Dosen Idiot

Dosen Idiot
Episode 44


__ADS_3

"Gue.. Gak seharusnya kenal sama loe!!" ucap ku mengakhiri pertikaian ini. Aku menangis kemudian berlari kecil meninggalkan morgan yang dengan angkuh bersikap kasar seperti itu. Dia anggap aku apa? dia anggap aku siapa?


-MORGAN MAIN-


Aku menatapnya perlahan menjauh dari hadapan ku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.


"Bruuukkk..." Sesuatu jatuh dari tas kecilnya. Buru-buru aku mengambilnya, khawatir itu adalah benda penting yang tidak boleh sampai hilang. Aku melihat isi dari plastik tersebut. Isinya hanya ada kotak dengan tulisan "Happy birthday Morgan" di bagian tutupnya. Aku membuka kotak itu. Terlihat jam tangan yang mirip dengan jam tangan dari meygumi yang ku kenakan sekarang. Hanya berbeda warna. Ini adalah warna hitam. Warna yang netral, dan aku suka itu. Harus ku apakan jam tangan ini? Tapi, aku sangat suka dengan pemberian Ara ini.


*


Aku sudah tiba di rumah. Aku menghempaskan diri ku ke atas ranjang tidur ku. Sangat lelah perasaan ku hari ini. Aku tak sengaja menyenggol tas ku, aku melihatnya tak terkunci. Aku panik bukan main.


"Duh.. ko bisa gak ke kunci yah??!!"


"Jangan-jangan...." Aku merogoh bagian dalam tas ku. Benar saja! Hadiah ku untuk morgan sudah tidak ada. Aku bingung bukan kepalang. Aku tidak menduga akan terjadi seperti ini.


"Yah! Kemana yaa...??!!!" Aku frustasi dan memegang kepala ku yang sedikit pusing.


"Yaudahlah! mending gue tidur." ucap ku asal. Aku bersiap untuk tidur.


*


"Ayo kak berangkat!" Ajak ku kepada kakak yang masih mengunyah rotinya sembari menelfon orang lain dan membolak-balikkan kertas yang ada di hadapannya. Kakak sama sekali tak menghiraukan ku. Nampaknya, sedang banyak yang harus kakak urus tentang pengajuan penawaran untuk tender kali ini. Ia sampai tidak makan dengan benar dalam beberapa hari ini. Tidur pun selalu larut dan bangun selalu pada awal waktu.


"Kak.." panggil ku. Kakak masih saja berfokus pada telfonnya. Ada sedikit rasa kesal karena dia sudah mengabaikan ku. Aku menyiapkan bekal ku yang sebelumnya sudah setengah siap. Aku mengambil kunci motor ninja yang berada di hadapan kakak. Aku lari ketika sudah berhasil mengambil kunci tersebut. Seketika kakak langsung panik saat sadar aku sudah mengambil kunci motornya itu.

__ADS_1


"Ra..!! Ra...!!!!" Terdengar kakak memekik dari jauh, tapi aku tidak memperdulikannya. Ia melanjutkan pembicaraan telfonnya itu.


Aku bergegas menuju motor Ninja kakak yang sudah di siapkan oleh pelayan. Aku tahu kakak ingin cepat-cepat pergi ke kantor, makanya ia memilih untuk memakai motor. Tapi, salah kakak karena telah mengacuhkan ku. Jadinya, aku sabotase saja sekalian motornya itu. hihih.


Aku memakai helm full face kakak dan segera menyalahkan mesinnya. Aku menginjak gigi depan dan perlahan melepas kopling berbarengan dengan gas yang ku tarik.


Di tengah perjalanan ku menuju kampus, Aku hampir saja menyerempet mobil yang ada di hadapan ku. Kejadiannya nyaris sekali. Aku tidak memperdulikannya dan malah menancap gas hingga aku tiba di kampus ku. Aku memarkir motor ku di halaman parkir mahasiswa. Sepanjang aku berjalan, mereka semua tak hentinya memandang ke arah ku. Apa yang salah dengan ku?


