
Akhirnya setelah lama mendrama, kami pun pergi menuju salah satu mall yang cukup besar untuk menonton film yang sudah di pesan beberapa waktu lalu oleh Morgan. Kami turun dari basement dan menuju loby mall tersebut. Kami singgah sebentar untuk makan malam. Karena ternyata, morgan memesan film untuk jam 10 malam. Padahal sekarang baru saja jam 8. huft..
"Mau makan apa?" tanya morgan. Aku melihat isi menunya. Saat aku melihat isi menu dan memilih beberapa menu, Aku terganggu sekali dengan obrolan dua pelayan wanita itu. Ia berbisik seakan ia menyukai morgan. Aku mendengar sedikit mereka mengucap kata "Tampan". Aku kesal sekali dan panas mendengarnya.
"Eh loe berdua gak usah bacot deh ya!" bentak ku sembari menggebrak meja. Sontak dua pelayan itu kaget dan ketakutan dengan bentakan ku.
"Udah lah. Kamu kenapa sih?" tanya morgan. Aku kesal. kenapa morgan malah membela mereka? Harusnya morgan membela aku!
"Loe juga diem!!" bentak ku pada morgan. Morgan selalu tanpa ekspresi. Ia terlihat sangat cool dan tetap pada pendiriannya.
"Gue mau ke toilet dulu!" Ujar ku lalu meninggalkan tempat itu tanpa menunggu persetujuan dari Morgan.
Aku berjalan tak tentu arah. Tujuan ku hanya untuk menghilangkan rasa kesal ku. Semenjak aku kenal morgan, hidup ku setiap hari harus mendrama. Aku sudah bosan tarik urat terus seperti ini.
"Kenapa coba gue ketemu dia?"
__ADS_1
"Kenapa bisa gue kenal sama dia?"
"Gue itu cuma sebatas antara dosen sama mahasiswa, udah.. kelar."
"kenapa juga gue harus tidur bareng sama dia?"
"Kenapa gue bego coba????"
Aku memaki diri ku sendiri. Tanpa sadar, aku melihat jam tangan yang mungkin akan bagus kalau morgan yang memakainya. Aku mendekatinya. Jam tangan yang morgan pakai tadi. Aku jadi tertarik untuk membelinya. Aku pun masuk ke dalam toko jam tersebut.
Aku kembali ke tempat morgan. Aku senang karena aku bisa memberikan hadiah ulang tahun padanya. Namun tiba-tiba, aku melihat morgan sedang bersama beberapa wanita di sana. Mereka mengobrol akrab sekali. Walaupun morgan sama sekali tidak berekspresi apapun. Morgan nampak cool walau di hadapan banyak wanita cantik sekali pun. Ada perasaan sedih, kenapa morgan bisa bersama dengan mereka? Padahal aku baru saja membelikan morgan jam tangan. Aku menaruh hadiah itu di dalam tas ku.
"Ara?" pekik seorang laki-laki yang tiba-tiba saja datang. Aku terkejut. Ternyata ia adalah teman sekelas ku juga. Tapi aku sama sekali tidak pernah berbincang dengannya.
"Eh iya."
__ADS_1
"Loe ngapain ra di sini?"
"Gu.gue.." Aku gugup kemudian melihat ke arah morgan yang kebetulan melihat ke arah ku. Pria ini mengikuti ku menoleh.
"Eh itu bukannya pak..." pikirnya sembari menaruh jari tangannya ke dagunya. Aku tertawa kecil
"Ohh gue jalan-jalan doang kok di sini." ucap ku mengalihkan pembicaraan. Dia langsung menoleh ke arah ku dan tersenyum.
"Oh.. boleh bareng gak?" tanyanya. Aku melihat ke arah morgan yang menatap ku dingin. Kemudian para wanita itu mengalihkan perhatian morgan. Aku kembali melihat pria ini.
"B.boleh aja sih." jawab ku, ia tersenyum.
"Oh ya, kayaknya loe yang waktu itu berantem sama cowok gak jelas itu ya? Sampe loe di panggil ke ruang Kaprodi?" *Baca Episode 2 , Tanya ku, Ia mengangguk kecil.
"Iya, dia sok banget di kelas. Gue gak suka orang yang nyakitin perempuan tapi kayak gak merasa bersalah."
__ADS_1