
Maaf untuk para readers.. 😣 Di mohon untuk mengerti. kemarin author gak up dikarenakan author sedang sibuk pindahan rumah. Jadi mungkin untuk beberapa waktu ke depan, Author cuma up sebisanya saja. Terus dukung karya ku ya 🥰 Vote juga karya ku biar aku bisa lebih semangat untuk membuat karya lagi. Terimakasih 🥰❤️
*
"What the hell?!!!" lirih kakak. Aku mengeringainya.
"Kalau kakak beneran serius, mendingan kakak lamar aja."
"Gak bisa ra."
"Hah kenapa?"
"Monica... udah punya pacar." jawab kakak ragu, aku tertegun. Apa pacarnya yang dimaksud kakak itu..
"Bisma?" tanya ku. Kakak mengangguk pelan.
'Shit! Kenapa loe boong lagi sih bis?' Batin ku merasa kesal. Baru saja aku merasakan bahagia karena bisma secara tidak langsung melamar ku. Tapi harus dipatahkan lagi seperti ini. Gak bisa di biarkan.
Buru-buru aku mengambil handphone ku. Berharap bisma masih ada di rumahnya. Aku ingin sekali bertemu dia untuk menanyakan apa benar yang dikatakan kakak tadi?
-Tuuuuuuuttt-
"......."
-Tuuuuuuuuuttt-
"........"
-Tuuuuuuuuuttt-
__ADS_1
"Hallo ra?"
"Loe dimana?" tanya ku dengan nada ngegas. Aku sudah tidak bisa santai lagi.
"Bandara. Nunggu pemberangkatan."
"Ada beberapa pertanyaan yang harus gue tanyain ke loe."
"Okey.."
"Kenapa sih loe selalu boongin gue?" tanya ku kesal.
"Boongin soal apa ra?" nada bisma seperti orang yang tidak mengerti.
"Soal...."
-Tuuuuuuuuuttt..... Tuuuuutttt.....-
-BISMA MAIN-
"Soal...."
-Tuuuuuuuuuttt..... Tuuuuutttt.....-
"Lho.. kok mati?"
"Hallo!!"
"Ra!!"
__ADS_1
"Ada apa ya? Kenapa dia gitu sih? bikin orang gak tenang."
-(Nada pesawat akan segera berangkat.)-
Sebetulnya aku ingin sekali menjawab pertanyaan ara atau sekedar berbincang dengannya. Tapi, aku harus pergi. Aku bisa saja menunggu pesawat datang. Tapi pesawat yang sudah datang itu tidak bisa menunggu diri ku. Ku langkahkan kaki ku dengan berat hati menuju tangga pesawat. Aku duduk di kursi yang sudah aku pesan sebelumnya. Sampai jumpa lagi kenangan di Indonesia. Aku akan selalu merindukan kenangan itu. Termasuk kamu.. Ra.
-ARA MAIN-
"Halo siapa nih?" ketus ku. Aku berusaha menahan emosi ku karena aku tak tahu sedang berhadapan dengan siapa diri ku sekarang.
"Halo ra. ini gue fla."
"Oh. ada apa fla?" tanya ku yang tiba-tiba berubah mood.
"Enggak, gue cuma mau ngabarin, kalo morgan udah jalan ke sana. Katanya sih dia bakal nyampe dalam waktu 20 menit."
"Hah? 20 menit?" kaget ku sembari menepuk jidat ku. Terdengar fla sedang menahan tawanya itu.
"Gausah sok ketawa deh loe." ketus ku. Fla yang sudah mengetahui sifat ku, memaklumi setiap perkataan ku. Ia menganggap semua yang aku ucapkan hanyalah bercanda.
"Yeeee gausah ngegas gitu kali mbak." ucap meleneh fla. Aku terkekeh mendengarnya.
"Udah ah bye!"
-Tuuuuuuuuuttt-
Aku memutuskan telfon dari fla. Aku bergegas untuk bersiap. Pakaian apa yang akan aku pakai untuk berkencan dengan morgan. Tunggu.. Apa ini? WHATTTTT???!!!!!! Morgan mengajak ku nonton bioskop? Itu tandanya kan kencan? Kenapa aku bisa mau diajak kencan dengan dia? Bisa-bisanya aku baru sadar dengan maksudnya.
"Gila ah." Greget ku yang sudah tidak bisa berfikir secara rasional. Aku melanjutkan memilih pakaian yang akan aku kenakan. Aku harus pakai style yang mana? Setelah mencocokkan beberapa baju, akhirnya aku memilih kaos polos dengan celana kodok kesukaan ku. Aku memilih tema yang tidak ribet namun tetap mengedepankan look. Make up pun seadanya. Aku hanya mengusap bedak seadanya dan menambahkan sedikit usapan Blush on berwarna peach. Menebalkan sedikit ekor alis ku, dan mengoleskan sedikit lip cream berwarna nude di pinggir garis bibir ku. Aku siap untuk bertemu dengan morgan.
__ADS_1
Aku tidak tahu sebenarnya isi hati ku itu seperti apa. Aku hanya menjalani yang menurut ku nyaman. Tapi, aku tidak tahu aku dengan morgan seperti apa? Memang dia sudah banyak menolong ku, tapi kalau aku jatuh cinta padanya karena itu, itu berarti aku hanya iba terhadapnya?