
Gabrian membuka layar ponselnya, mengarahkan kameranya ke arah pasangan yang baru saja turun itu. Gadis itu dengan manjanya langsung melingkarkan tangannya di lengan Oliver, lalu menghilang dibalik pintu masuk.
Kaki Gabrian rasanya goyah. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau itu bukan Oliver. Namun itu memang benar Oliver. Gabrian tak mungkin salah melihatnya. Bagaimana mungkin dia bisa selingkuh dari Alexa sedangkan untuk mendapatkan Alexa dia harus berjuang sangat keras? Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal ini pada Alexa sedangkan mereka sudah punya sepasang anak yang tampan dan cantik?
Gabrian menunggu dalam mobilnya. Ia harus mengetahui siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan Oliver.
Tak lama kemudian mereka keluar dari mini market itu. Lalu masuk ke dalam mobil mereka dan meninggalkan halaman parkir. Diam-diam, Gabrian mengikuti mereka. Mereka berjalan meninggalkan kota. Mobil pun memasuki jalan kecil. Gabrian membaca nama yang ada di pintu gerbang yang ada. FAIRY GARDEN.
Gabrian menghentikan mobilnya. Diam-diam ia turun dari mobil dan berjalan kaki sambil sesekali bersembunyi diantara pohon agar tak terlihat oleh mereka.
Mobil berhenti di sebuah rumah yang tak terlalu besar dan sangat cantik karena taman bunga yang ada di sana. Keduanya turun. Sambil bergandengan tangan keduanya memasuki rumah itu.
Dada Gabrian menjadi sakit. Ia sangat menyayangi Alexa. Hatinya memberontak. Ingin rasanya ia masuk ke dalam rumah itu. Tapi Gabrian berusaha menahan dirinya. Ia menandai lokasi itu dan kemudian mencoba menelepon Oliver.
"Hallo Ian...." Sapa Oliver ramah. Seperti biasa.
"Kak, katanya ada di London ya?"
"Iya. Kenapa?"
"Aku juga ada di London. Kita ketemu, yuk! Makan malam sambil mengobrol."
"Maaf, Ian. Aku nggak bisa. Aku ada pertemuan dengan klien malam ini. Besok juga aku ada pekerjaan. Nanti kalau aku sudah punya waktu, nanti aku menghubungimu."
"Baiklah, kak." Kata Gabrian lalu mengahiri panggilan teleponnya. Gabrian memutuskan untuk pulang
Sebenarnya ia ingin lebih mendekat ke arah rumah itu namun matanya yang tajam melihat beberapa titik CCTV. Gabrian pun segera pulang sambil menghubungi temannya yang ahli membajak CCTV dan juga ahli dalam bidang komputer. Ia ingin meminta bantuannya.
*********
Eilaria baru saja selesai mandi. Ia sengaja tak membawa baju ke kamar mandi karena ia tahu kalau Gabriel nanti akan pulang malam. Ia memiliki banyak pekerjaan di kantornya.
Ia hanya menggunakan handuk kecil untuk membungkus tubuhnya dan telah menyiapkan pakaiannya di atas tempat tidur.
Setelah membuka handuk yang melilit tubuhnya, Eilaria mengambil lotion untuk dioleskan di tangan dan kakinya. Tubuhnya polos tanpa ditutupi apapun.
Begitu asyik nya dia mengolesi lotion ke tubuhnya, ia tak menyadari kalau pintu kamar sudah terbuka. Gabriel berdiri di sana dengan tatapan tajam ke arahnya. Lelaki itu terpana melihat betapa sempurnanya bentuk tubuh sang istri dan betapa mulus kulit putihnya itu. Sesuatu yang selama ini berusaha ditahannya, membakar tubuhnya dengan cepat. Gabriel berjalan perlahan, tanpa membunyikan tongkatnya karena kamar itu memang beralaskan karpet yang tebal.
Tangan Gabriel terulur dan memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Ah.....!' Eilaria berteriak kaget sambil melepaskan tangan Gabriel yang memeluknya, membuat cowok itu jatuh.
"Aow....!"
Eilaria kembali mengambil handuk yang tadi sudah dilepaskannya. Ia langsung melingkarkan kembali ke tubuhnya, lalu berbalik dan melihat Iel yang masih duduk di lantai.
"Maafkan aku....!" Kata Eilaria sambil mengulurkan tangannya dan membantu Iel berdiri.
"Tidak apa-apa."
"Kamu mengagetkanku."
"Maaf." Kata Gabriel dengan wajah menyesal.
"Aku pakai baju dulu ya?" Eilaria mengambil pakaiannya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Why?"
Pertanyaan Gabriel menghentikan langkah Eilaria. Ia menoleh. "Why?"
"Mengapa kau selalu ganti baju didalam kamar mandi atau di dalam walk in closet saat aku ada di kamar? Bukankah aku ini suamimu? Mengapa kau harus malu?"
