
Trus apa yang mau kamu dengar?" tanya morgan. Aku yang semula kesal menjadi berubah bingung. Sebetulnya aku kenapa? Aku ini kenapa????? Morgan tidak salah apa-apa. Aku yang salah sudah terbawa suasana. Aku malu dengan mereka berdua. Wajah ku seketika menjadi panas.
"Ihhh udah ah! Katanya mao nonton? Ayo! Nanti gue berubah pikiran nih!!" Ucap ku asal. Kemudian aku langsung berlari menuju mobil morgan yang sudah terparkir di depan rumah ku.
-MORGAN MAIN-
"Dia kenapa?" tanya ku bingung. Arash menahan tawanya.
"Loe kenapa?" tanya ku lagi. Dia malah tertawa semakin kencang. Ada yang aneh dari orang ini. Aku mengerenyitkan dahi ku.
"Loe itu idiot atau atau gimana sih gan?"
"Hah gimana maksudnya?"
__ADS_1
"Kalo cewek udah begitu, itu tandanya dia nunggu loe buat nyatain perasaan loe ke dia!" jelas arash.
"Deg.." Aku.. deg-degan.
'hmm.. Ara itu imut banget ya.' batin ku yang berusaha menyembunyikan senyum ku di hadapan arash.
Aku tidak bisa bergerak bebas. Mey masih terus mengawasi ku sampai detik ini. Aku jadi tidak semegah mendekati Ara. Untungnya, ia sekarang sedang melakukan perjalanan ke jepang. Ya! Memang dia adalah gadis yang tinggal di jepang. Aku bertemu dengannya saat aku melanjutkan S2 ku di salah satu universitas terbaik di Tokyo. Saat itu, tidak sengaja aku memanfaatkan dirinya untuk bisa hidup di sana secara cuma-cuma. Tapi lama kelamaan, mungkin aku merasa iba dengannya. Dia sama sekali tidak keberatan saat aku memanfaatkannya. Ia orang yang tulus (pada waktu itu).
*
Sudah 10 menit terbuang sia-sia. Aku kesal menunggu sendirian di mobil. Perasaan ku sudah campur aduk. Malu, kesal, Geram, Semua bercampur jadi satu. Setelah beberapa lama, akhirnya aku melihat juga batang hidungnya. Ia pun masuk ke dalam mobil. Aku membuang pandangan ku.
"Maaf membuat mu menunggu." ucapnya. Aku hanya cuek saja.
__ADS_1
"Kita jalan sekarang?" Tanyanya membuat aku menoleh dan menatapnya sinis.
"Besok!!" Ketus ku. Ia menatap ku dalam. O'ow.. Moodnya berubah. Apa aku menyinggung perasaannya lagi?
Ia mendekat ke arah ku. Ia hampir menindih ku dengan posisi tetap duduk di kursinya. Aku terpojok! Aku tidak bisa melakukan apapun. Pandangan kami bertemu. Rasa lemas itu muncul kembali. Aku sudah makan! Kenapa bisa lemas lagi seperti ini? Apa ini cinta? Apa aku mencintai morgan? Kenapa setiap ia menatap ku dengan tatapan seperti itu, Jantung ku seperti berhenti berdetak? Tenaga ku habis terkuras, Lidah ku keluh sekali. Hanya diam yang bisa ku lakukan. Matanya seperti mengajak ku untuk masuk ke dalamnya. Seperti black hole yang hendak menyedot ku.
"M.mau apa loe??" lirih ku yang sudah ketakutan. Tapi aku berfikir kembali, ia tidak akan melakukan apapun kepada ku! Ia hanya menggeretak ku saja. Aku tak perlu takut.
"Mana hadiah buat aku?" tanyanya dengan mata yang sangat menggoda membuat aku ingin sekali memilikinya. Perbedaan usia kami cukup jauh sehingga mungkin kalau aku menikah dengannya, Aku terlihat seperti anaknya.
'Shit!! Gue mikir apa si? nikah nikah !!!' batin ku yang sudah mulai berfikir melantur. Dia bilang apa? Hadiah?
"What? Dalam rangka apa?"
__ADS_1