Dosen Idiot

Dosen Idiot
Pahlawan Kesorean


__ADS_3

"Tseeeet..." seseorang menarik tangan ku. aku kaget bukan main. Tangannya hangat sekali. tapi siapa? aku mulai menoleh ke arahnya.


"Apa-apan loe???!!!!!" pekiknya keras. Aku merasa takut dengan bentakannya yang bisa membuat hati ku kaget bukan kepalang.


"Tseeet...." Bisma menarik kembali lengan ku. kini bisma dan dia saling bertatapan. Tatapan penuh dengan kebencian.


"Eh harusnya gue yang nanya gitu sama loe. Loe apa-apaan narik tangan cewe gue gitu aja?" bantah Bisma. Dia terkekeh mendengar bisma menyebutkan kata "Cewe gue". Tatapan sinis itu semakin lama semakin menyiksa ku. Jangan sampai ada keributan disini.


"Udah udah! bisma! morgan!" bentak ku yang berusaha melerai pertikaian mereka. Aku tak sanggup lagi dengan semuanya. Mereka berdua membuat ku malu dan menyebabkan cedera di lengan ku.


"Kamu gak usah sok ngelerai! Saya udah muak dengan semuanya." bantah morgan. Aku tak tahu harus berbuat apa lagi. morgan sama sekali tidak memperdulikan apapun. yang ia perdulikan hanya aku.


"muak kenapa? ada juga gue yang muak sama loe!" pangkas bisma. Aku menutup telinga ku.


"lho.. apa urusan anda?" tanya morgan sinis.


"Ada lah! Ara itu pacar gue!" suasana semakin memanas dan aku masih saja menutup telinga ku.


"Stop cukup!" teriak ku yang sudah tak tahan dengan semuanya.


"gak usah ada yang ngomong lagi!!" lanjut ku kemudian langsung pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


*


Sepanjang jalan menuju mini market, aku sangat kesal dan mencoba menumpahkan amarah ku. Aku bertanya dalam hati.


'Kenapa gue harus terlibat sama hal yang begini coba??'


'baru aja gue ngampus, udah ada masalah yang ga jelas gini.'


Aku memberikan belanjaan ku kepada kasir dengan perasaan masih menahan kesal.


"Ah kenapa sih harus gue?!!!" teriak ku spontan. semua orang yang mendengar teriakan ku merasa kaget. Tapi aku tidak perduli dengan keadaan sekeliling ku. mbak kasir juga berusaha untuk tetap profesional dengan pekerjaannya.


"kenapa sih mbak? apa salah gue coba mbak???" potong ku. mbak kasir itu menyeringai ku dengan senyuman yang mengartikan bahwa dia tidak tahu apa-apa.


"kalo ada banyak orang di dunia ini, kenapa harus gue yang nanggung beban mbak?" tanya ku lagi. Aku sadar sikap ku membuat mbak kasir itu takut.


"Maaf ya mbak.. gadis ini memang gitu tabiatnya." tiba-tiba saja seseorang berbicara seperti itu. aku yang tak terima menoleh ke arahnya. di sana ada Morgan.


"Loe lagi loe lagi. Kenapa si loe mulu aja???" sinis ku sambil memelototi morgan. Ia tersenyum palsu ke arah ku.


'cuih.. senyumnya fake!'

__ADS_1


"Wah ganteng..." lirih mbak kasir tersebut secara tidak sadar sambil tersenyum ke arah morgan. Aku merasa kesal dengan perilaku kasir itu.


'apa katanya? ganteng????????'


"Woy ah mbak! gausah sok gatel deh yaa!!" bentak ku kemudian menaruh uang 100ribu sebanyak 2lembar. kemudian mengambil belanjaan yang ku beli tadi lalu bergegas pergi meninggalkan mereka.


"Maaf ya mbak.. dia begitu orangnya cemburuan." gumam Morgan sembari tersenyum manis pada mbak kasir. Aku tidak perduli dengan ucapannya. Aku bergegas pulang untuk memberikan pesanan yang kakak ku minta. Sampai akhirnya melewati rumah Bisma lagi. Aku memandang gang kecil tempat kami memulai hubungan.


'Bis, ga nyangka gue bisa pacaran sama loe.' batin ku tersenyum dan melupakan kejadian yang terjadi di Minimarket tadi.


"tiinn.." suara klakson mobil menyapa ku. tanpa sadar, aku hanya diam mematung di depan jalanan rumah bisma. ku lihat ke belakang, ada mobil berwarna hitam dengan cup terbuka. Terlihat jelas di dalamnya ada seseorang yang aku tahu jelas itu siapa.


"Morgan??!!!!" pekik ku tak percaya.


'Deg..' kenapa jantung ku berdegup sangat keras? kenapa berpengaruh sekali damage nya dalam hati ku.


'dia sebetulnya cukup tampan..' batin ku sembari melihat ke arahnya yang sedang memakai kacamata hitam itu. Aku berfikir kembali..


'tapi idiot! malem-malem pake kacamata hitam!' lanjutku. Aku tidak jadi terbuai oleh ketampanannya.


"Mau bareng?" tanyanya. Aku mengerenyitkan kening ku lalu membuang muka padanya.

__ADS_1


__ADS_2