
"Oh shit!!!" aku menepuk jidat ku. aku melupakan sesuatu. morgan itu sudah mempunyai pacar. apa aku sudah bodoh dengan berfikiran bahwa morgan menyukai ku? jangan mimpi!! dia itu sama seperti laki-laki lain yang hanya menginginkan tubuh seorang wanita dan melampiaskan nafsu birahinya. harusnya aku sadar akan hal itu. tapi aku selalu terbuai dengan perlakuan dan tampang gantengnya itu. aku bodoh sekali.
"Dasar dosen idiot!! Pantesan aja gak nikah-nikah!! Gue sumpahin loe nikah sama nenek lampir nanti!!!" Teriak ku kesal.
"Duaaaarrrr..." Suara petir menyambar. Aku kaget bukan main mendengarnya. Apa kata-kata ku akan di kabulkan? Apa nantinya Morgan akan punya istri yang seperti nenek lampir?? Entahlah! Aku tidak perduli.
"Drrrrtttt...." Getar handphone ku terdengar lumayan kencang. Aku mengambil handphone ku dari saku celana yang ku pakai. Aku melihat isi pesan masuk di handphone ku. Tertera nama "Bii❤️".
"Chat dari Bisma!!" Pekik ku bersemangat. Aku langsung membuka pesan darinya.
"Hai Ra. Di sini udah jam 12 malam lho.. Pasti, di sana udah jam 12 siang kan? Loe lagi apa sekarang? Udah makan kah? Udah jam makan siang nih.. Don't forget your lunch ya!! Gak usah bales juga gak papa kok ra! Gue cuma mau ngingetin loe makan aja kok. Maaf ya gue belum bisa hubungin loe dengan benar. But, i believe you're okay now! Take care ya beib. See you next time. I'll text you soon. Big love for you." ❤️
"Emmmmmm..... So sweet." Lirih ku yang terkesima setelah membaca chat dari Bisma. Entah kenapa sebahagia ini melihat chat dari orang lain yang memperdulikan keadaan ku.
"Duh seneng banget ngeliatnya!!" gumam ku senang. Lalu dengan cepat aku berubah mood menjadi jengkel karena mendadak aku memikirkan Morgan.
"Gak kayak orang itu!! Yang ngakunya gak punya hape padahal mah ada!!" Ketus ku. Aku berubah mood menjadi kesal dan geram. Entah kenapa mengingat Dosen itu membuat ku menjadi jengkel sendiri. Setiap aku bertemu atau memikirkannya, hidup ku jadi berantakan. Dia pandai memainkan perasaan ku! Dia pandai menarik ulur perasaan wanita.
"Et tapi aku jadi laper!" Lirih ku lalu memegang perut ku yang sudah mendemo untuk makan.
"Makan dulu aja lah."
Aku menuju toilet untuk sekedar mencuci wajah ku yang sudah kusam karena terus menerus terkena perubahan suhu dari AC ke suhu ruang. Wajah ku menjadi kusam saat aku bercermin di kaca toilet. Tiba-tiba datang segerombolan anak perempuan dan beberapa anak perempuan yang aku lihat sedang bersama Morgan waktu di Mall itu. Aku hanya diam dan tidak memikirkan kedatangan mereka. Aku fokus pada diri ku yang aku lihat di cermin. Mereka sangat bising dan menganggu ku.
"Eh tau gak, waktu itu kita berdua jalan sama pak Morgan lho!!" Gumam salah satu wanita secara bersemangat. Mereka semua sangat antusias dengan cerita dari kepala geng ini.
"Oh ya? Gimana tuh gimana..."
"Iya.. Jadi tuh kita lagi jalan pengen nonton ceritanya.."
"Nonton apa?"
"Nonton film terbaru itu lho.."
"Wah seru banget tuh.."
"Iya dong.. Tapi kita gak kebagian tiket."
__ADS_1
"Yah.. Sayang banget ya.."
"Iya sayang banget.."
"Eh tapi ada tapinya..."
"Apa tuh..."
"Tiba-tiba ada Pak Morgan lagi duduk di tempat makan. Langsung aja samperin..."
"Trus giman tuh..."
"Iya akhirnya kita berdua samperin. Iya gak?"
"Yoi..."
