
"Ehh iya ampun." Ia langsung pergi tanpa menutup pintu kamar ku. Lagi-lagi aku dibuat kesal oleh tingkahnya. Tapi setelah aku fikir kembali, lucu juga sih. Aku tertawa kecil secara spontan. Padahal saat itu, aku sedang kesal dengan perlakuannya pada ku. Tapi tanpa ku sadari, aku tertawa sendiri seperti itu karena mengingat Morgan. Apa aku sudah gila? Apa ini yang namanya cinta?
*
Aku selesai membersihkan tubuh ku. Aku bergegas untuk menemui teman-teman ku di luar. Terlihat mereka semua yang sedang asyik bercerita bersama kakak dan juga Morgan.
"Lho.. Asik banget ceritanya." Sapa ku. Mereka menghentikan aktivitasnya.
"Nah.. Nih dia ratu kita baru dateng." Ucap Ray. Aku tersenyum tak enak padanya.
"Sini duduk ra." Rafa tiba-tiba saja menyambar.
"Sini aja ra." Ray yang juga tak mau kalah dengan Rafa.
"Apaan si sini aja sih!"
"Gak sini aja ra!"
"Gue duluan!"
"Apaan sih gue!" Mereka saling berdebat satu sama lain memperebutkan sesuatu yang tidak begitu penting. Aku tertawa kecil melihat tingkah kekanakan mereka. Di sana, Fla hanya terlihat mendecap sembari menggelengkan kepalanya. Aku duduk di antara mereka berdua untuk menghindari keributan di antara mereka.
"Udah ah pada kayak anak kecil dah!" Bentak ku. Mereka berdua masih saja meneruskan ego mereka masing-masing.
"Tau nih.."
"Loe tuh!"
"Loe!"
"Udah-udah! Ayo kita mulai permainannya!" Ucap Fla yang membingungkan diri ku.
"Wait, permainan apa nih?" Tanya ku. Mereka semua menoleh satu sama lain sembari tersenyum jahat.
"Putar Shochu!" Teriak mereka serempak. Aku menganga kaget karena kelemahan ku adalah minum. Aku sungguh tidak bisa minum walau hanya sedikit. Tujuan mereka seperti ini untuk apa? Mempermalukan ku?
*Shochu (焼酎 Shōchū) adalah sebutan untuk minuman keras asal Jepang yang kandungan alkoholnya lebih tinggi dari sake atau anggur, tetapi lebih rendah dari wiski.
"Gila ya semua!" Sinis ku. Mereka semua menertawakan ku. Terlihat Morgan dan kakak yang hanya diam tak bergeming. Kakak tahu kalau aku tidak bisa sama sekali untuk minum shochu. Jangankan shochu, untuk sake pun aku tidak bisa.
"Takut kah?" Tanya Fla yang membuat aku menjadi tertantang. Apa aku terlalu mudah untuk di provokasi?
__ADS_1
"Enak aja!" Tepis ku spontan. Mereka semua semakin tertawa kencang.
"Ayo dong kasih tau." Tantang Fla, demi harga diri ku aku akan ikut permainan ini meskipun ini sulit untuk ku.
"Siap..."
"Ka Arash sama Ka Morgan ikutan juga dong yuk.." Ajak Fla pada mereka. Aku yakin Morgan tidak akan mau untuk ikut permainan bodoh seperti ini.
"Okey." Jawab Morgan. Aku menganga mendengar responnya. Kenapa dia menyetujui yang mereka pinta? Hey Morgan, sadarlah!!
"Ayo ajah sih." Lanjut kakak menambahkan. Tidak ada yang bisa aku katakan lagi.
"Yang kalah harus minum atau Truth." Jelas Rafa kepada semuanya. Kami pun mengangguk paham dengan penjelasannya.
"Siap?"
"Siap!!" Botol mulai di putar searah jarum jaram. Semua mata tertuju pada arah gerak botol.
"Nahhh...." Botol berhenti ke arah ku. Aku menelan ludah ku sendiri.
"Truth or dare?" Tanya mereka. Aku bingung untuk jujur atau memilih tantangan.
'*Kalo gue milih jujur, nanti banyak pertanyaan yang macem-macem. Kalo gue milih minum, nanti gue teler!!'
"Dare." Jawab ku. Mereka semua bersorak. Hanya Morgan yang diam dengan sikap khasnya itu.
