Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Kebahagiaan keluarga Dawson


__ADS_3

Grace Thomson dan Giani Dawson, duduk bersama di lobby hotel untuk membicarakan pesta pernikahan kembali kedua mereka.


Dua wanita yang masih terlihat cantik dan menarik di usia yang telah memasuki angka 50 terlihat begitu akrab dan nampak seperti kakak dan adik saja.


"Aku meminta Meloddy Kim sepupuku untuk bisa datang dan memainkan piano di acara ini, namun yang membuatku bahagia adalah paman Edward Kim mau datang."


"Oh ya? Aku suka dengan permainan piano Edward Kim. Sungguh ini pesta yang sangat menyenangkan. Para pengantin juga akan memakai gaun pengantin rancangan The Aslon."


"Ya. Aku sangat senang, sekaligus juga sedih karena oma dan opaku sudah meninggal dan tak bisa menyaksikan kebahagiaan." Kata Grace.


"Aku yakin, dari atas sana, mereka akan berbahagia melihat kebahagiaan buyut mereka."


"Amin."


Di sisi lain hotel, Eilaria sedang memainkan piano sementara Gabriel duduk di hadapannya. Mereka mengenang kisah 10 tahun yang lalu saat Gabriel melihat Eil untuk yang pertama kali di sini.


Walaupun hotel ini sudah mengalami renovasi besar-besaran sejak 2 tahun yang lalu namun ada bagian-bagian tertentu yang tetap dipertahankan karena hotel ini adalah kenangan manis antara keluarga Thomson, Aslon, Kim, Manola dan kini jadi bagian kenangan juga dari keluarga Dawson.


Opa Jero sedang menemani kedua cucunya berenang. Dan tetap saja, sekalipun sudah menjadi opa, para gadis tetap melirik badan opa Jero yang tetap kelihatan kekar karena selalu rajin berolahraga.


"Sayang, ayo kita keluar kamar. Aku ingin minum es." Kata Gabrian.


"Aku malas keluar kamar. Rasanya capek." Kata Andrea yang sedang berbaring sambil memejamkan matanya.


Gabrian duduk di samping istrinya. "Aku kan nggak membuat kamu capek selama beberapa malam ini. Aku setia menunggu sampai besok malam disaat kita akan mengikat janji suci kembali."


"Tetap saja aku merasa capek, Ian. Nggak tahu kenapa aku pinginnya tidur terus."


"Apakah kamu sakit?" Gabrian memegang dahi Andrea.


"Nggak. Hanya capek saja. Aku tidur saja ya?"


"Inikan masih 10 pagi sayang."


Andrea membuka matanya. "Terus kenapa masih jam 10 kamu sudah ingin minum es?"


"Nggak tahu juga. Semalam aku tiba-tiba saja ingin makan bakso. Pagi ini aku jadi kepingin minum es."


"Kayak orang ngidam saja." Kata Andrea lalu bangun dan segera turun dari tempat tidur. Ia mengambil sisir dan merapihkan rambutnya yang agak kusut lalu mengambil ponselnya.


"Ayo kita pergi!" ajak Andrea.


Gabrian terlihat bingung. "Andrea, apakah ada di dunia, istrinya hamil dan suaminya yang ngidam."


"Ada. Aku sering mendengar cerita suami yang mengalami masa ngidam saat istrinya hamil."


"Waktu kamu hamil si kembar, apakah kamu mengalami masa ngidam?"


"Nggak. Si kembar sama sekali nggak merepotkan aku. Memangnya kenapa?"


"Sayang, apakah kamu sudah mendapatkan tamu bulanan mu?"


"Aku?" Andrea menunjuk dadanya. Ia berpikir sebentar lalu mengambil ponselnya untuk melihat tanggal hari ini. "Sekarang tanggal 20. Berarti aku sudah 11 hari terlambat, Ian." Andrea tersenyum. Ia langsung memegang perutnya.


"Sayang, jangan-jangan kamu memang hamil."


Dada Andrea langsung sesak dengan rasa bahagia. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


"Aku ke apotik sekarang ya? Aku akan membeli tespack." Kata Gabrian dan tanpa menunggu jawaban Andrea, lelaki itu langsung keluar kamar.


Tak sampai 15 menit, Gabrian sudah kembali. Andrea pun menuju ke kamar mandi. Ia tak mengijinkan Gabrian ikut masuk karena ia sendiri sangat gugup untuk mencobanya.


"Sayang, sudah belum?" tanya Gabrian sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Andrea keluar sambil tersenyum. Matanya sudah basah dengan air mata.


"Bagaimana sayang?"


"Aku positif hamil." Kata Andrea sambil mengangkat tespack itu.


"Andrea.....!" Gabrian langsung memeluk Andrea tanpa bisa menahan emosinya. Air matanya juga jatuh karena kebahagiaan yang dirasakannya sangat luar biasa.

__ADS_1


"Kita akan punya baby. Si kembar akan memiliki adik." Kata Andrea saat pelukan mereka terurai.


Dengan lembut, Gabrian mencium bibir Andrea. Keduanya larut dalam rasa bahagia yang sangat dalam. Ciuman yang tercipta merupakan kata yang tak terucap sebagai bukti kebahagiaan yang mereka rasakan.


Ketika acara makan siang bersama yang diatur oleh para pelayan di dekat pantai, Gabrian dan Andrea mengumumkan berita bahagia ini.