"Terus tau gak.. Gue ngasih gelang ke dia!!"
'Hah gelang? Kok gue ga liat sih?' Batin ku yang dari tadi mendengarkan mereka bergosip. Sebetulnya, aku tidak ingin mendengarkan atau menguping pembicaraan siapapun di kampus ini. Aku tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka. Tapi, ini menyangkut tentang Morgan!
"Iya serius!! Terus di terima dong..."
"Waaaaahhhh... Padahal Pak Morgan terkenal jutek ya sama mahasiswa sini."
"Iya!! Kayaknya, dia suka deh sama gue.."
'Dih PD banget loe!! Eneg gue dengernya!!' Batin ku geram sembari membasuh tangan ku yang sudah bersih. Aku masih penasaran dengan endingnya. Manusia ini akan berbicara apa lagi setelah ini?
"Uhuyyy kalo jadian, Pajak jadiannya dong..."
"Pasti dong! Kita makan-makan nanti dong."
"Asiiikkkkk...."
Aku menghentikan aktivitas mencuci tangan ku. Aku menabrak ketua geng tersebut.
"Brukk.. Awwww..." Jeritnya, Aku berdiri sejajar dengannya namun berlawanan arah. Aku tidak melihat ataupun menoleh padanya. Aku hanya berdiri sejajar dengannya. Aku mendekatkan wajah ku ke dekat telinganya.
__ADS_1
"Jangan mimpi..." Lirih ku padanya. Aku mengangkat sebelah senyum ku kemudian berlalu meninggalkan mereka ber empat. Paling tidak, aku sudah memperingatkan mereka untuk tidak macam-macam dengan Morgan.
Aku keluar toilet dan menuju kantin kampus. Aku sangat kesal dengan perkataan mereka yang mengklaim seolah-olah Morgan itu menyukainya. Aku kesal dengan pernyataannya. Tapi...
"Kenapa gue harus kesel coba?!!!" Teriak ku yang sudah sadar dengan pemikiran ku yang sudah melenceng sangat jauh dari peredaran. Aku menampar kecil kedua sisi pipi ku.
"Sakit kok!!" Ucap ku polos. Aku menjambak pelan rambut ku. Aku sudah tidak tahan dengan semuanya. Pikiran ku juga sudah mulai mengklaim tentang Morgan.
"Ahhh bodo amat lah!!"
Aku memilih untuk membuang semua pikiran ku terhadap Morgan. Aku menuju tukang siomay langganan kampus ku. Aku mengendap-endap menuju tempat terdalam dari gerobaknya. Aku seperti maling.
"Huaaaaahh" Kaget mang decoy. Aku jadi ikut-ikutan kaget karenanya.
"Ish.. Apaan si mang decoy!!" Bentak ku. Ia cengengesan saja melihat ekspresi ku yang kaget sekali.
"Hehe lagian non ngapain kayak maling gitu?" Tanyanya, aku menyabet topi yang ia pakai.
"Yeeeeeh pake nanya lagi!!"
"Eh iya lupa non. Maap."
"Ahhh buruan mang bungkusin!! Kalo gue ketauan ada di sini, ketauan beli jajan sembarangan, gue bisa di rawat inap paksa nih!!" Jelas ku panjang lebar. Ia mengangguk kecil ke arah aku yang sedang bersembunyi di sela gerobak.
"Heheh siap non. Kentang sama siomay aja kan ya non?"
"Ishh bawel deh loe! Iya!! Udah buruan."
"Mang! Satu." Ucap seseorang yang mengagetkan ku. Aku menunduk menghindari siapa yang datang. Suaranya seperti... Morgan!!
"Aduhh kenapa ada Morgan segala sii ish!!" Lirih ku yang merasa risih dengan kedatangannya. Aku hanya diam di bawah sini. Jangan sampai Morgan melihat ke arah ku. Kalau sampai ia melihat, ia pasti akan mengadukan aku kepada kakak ku.
"Siapp Pak." Jawab mang decoy. Ia menyiapkan pesanan Morgan.
-MORGAN MAIN-
Aku melihat ke sekeliling ku. Tak ku sangka, aku tak sengaja melihat seseorang yang duduk di sela gerobak seperti sedang bersembunyi dari seseorang. Siapa itu ya?
__ADS_1