Dosen Idiot

Dosen Idiot
46 Pesona lelaki


__ADS_3

⚠️🔞⚠️


"Bagaimana keadaan beliau sekarang pak?" Tanya seseorang.


"Beliau masih harus menjalani tahap pengobatan. Dan kalau perlu, melakukan implant jantung."


"Kami semua turut berduka cita pak." Semua orang termenung mendengar perkataan Morgan. Aku juga merasa sangat sedih karena Mr. Herry adalah salah satu dosen favorit ku. Aku jadi ingin sekali menjenguk beliau.


"Saya hanya diperintahkan untuk memberi pelajaran Bab yang belum dipelajari kepada kalian. Saya harap, kalian bisa mengerjakan dengan benar."


"Dan.. Jangan lupa tugas minggu lalu, dikumpulkan ke ruangan saya. Perwakilan satu orang saja."


"Kumpulkan ke ara!" Perintah Morgan yang membuat ku kaget. Kenapa harus aku?


"Lho kenapa harus gue..." Aku keceplosan berteriak ke arah Morgan. Morgan hanya memandang dingin ke arah ku. Aku melihat sekeliling ku. Aku malu sendiri dengan mereka semua yang memandang heran ke arah ku. Aku tidak ingin semuanya tahu tentang aku dan juga morgan. Aku hanya diam menunduk karena malu dengan semuanya.


"Sudah, tidak ada lagi yang dipertanyakan?" Tanya Morgan.


"Tidak Pak." Jawab semua orang serentak.


"Oke, saya tunggu." Morgan meninggalkan ruang kelas ku.


'Ish! Gue kesel banget kalo ada dia!! Kenapa harus gue coba? Kan ada KM!' Batin ku mendengus kesal. *KM (Ketua Murid)


"Ayo ra! Kerjain bareng!" Ajak Fla yang mengagetkan diri ku. Aku mengangguk dan berusaha mengerjakannya.


*


Jam mata kuliah Bahasa Inggris sudah berakhir. Mereka semua mengumpulkan lembaran kertas hasil tugas di atas meja ku. Aku masih saja mengerjakan soal itu. Ini semua karena Morgan! Kenapa harus aku yang mengantar tugas ini padanya?


"Udah ra, coba anter dulu ke ruangan Pak Morgan." Suruh Fla, Aku menghentikan aktivitas ku.

__ADS_1


"Iya iya. Yaudah aku mau ke sana dulu ya."


Tanpa basa-basi, aku langsung pergi ke ruangan dosen ngeselin itu. Aku melihat pintu ruangan Kaprodi tidak di tutup. Aku langsung saja masuk ke dalam ruangan dan menuju ruangan Morgan. Ada sesuatu yang mencurigakan dari dalam ruangan Morgan. Aku mendengar suara wanita yang sedang mendesah nikmat. Aku mengintip dari jendela. Benar saja! Aku melihat seorang wanita dan laki-laki sedang bercumbu mesra. Yang ada di pikiran ku adalah Morgan. Aku melihatnya dengan seksama.


"Lagi apa kamu di situ?" Tegur seseorang di belakang ku. Aku kaget dan langsung ingin berbalik ke arah belakang ku. Tapi aku kehilangan keseimbangan ku. Kaki ku terpeleset dan menekuk.


"Eeeeehhhh...." Aku berteriak lumayan kencang.


"Happpp.." Ia menangkap tubuh ku. Pandangan kami bertemu satu sama lain.


"Degg..." Jantung ku berdebar. Kenapa bisa pas sekali jatuhnya diri ku dengan tangkapannya? Morgan.. Matanya coklat bersemi. Bulu matanya hitam dan panjang, sudah seperti memakai ekstensi.


"Ekhmmm..."


"Braakkkk..."


"Awwwwwsss..." Aku merintih kesakitan. Tega sekali dia melepas rangkulan tangannya itu. Aku terjatuh karena ulahnya. Aku berusaha menahan tubuh ku yang sakit karena dijatuhkan begitu saja. Semua lembaran jawaban berserakan di lantai.


"Lho.. Pak Dicky??" Pekik ku. Dicky terlihat acak-acakan sekali. Ia membenarkan dasi yang ia pakai. Seseorang datang dari arah belakangnya. Ia terlihat malu dan hanya menunduk lalu pergi meninggalkan ruangan ini. Aku tidak menyangka. Dosen Dicky bermain cinta dengan Dosen Lidya. Dosen yang terkenal galak, dan mematikan itu, ternyata bisa di takhlukan dengan mudahnya. Pantas saja wanita itu belum menikah sampai sekarang. Ternyata dia selalu bermain cinta dengan laki-laki tampan yang ia sukai. Aku melihatnya dengan tatapan bingung. Kenapa Dicky mau dengan wanita seperti itu? Kami yang sudah tahu sifatnya saja enggan bertemunya lagi.