"Gue dulu ya yang ngasih tantangan." Ujar Fla. Aku gugup dengan pilihan tantangan yang dia pilihkan.
"One shoot atau..." Ucapnya terpotong membuat aku tambah penasaran.
"Pilih satu laki-laki untuk loe tembak!"
"Deg!!" Jantung ku terguncang. Mana bisa seperti itu?
"Gila kali ya." Lirih ku. Mereka semua tertawa kecuali Morgan.
"Ayo.. pilih." Suruh Rafa. Aku bingung untuk memilih itu.
"Minum lah!!" Ucap ku agak sedikit berteriak. Mereka menyoraki dan memberikan minuman itu pada ku. Aku meminumnya dengan ragu namun pada akhirnya aku menenggaknya dalam satu tenggakan. Rasanya tenggorokan ku tidak cocok untuk meminum yang seperti ini. Jangankan Shochu, soft drink pun aku tidak sanggup untuk One shoot.
"Ahhhhh.." Aku menahan rasa terbakar di tenggorokan ku. Mereka semua tertawa puas melihat ekspresi ku seperti itu. Nafas ku agak sesak karena terburu-buru menenggaknya.
__ADS_1
"Ayo puter lagi!!"
Botol Shochu pun kembali di putar. Entah siapa yang kedapatan minum kali ini. Beberapa saat kami menunggu botol itu berhenti.
"Ahhh Ara lagi!!!" Mereka semua bersemangat sekali. Aku bingung kenapa selalu aku yang kena imbasnya. Ingin ku berkata kasar.
"Huaaaaaaaaahhh...." Aku menjerit lirih karena harus aku lagi yang kena. Mereka tertawa lepas.
"Truth or dare?" Kali ini aku harus memilih apa? Kenapa situasi menjadi horor seperti ini?
"Ayo dong pilih."
"Pilih woy pilih."
"Ah! Minum aja." Pilih ku. Mereka semua menuangkan minuman kepada ku.
-MORGAN MAIN-
Beberapa waktu berlalu, Kini semua orang sudah benar-benar mabuk termasuk Ara. Aku kasihan melihat dia sudah mabuk tidak karuan begitu. Aku langsung menarik tangannya dan menuntunnya menuju kamar. Sempat ia menolak ajakan ku. Namun, aku tidak sampai hati untuk melihat dirinya yang sudah teler itu. Aku melemparkan tubuhnya ke atas ranjang lalu segera membuka kemeja ku. Aku menindih di atas dirinya yang sudah sangat kacau karena mabuk. Apa dia tidak kuat minum?
"Eheh.." Dia cengengesan sembari memejamkan mata. Aku melihatnya dengan tatapan miris.
"Sadar ra." Ucap ku sembari menampar kecil kedua pipinya. Ia masih saja cengengesan.
"Kenapa si gue gak bisa bahagia?" Ia mengucapkan perkataan yang melantur. Aku masih saja memantau keadaannya.
"Maksud kamu apa?"
"Eheh.. Loe masih gak ngerti? Setelah semua loe lakuin sama gue, tapi loe malah nyakitin perasaan gue dengan cara kayak gini!"
"Kayak gimana ra?" Tanya ku yang masih tak paham. Ia memelototi ku.
"Eh!!" Aku sontak terkejut karena dia membuka kemejanya tiba-tiba. Aku menjadi bingung sendiri. Terlihat bongkahan kenyal yang masih terbalut dengan Bra. Aku tidak bisa berkata apapun. Efek mabuknya menggairahkan ku.
"Gue gak suka sama loe yang terlalu cuek sama gue!"
Oh! Baru ku tahu perasaannya. Selama ini mungkin pikir ku, dia suka orang yang cuek dan tidak bertingkah genit kepadanya. Ternyata semua itu kebalikannya. Tapi, apa aku bisa bertingkah lebih manis sedikit padanya? Aku tidak begitu ahli soal wanita.
"Cupppp.." Tiba-tiba ia mengecup bibir ku. Aku kaget bukan main. Di situasi mabuk ini, dia benar-benar kehilangan kendali.
"Gue juga gak suka loe tiba-tiba cium gue, dan tiba-tiba pergi gitu aja ninggalin gue yang udah pasrah!" Ucapnya semakin melantur. Aku hanya tidak ingin melakukan hal yang dia tidak suka. Aku tidak akan memaksanya lagi jika dia tidak mau. Aku hanya melihat dirinya yang menyedihkan itu.
__ADS_1
@sarjiputwinataaa