Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Kejutan Untuk Eilaria


__ADS_3

Jeronimo tersenyum senang melihat Giani perlahan membuka matanya.


"Sayang, kau membuatku khawatir. Untunglah kata dokter Viona kalau kamu hanya sok saja."


"Kamu sampai memanggil dokter Viona? Aku baik-baik saja."


"Stevani dan Joselin yang memanggil dokter, mom. Kami sangat takut mendengar mommy pingsan secara tiba-tiba." Kata Joselin yang duduk di sisi lain tempat tidur.


Giani menatap Joselin dan Stevany sambil tersenyum. "Mommy baik-baik saja, sayang. Sekarang ijinkan mommy bicara berdua dengan daddy ya?"


Joselin dan Stevany mencium pipi Giani sebelum keluar dari kamar. Jeronimo langsung memegang tangan istrinya. "Sayang, ceritakan ada apa."


Giani menceritakan keinginan Ian untuk menikah dengan Andrea dan alasan pernikahan itu.


"Aku tahu kalau Ian sangat menyayangi Eca. Tapi apakah harus seperti itu? Haruskah ia menikahi wanita yang tak dicintainya dan merawat anak yang bukan darah dagingnya?"


"Aku jadi ingat dengan diriku dulu. Aku juga menikahimu karena ingin menyelamatkan rumah tangga kakakku dan Finly."


"Sayang, pengorbanan mu yang menikahi aku tanpa cinta sangat beda situasinya dengan apa yang akan Ian lakukan. Ia melakukan semua ini bukan murni hanya untuk Eca semata. Namun ia menyelamatkan hidup dan harga diri seorang gadis. Dan juga dalam upayanya untuk melupakan cinta pertama dalam hidupnya. Aku dapat memahami alasan Ian."


"Bagaimana jika Ian jatuh cinta pada Andrea?"


"Apakah kau tak mau menerima Andrea sebagai menantu mu?"


"Aku tidak pernah mempersoalkan latar belakang gadis yang nantinya akan menjadi menantu ku. Hanya saja, anak yang dikandung Andrea adalah anaknya Oliver. Apakah ini tak akan menjadi duri dalam daging setiap kali Eca melihat anak itu?"


"Sayang, anak itu bukan hasil perselingkuhan Oliver dengan Andrea. Itu adalah sebuah kesalahan yang sama-sama tak mereka inginkan. Aku percaya kalau Eca tak akan pernah menyalahkan kehadiran anak itu. Hati Eca lembut seperti dirimu, sayang."


Giani memeluk Jero. Ia selalu mendapatkan kekuatan setiap kali berada dalam pelukan suaminya. Giani tahu ia tak akan bisa mengubah keputusan Ian karena ia pun tak ingin Ian hidup dalam bayang-bayang Eil dan Iel.


"Bee, alasan Ian menikahi Andrea, cukup kita saja yang tahu. Itu permintaan Ian. Eca dan Oliver juga akan tutup mulut, demikian juga dengan keluarga Andrea."


Jero mengangguk. Ia semakin erat memeluk istrinya karena ia tahu, Giani sangat menyayangi Ian dan Iel.


*******


"Sayang, kau tidak makan?" tanya Oliver. Keduanya kini sudah berada di kamar The Thomson Hotel. Alexa memutuskan untuk menginap di hotel karena jika ia masih ada di apartemen Ian, ia tak akan pernah berhenti untuk meminta sepupunya itu agar tak menikahi Andrea.


"Aku tak lapar." Jawab Alexa dingin. Ia duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di kepala ranjang.


"Kau nanti sakit "


Alexa tersenyum sinis. "Sakit fisik tak akan sebanding dengan sakit hati karena merasa dibohongi."


Oliver memejamkan matanya sebentar, berusaha menenangkan hatinya yang semakin dipenuhi dengan rasa bersalah yang besar terhadap Alexa. Perlahan ia duduk di tepi ranjang sambil menyentuh tangan Alexa.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua ini, Eca? Aku akan lakukan apa pun keinginanmu agar dapat menyembuhkan luka hatimu."


Alexa menarik tangannya dari genggaman Oliver. "Aku sudah memaafkan mu, Oliver. Semua ini aku lakukan untuk anak-anak kita. Namun untuk menjadikan hubungan kita seperti dulu lagi, rasanya membutuhkan waktu. Aku tak tahu kapan aku akan siap menjadi Alexa yang dulu."


