamu bilang?"


"Monica..."


"Adik.. Morgan?" tanyanya. Aku mengangguk tegas.


"Dan satu lagi, namanya JESSLINE, bukan MONICA." tegas ku. Kakak masih tidak percaya dengan ucapan ku. Dia masih berusaha meyakinkan dirinya dan mencoba menerima kenyataan. Kelihatannya sih, hehe.


"Yaa emang bukan kandung sih, tapi setidaknya dia udah jadi bagian dari keluarga Morgan." tambah ku. Kakak masih saja belum mengerti. Aku juga heran, kenapa kakak tidak mengetahui apapun tentang morgan? Padahal Morgan adalah teman baik kakak dari masa SMA.


"What the hell??!!!!"

__ADS_1


__ADS_2