Aku melepas helm yang membuat ku sesak. Rambut panjang ku terurai dan tidak sengaja ku kibaskan. Tiba-tiba, ada mobil yang masuk ke area parkir. Aku menoleh ke arahnya. Aku lumayan kaget saat melihat mobil itu. Karena, mungkin ini adalah mobil yang hampir ku tabrak tadi. Seseorang turun dari balik pintu.


"Oh.. jadi kamu yang tadi hampir nyerempet mobil baru saya?" Tanyanya dengan nada angkuh. Mata ku menyipit memandangnya. Tak ku sangka, mobil itu adalah mobil milik morgan. Dapat dari mana mobil sebagus ini? Oh.. gak heran sih, orang tuanya saja kaya.


Ia melihat jam tangan yang ada di tangan sebelah kirinya. Aku pun melihatnya. Tak ku sangka! Jam tangan yang aku beli untuknya, ada padanya. Sejak kapan?


"Heh! Balikin jam tangan gue!!" ucap ku kesal. Ia menatap ku dengan dingin.


"eeett..." morgan menghentikan langkah ku. Aku terdiam bingung. Apa yang mau ia lakukan kali ini.


"Mau kemana?"


"Ya ke kelas lah!" sewot ku, morgan mengerenyitkan dahinya.


"Ikut saya ke ruangan saya. Ada yang ingin saya sampaikan." gumamnya dengan enteng, lalu ia pergi meninggalkan aku sendiri. Aku di anggap apa olehnya? Aku hanya menganga kesal melihat perlakuannya kali ini. Sudah 3 hari berlalu sejak morgan mengajak ku untuk kencan buta. Aishhh.. bukan kencan! Tapi merayakan party!


Dengan berat hati aku melangkah menuju ruangannya. Apa yang mau ia sampaikan kepada ku? Aku tidak terima! selama 3 hari ini aku sudah kesal dengannya! Sampai-sampai aku tidak masuk ke kampus demi untuk menghindari dirinya.

__ADS_1


"Tok..tok.." Aku mengetuk pintu ruangan Kaprodi kemudian aku membukanya. Terlihat Dosen psikologi tampan yang waktu itu aku lihat. Pak Dicky! Ia sedang merapihkan buku-bukunya. Aku menghampirinya masuk.


"Pagi pak." Sapa ku dengan penuh kelembutan. Ia berubah fokus ke arah ku.


"Oh pagi." balasnya tentu dengan senyuman juga. Aku terkesima dengan perlakuannya.


'Duh.. pagi-pagi ngeliat senyum dia, bisa-bisa kena diabetes nih!' batin ku. Ia seperti menahan tawanya.


"Pfffftttt..."


"Bapak kenapa ketawa?" tanya ku yang tersadar dari lamunan. Dicky berusaha menahan tawanya.


"Kamu jangan naksir sama saya dong.." Ucapnya dengan penuh percaya diri. Aku membuang pandangan ku.


"Lagian siapa juga yang suka sama bapak."


"Hehe. Kamu ngapain di sini?" tanyanya membuat ku menoleh kembali ke arahnya.


"Saya mau ketemu..."


"Pak morgan kan?" potongnya. Kali ini aku benar-benar kesal dengannya. Ia semakin mengencangkan tertawanya.


"Ahhh udah ah. Ngomong sama bapak ribet! Sok tau kayak dukun!!" ucap ku sinis, aku pergi menuju ruangan morgan. Dicky masih terdengar tertawa saja di belakang ku. Tanpa basa-basi langsung ku buka pintu ruangan morgan dengan kasar.


"Brukkkk" Morgan melihat ke arah ku. Aku menutup kembali pintu yang juga dengan kasar. Aku duduk di hadapan Morgan.

__ADS_1


"Maksud loe apa nyuruh gue ke sini??" Tanya ku dengan sinis. Morgan menatap ku seolah-olah dia tidak mengenali ku.


__ADS_2