"Gue kira siapa." Gumam Dicky dengan santai. Morgan menatapnya dengan santai juga. Kelihatannya, Morgan dan Dicky sudah biasa dengan hal-hal semacam ini.


"Eh gadis cantik.. Ngapain di bawah?" Tanya Dicky. Aku sadar dengan posisi ku yang masih duduk di atas lantai. Aku berusaha membenarkan kertas yang berhamburan. Pesona dua laki-laki ini tiada tanding. Aku sampai tercengang melihatnya. Mungkin tidak aneh bagi mereka. Tapi aneh sekali bagi ku yang melihat dari sisi yang berbeda.


"I..ini pak tadi saya gak sengaja kesandung terus jatuh." Ucap ku yang terpaksa harus berbohong. Aku tidak ingin Dicky tahu kalau aku sudah melihatnya melakukan adegan panas dengan dosen killer itu. Aku sudah selesai membereskan semuanya.


"Maaf mengganggu." Ucap ku dengan nada yang sangat rendah. Aku malu sekali kalau sampai Dicky tahu aku mengintipnya dari sela jendela.


"Gak papa kok.. Yaudah gue lanjut lagi ya." Ucap Dicky lalu pergi meninggalkan aku dan morgan. Kami berdua saling mencuri pandang. Ada apa sih dengan dia? Aku tidak suka! Dia seperti paparazi saja!!


"Apa loe liat-liat?!!" Sinis ku. Morgan mengerenyitkan dahinya.

__ADS_1


"Mana soal yang saya suruh kerjakan?"


"Nih." Aku menyodorkan beberapa tumpuk kertas padanya. Ia mengambilnya dan melihatnya satu persatu.


"Kurang 1." Ucapnya simpel. Aku terkejut mendengarnya.


"Hah? Kurang????" Tanya ku yang tidak percaya dan langsung mengambil paksa kertas yang barusan aku beri padanya. Aku melihat semua nama yang tertera pada kertas itu.


"Haaaaaaaa!!!!" Aku terkejut. Hanya nama ku yang tidak ada di sini.


"Mana nama gue???!!!" Aku berusaha mencarinya kembali.


"Bawa ke sini dalam hitungan 10." Ucap Morgan yang sangat datar.


"Haaaaa???" Aku menganga di hadapannya.


"10..9.." Morgan rupanya tidak main-main. Ia menghitung mundur dan aku sangat gelagapan mencari kertas ku itu. Mana dia????


"8..7...6..." Aku berusaha mencari. Kemana kertas itu terbang?


"5..4..3..." Aku menemukannya!!! Aku mengambilnya dengan susah payah. Dan aku memberikan kertas itu kepadanya.


"2...1. Waktu habis!" Apa katanya? Waktu habis? Aku sudah susah payah untuk mencari dan mengambilnya secara cepat. Butuh effort yang sangat besar untuk semua itu. Aku mendengus kesal. Sangat kesal.


"DASAR DOSEN GAK PUNYA HATI!!!!" Bentak ku kesal.


"Plaaaakkkk...." Aku memukul Morgan dengan sekumpulan kertas yang ku pegang tadi. Aku meninggalkan Morgan dan langsung pergi kembali ke ruang kelas ku.


"Dasar dosen idiot!!!" Lirih ku yang kesal saat mengingat kelakuan Morgan yang absurd. Aku tidak tahu lagi dengan sikapnya itu. Kenapa bisa seperti itu sih? Sebetulnya dia suka atau tidak dengan ku? Dia seperti menarik ulur ku.


"Oh shit!!!" Aku menepuk jidat ku. Aku melupakan sesuatu. Morgan itu sudah mempunyai pacar. Apa aku sudah bodoh dengan berfikiran bahwa morgan menyukai ku? Jangan mimpi!! Dia itu sama seperti laki-laki lain yang hanya menginginkan tubuh seorang wanita dan melampiaskan nafsu birahinya. Harusnya aku sadar akan hal itu. Tapi aku selalu terbuai dengan perlakuan dan tampang gantengnya itu. Aku bodoh sekali.

__ADS_1


@sarjiputwinataaa


__ADS_2