Gabriel mendekat. "Aku masih bisa menahan diriku sampai di hari ini, karena aku ingin tubuhku benar-benar sehat dan kuat saat kita akan melakukan malam pertama kita. Apa salahnya jika aku melihat tubuhmu? Aku kan suamimu."
Eilaria dapat melihat wajah Gabrian yang kecewa. "Maaf. Kau memang berhak untuk melihat tubuhku. Tapi aku masih merasa malu untuk membuka bajuku di hadapanmu." Karena aku sudah terlanjur membuka bajuku di hadapan Ian. Dan aku merasa sangat berdosa padamu, kata Eil dalam hatinya.
Gabriel meraih tangan Eilaria dan menciumnya dengan penuh sayang. "Eil, apakah kau ragu dengan perasaanmu kepadaku setelah aku menceritakan kebenarannya? Jika memang kau tak bahagia denganku, walaupun berat, aku akan melepaskanmu."
Eilaria menarik tangannya dari genggaman Gabriel.
"Maaf.....!" Kata Eilaria. Ia mencium pipi Gabriel lalu membuka handuk yang menutupi tubuhnya. Ia mengambil pakaiannya dan mulai mengenakannya satu persatu.
Gabriel menatap istrinya dengan suasana hati yang sulit untuk dikatakan. Ia tahu kalau Eilaria terpaksa melakukannya. Namun ia menyimpan semua rasa itu dalam hatinya. Ia hanya tersenyum saat Eilaria sudah selesai lalu bergegas ke kamar mandi.
Melihat Gabriel yang sudah masuk ke kamar mandi, Eil pun menyiapkan baju untuk suaminya itu. Tak lama.kemudian ponselnya berbunyi. Ternyata dari Mommy Grace.
"Hallo, sayang...., bagaimana keadaanmu?" terdengar suara Grace yang lembut penuh kasih sayang.
"Aku baik-baik saja, mommy. Apa kabar semuanya di London?"
__ADS_1
"Kami semua baik. Oh ya, kapan kau dan Gabriel akan datang ke sini? Sebentar lagi kan liburan musim panas. Datanglah ke sini. Semuanya kangen. Sekarang, opa Ezekiel sedang sakit, nak."
"Opa sakit? Sakit apa?"
"Ia hanya kelelahan sepulang liburan bersama Oma. Kamu kan tahu kalau opa selalu sangat memperhatikan kesehatannya."
"Salam untuk opa dan oma ya. Aku sangat kangen dengan mereka."
"Iya sayang. Oh ya, Eil, apakah kau sudah hamil? Daddy meminta mommy untuk menanyakan nya padamu. Kalian kan sudah 5 bulan menikah."
Eilaria menarik napas panjang. Menekan rasa sakit di dada karena ia harus membohongi mamanya kali ini. Eil memang tak menceritakan masalah kecelakaan yang dialami Gabriel karena ia yakin kalau papa dan mamanya pasti akan datang ke Jakarta.
"Mom, aku kan masih melanjutkan studi S2. Jadi kami memutuskan untuk menunda kehamilan.
"Wah, sebenarnya daddy sudah ingin sekali menimang cucu. Namun semuanya terserah sama kalian saja. Salam untuk suamimu ya? We Miss you so much."
"Me too mommy. Bye." ujar Eilaria lalu mengahiri percakapan diantara mereka.
Tak lama kemudian, Gabriel pun keluar dari kamar mandi. Ia langsung memakai baju yang disiapkan oleh Eil.
Pandangan mata Eilaria tertuju pada suaminya itu. Entah mengapa ia seperti melihat Ian yang juga berganti pakaian.
"Ada apa?" tanya Gabriel melihat istrinya yang diam. Eilaria menggeleng dengan cepat. "Nggak. Kamu ingin ku buatkan kopi?"
Gabriel menggeleng. "Aku ingin tidur sebentar sambil menunggu makan malam." Ia pun naik ke atas tempat tidur.
"Kalau begitu, bolehkah aku turun ke bawa untuk membantu mommy?"
Gabriel hanya menganggu lalu memejamkan matanya. Ia merasa sangat lelah hari ini tapi juga ia terus berpikir, bagaimana mengembalikan semua perhatian, cinta dan kasih sayang yang pernah ditunjukan Eilaria kepadanya seperti saat mereka pacaran dulu. Gabriel merasa ada yang lain dengan istrinya itu.
***********
"Kau tahu gadis ini?" tanya Gabrian sambil menunjukan sebuah foto kepada Zack sahabatnya.
"Sepertinya pernah lihat." Kata Zack lalu mulai menyalahkan laptopnya kemudian mengirimkan foto itu ke komputernya untuk di cari. Satu profil terbuka. Menunjukan wajah gadis itu dan membuat Gabrian sangat terkejut. *Apakah karena gadis ini maka Oliver rela meninggalkan Alexa?
***********
Hallo semua, untuk besok emak nggak up ya
__ADS_1
Emak ada perjalanan liburan selama 2 hari bersama keluarga. Selamat membaca, semoga suka dan dukung emak terus ya*??