Tangis Oliver pecah. Ia sungguh tak malu lagi mengemis cinta dari istrinya ini. "Aku kan sabar menunggu, Eca. Aku tak akan pernah mengeluh sampai waktu itu tiba. Di mana kau akan kembali menjadi wanita yang akan mencintai dan mempercayai aku lagi." Kata Oliver diantara Isak tangisnya.


Alexa juga akhirnya menangis. Ia ingat saat pertama bertemu dengan Oliver. Bagaimana kebencian dan kejengkelannya pada pria itu berhasil diubah oleh perjuangan Oliver sehingga ia jatuh pada pria itu. Bagaimana malam pertama mereka menjadi malam yang sangat membahagiakan bagi Alexa. Lelaki pertama dalam hidupnya, adalah pacar pertama yang akhirnya menjadi suaminya. Alexa merasa Tuhan sangat baik padanya saat itu. Namun tak sampai 6 tahun kebahagiaan itu ia rasakan, Oliver menodai kepercayaan Alexa padanya.


Pasangan suami istri itu tak bicara lagi. Keduanya tenggelam dalam Isak tangis masing-masing. Cinta mereka ibarat syair lagu Please Forgive me nya Brian Adams (baca part ini sambil dengar lagunya ya guys)

__ADS_1


Still feels like our first night together


Masih terasa seperti malam pertama kita bersama


Feels like the first kiss and it's gettin' better baby


Terasa seperti ciuman pertama dan ini menjadi lebih baik sayang


No one can better this


Tidak ada yang bisa memperbaiki ini


Still holdin' on, you're still the one


Masih bertahan, kamu masih orangnya


First time our eyes met - the same feeling I get


Pertama kali mata kita bertemu - perasaan yang sama aku dapatkan


Only feels much stronger - I wanna love you longer


Hanya terasa jauh lebih kuat - aku ingin mencintaimu lebih lama


You still turn the fire on


Anda masih menyalakan apinya


So if you're feelin' lonely, don't


You're the only one I ever want


Hanya kamu yang aku inginkan


I only wanna make it good


Aku hanya ingin membuatnya baik


So if I love you a little more than I should


Jadi jika aku mencintaimu sedikit lebih dari yang seharusnya


Please forgive me - I know not what I do


Tolong maafkan aku - aku tidak tahu apa yang aku lakukan


Please forgive me - I can't stop loving you


Tolong maafkan aku - aku tidak bisa berhenti mencintaimu


Alexa menatap Oliver yang sudah tertidur di sampingnya. Jarak mereka begitu jauh. Pada hal selama ini Alexa tak mau tidur tanpa memeluk Oliver. Air mata Alexa kembali jatuh. Wajah anak-anaknya kembali bermain di pelupuk matanya. Alexa mengambil ponselnya. Membuka gelery foto dan melihat wajah-wajah bahagia mereka berempat. Terbayang kembali saat ia dan Oliver mengikat janji suci pernikahan. Hari yang sangat mendebarkan bagi Alexa. Hari yang paling membahagiakan baginya.


Tuhan, jika ini memang ujian yang Kau ijinkan untuk aku dan Oliver lalui dalam pernikahan kami, mampukan aku untuk kuat. Mampukan aku untuk menerima suamiku kembali dengan ikhlas. Mampukan aku juga untuk menyayangi anak yang tak berdosa itu.


Alexa berdoa, dalam kepedihan hatinya. Sungguh, ia tak ingin ada perpisahan dalam pernikahannya, Alexa berharap, ia bisa menerima Oliver kembali. Entah kapan itu, Alexa tak tahu.

__ADS_1


**********


Di kediaman keluarga Manola, Andrea juga sudah tertidur nyenyak setelah dokter memberikan dia obat tidur yang aman bagi ibu hamil. Sedangkan Alana, masih duduk di atas sofa sambil terus memandang perut saudara kembarnya itu.


Perut Andrea memang masih rata. Belum juga kentara kalau ia hamil. Makanya hasil percakapan mereka tadi memutuskan kalau pernikahan itu akan dilaksanakan 2 minggu lagi. Tak bisa ditunda karena proses rangkaian pernikahan ala kerajaan akan dilaksanakan selama 1 minggu.


