Dosen Idiot

Dosen Idiot
Episode 43


__ADS_3

"Iya, dia sok banget di kelas. Gue gak suka orang yang nyakitin perempuan tapi kayak gak merasa bersalah." jawabnya membenarkan ku. Ia terlihat kesal sendiri dengan ucapannya. Nampaknya, ia terbawa suasana. Aku hanya tertawa kecil.


"Heheh, oya nama gue Rafael." gumamnya tiba-tiba sembari menyodorkan tangan kanannya. Aku sampai lupa bertanya namanya. Tapi, rafa sendiri yang berinisiatif. Benar-benar laki-laki yang unik. 😊


"Morgan." Ucap morgan yang tiba-tiba datang menyambar tangan kanan rafa. Aku melihatnya menjadi terkekeh.


"Iya pak. Saya tahu pak morgan kok." rafael, kemudian menghempaskan pelan tangan morgan. Aku terkekeh mendengarnya.


'Ish apan sih morgan? sok kenal banget.'


"Bagus deh kalau kamu sudah kenal dengan saya."


"Lagian, bapak ngapain di sini?" tanya rafa, morgan seperti tidak bisa menjawab pertanyaannya.


Morgan melihat ke arah jam tangannya. Ia langsung menoleh ke arah ku.


"Sebentar lagi mulai." ucapnya. Aku kaget sekali khawatir rafa dan para wanita itu mengetahui kalau aku dan morgan di sini sedang berkencan. Ups.. bukan, aku sedang tidak berkencan di sini. Aku sedang ikut partisipasi merayakan ulang tahun morgan.

__ADS_1


"Bioskop film romantis yang lagi tayang perdana itu ya?" tanya rafa dengan sangat bersemangat. Kenapa dia bisa tau?


"Hehe ko tau sih raf?" tanya ku bingung sambil tertawa kecil. Rafa mengeluarkan tiket yang ia miliki sembari tersenyum.


"hihi. Gue juga mau nonton tadi. Gue ngajak 2 sepupu gue. Tapi tiba-tiba mereka di suruh pulang karena mungkin kemaleman kali yaa? Gue ngambil yang jam 10." jelasnya. Aku terkejut. Ternyata, banyak yang nonton film pada jam malam seperti ini? Tujuannya apa?


Para wanita itu pun datang menghampiri kami dengan riangnya. Ah Aku tidak tahu namanya! Aku tidak bisa menyebutkan dengan rinci.


"Ahhhh Rafa!!!" Pekik mereka berbarengan. Mereka berkumpul mengelilingi kami. Aku agak risih sebetulnya.


"Lho kok kalian pada di sini?"


"Wah kebetulan! nih gue punya 2 lagi." ucap rafa. Mereka nampak senang bukan main. Mereka langsung menyambar tiket yang ada di tangan rafa.


"Wah!! Makasih lho raf."


"Iya akhirnya kita bisa nonton.."

__ADS_1


"Greep..." Morgan menarik tangan ku tiba-tiba.


"Ikut saya." lirihnya berbisik. Aku pergi meninggalkan rafael dan yang lainnya. Aku di paksa pergi dengan kasar oleh morgan.


Sesampainya di depan eskalator menuju bioskop, aku menghempaskan tangan ku yang sudah di tarik secara paksa oleh morgan. Morgan melepaskannya. Aku mulai merasa sakit dan ingin sekali menangis pada saat itu. Morgan menatap ku dalam. Aku hanya menunduk ke sakitan. Tiba-tiba saja, morgan memeluk ku. Aku sangat tidak suka ia memperlakukan aku seenaknya seperti ini.


"Gak usah peluk gue!" bentak ku yang langsung mendorong morgan yang hampir mengunci ku dengan tangannya yang hampir melingkar di tubuh ku. Ia nampak kesal dan langsung menarik tangan ku kembali. Aku menghidar.


"Apaan sih?!!"


"Kenapa kamu begitu....."


"Kenapa???!!!" potong ku yang berusaha menatap Morgan dengan kekuatan penuh. Aku menantangnya kali ini. Aku tak terima dengan setiap perlakuan kasar yang di lakukan kepada ku.


"Gue gak suka yaa sama perlakuan kasar loe ini!! Loe anggap gue ini apa?" Tanya ku sinis. Morgan menatap ku dalam. Suasana menjadi hening sekejap.


"Loe anggap gue ini siapa hah???!!!!!" Tanya ku semakin menjadi. Morgan hanya diam tak bergeming menatap ku.

__ADS_1


"Gue.. Gak seharusnya kenal sama loe!!" ucap ku mengakhiri pertikaian ini. Aku menangis kemudian berlari kecil meninggalkan morgan yang dengan angkuh bersikap kasar seperti itu. Dia anggap aku apa? dia anggap aku siapa?


__ADS_2