Perlahan air mata Alana turun membasahi pipi mulusnya. Bukankah cinta itu begitu misteri dan menyakitkan? Baru beberapa hari Alana merasakan manisnya perhatian Gabrian padanya. Alana terlanjur berharap kalau Gabrian akan menjadi kekasih pertama baginya. Alana terlanjur membuka pintu hatinya lebar-lebar untuk hadirnya sosok Ian dalam hatinya, namun semuanya ternyata hanyalah sia-sia. Hati Alana menjadi hampa. Sepi, tak terisi cinta yang dia rindukan.


Keegan membuka pintu kamar dan melihat putri bungsunya itu menangis.


"Alana, ada apa?" tanya Keegan khawatir dan langsung duduk di samping putrinya. Tangis Alana semakin dalam. Ia langsung memeluk papanya.


"Daddy...., aku, aku merasa menjadi orang bodoh. Aku berharap terlalu banyak kepada seseorang, begitu menginginkan cintanya, namun pada kenyataannya aku harus diperhadapkan dengan kenyataan kalau orang itu akan menikahi gadis lain."


Keegan terkejut mendengar pengakuan putrinya. "Sayang, kau jatuh cinta? Tapi, siapa pria itu?"


"Dia....dia teman sekampus ku, Daddy."


Keegan melepaskan pelukannya, jari-jarinya menghapus air mata Alana lalu dengan lembut ia berkata. "Jangan terlalu sedih jika cintamu tak sampai. Tuhan pasti akan mengirimkan cinta yang lain. Lebih baik sakit sekarang, dari pada nanti kalian sudah terlanjur menjalin hubungan dan akhirnya berpisah karena memang tak berjodoh. Alana adalah putri daddy yang cantik dan baik hati. Daddy sangat yakin kalau Tuhan sudah menyiapkan jodoh terbaik bagimu."


"Amin, dad."


"Sekarang tidur ya? Besok kita akan kembali ke kerajaan untuk memulai persiapan pernikahan Andrea dan Gabrian."


Alana mengangguk. Demi nama baik keluarga dan demi masa depan Andrea, Alana harus mengubur cinta pertamanya.


*********


Ezekiel Thomson sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah. Ia bahagia karena cucu nya Eilaria juga sudah bersamanya.


"Hari ini Oma akan masak istimewa karena


mertua Eil akan tiba sore ini. Mereka akan menginap satu malam di rumah kita lalu selanjutnya akan pergi ke kerajaan Flowers. Sungguh anak-anak sekarang tak terduga, ya. Baru saja ketemu sudah langsung ingin menikah." Kata Faith saat mereka sarapan bersama.


Eilaria mengerutkan dahinya. "Daddy dan mommy akan datang? Memangnya siapa yang akan menikah?"


"Gabriel tidak memberitahukan kepadamu, ya? Dua hari yang lalu Giani Dawson menelepon. Memberitahukan bahwa mereka akan datang. Oma pikir hanya untuk menjenguk opa mu ternyata mereka akan menghadiri pernikahan saudara kembar Gabriel, yang bernama Gabrian. Dan akan menikah dengan Andrea Manola."


Eilaria terkejut. Bukankah yang selama ini bersama Gabrian adalah Alana? Mengapa menikahinya dengan Andrea? Lalu kenapa harus menikah secepat ini?


Dada Eilaria terasa sangat sesak. Mengapa aku merasa seperti ini? Mengapa? Gabrian tak mungkin menikahi Andrea, tidak! Mengapa hatiku tak rela mendengarnya?


"Eil, sayang, kau baik-baik saja?" tanya Grace sambil mendekati anaknya.


Eilaria berdiri. "Aku merasa mual, mom." Katanya lalu segera berlari ke kamar mandi.


Ezekiel dan Faith saling berpandangan. "Dia hamil kayaknya." ujar Ezekiel dengan senyum bahagia.


Grace pun memegang dadanya dengan senyum kebahagiaan. "Aku akan menjadi, Oma."


"Dan aku akan menjadi buyut." Ujar Faith membuat semua yang ada di meja makan tertawa bahagia. Sementara Eilaria di kamar mandi sama sekali tak muntah. Ia hanya merasa sesai di dada karena menahan tangisnya. Eilaria sungguh tak mengerti dengan dirinya.


**********


Bagaimana pertemuan kembali Ian, Iel dan Eil di pernikahan itu? Sanggupkah Gabrian menjalani sumpah pernikahannya saat Eilaria menatapnya dengan mata yang terluka?

__ADS_1


Dukung emak terus ya?


__ADS_2