"Kami punya berita bahagia." Kata Gabrian sambil berdiri. Ia menggenggam tangan Andrea yang sedang duduk di sampingnya.


Semua yang sementara menikmati makanan penutup menatap Gabrian.


"Andrea hamil." Ujar Gabrian dengan sangat bangga.


Semua langsung tersenyum bahagia dan satu persatu memberikan selamat bagi Gabrian dan Andrea.


"Wah, keturunan Dawson bertambah lagi." Kata Jero dengan sangat bangga.


"Maksudnya apa, opa?" tanya Bernetha.


"Lia dan Etha akan punya adik, sayang."Jawab Jero sambil mengusap kepala Angelia dan Bernetha yang duduk di samping kiri dan kanannya.


"Hore.....! Etha mau adik cowok."


"Nggak! Lia mau adik cewek. Kalau Ade cowok nggak bisa di ajak main boneka."


"Kalau adik cewek nggak bisa diajak main bola." Ujar Bernetha yang memang agak lebih tomboy dari Angelia.


Jero langsung mengajak kedua cucunya itu pergi dari area meja makan. Entah apa yang ia katakan namun tak lama kemudian Angelia dan Bernetha saling berpelukan.


Sementara masih menikmati makan siang bersama, mereka dikejutkan dengan kedatangan Alexa dan Oliver. Mereka datang dengan putri bungsu mereka Abigail yang usianya lebih tua dua bulan dari si kembar Angelia dan Bernetha.


Alexa terlihat semakin cantik juga semakin dewasa. Demikian juga dengan Oliver yang terlihat semakin tampan.


Giani mengabarkan tentang berita kehamilan Andrea dan Alexa serta Oliver memberikan selamat. Tak ada lagi rasa canggung diantara mereka. Alexa dan Oliver sudah menutup kisah lembar kelam dalam perjalanan rumah tangga mereka dan Andrea sendiri pun sudah melupakan kenangannya bersama Oliver yang pernah membuat mereka terikat. Andrea nampak menikmati kasih sayang dan cinta kasih Gabrian.


**********


Sementara yang lain sedang menikmati sore di pantai belakang hotel the Thomson, yang lainnya sedang istirahat di kamar masing-masing, nampak Gabriel dan Eilaria sedang duduk di bawah pohon sambil berpelukan.


"Sayang, Ian dan Andrea sebentar lagi akan memiliki tiga anak. Aku jadi kepingin juga punya anak." Kata Gabriel.


Eilaria yang sebenarnya sudah mengantuk langsung membuka matanya. Ia mendongak, menatap wajah pria tampan yang kini sedang menunduk juga menatapnya.


"Aku baru selesai haid 3 hari yang lalu. Jadi pas kita bulan madu, pasti sedang masa suburku. Aku berharap agar langsung jadi."


"Pasti langsung jadi."


"Yakin sekali."


"Ian sama Andrea saja hanya bersama selama 3 hari langsung menghasilkan si kembar. Apalagi kita nanti. Aku tak akan membiarkan mu keluar kamar jika kita bulan madu."


Eilaria mencubit perut Iel. "Dasar mesum. Kalau begitu kita batalkan saja bukan madu keliling Indonesia. Di sini saja. Dan berdiam terus di dalam kamar."


"Boleh. Siapa takut?"


Mata Eilaria membulat. "Iel, aku sudah menunggu momen bulan madu keliling Indonesia ini sudah sejak 5 tahun lalu."


Gabriel terkekeh. Ia mengecup bibir Eilaria dengan lembut. "Kita akan bukan madu seperti yang kamu inginkan sayang. Namun jangan larang aku untuk minta bercinta denganmu kapan saja yang aku inginkan. Karena aku juga sudah menahan ini selama 5 tahun."


"Kau....masih.....masih seperti dulu? Maksudku, kau masih perjaka?" tanya Eilaria sedikit malu-malu.


"Iya. Dan aku berharap kalau kau juga masih perawan."


"Bagaimana jika ternyata aku sudah tak perawan? Kau pasti kecewa kan?"


Gabriel membelai wajah Eilaria dengan sangat lembut.


"Aku nggak akan kecewa padamu. Aku akan tetap menyayangimu. Karena bagiku masalah masih perawan atau nggak bukanlah menjadi ukuran sebuah kebahagiaan dalam rumah tangga. Yang paling utama adalah kita saling mencintai, saling menjaga, saling mengerti dan saling percaya." Kata Gabriel dengan senyum penuh ketulusan. Ia tak tahu apakah dulu saat Gabrian harus menggantikan posisinya menjadi suami bagi Eil, apakah mereka pernah bercinta atau tidak. Namun Gabrian pernah mengatakan padanya kalau hubungannya dengan Eil hanya sebatas ciuman saja.


"Aku masih perawan." Kata Eilaria masih dengan pipi yang bersemu merah.


"Aku tahu. Dan aku sudah tak sabar ingin membobol kamu."

__ADS_1


"Iel...., kok bicaranya jadi mesum terus."


"Aku kan memang seperti ini sejak kita pacaran dulu." Gabriel tertawa. Duh kalau sudah gini, siapa yang mirip daddy Jero ya....


*********


Andrea sudah siap di kamarnya dengan gaun pengantin hasil rancangan Maura Aslon yang adalah omanya Eilaria.


"Mommy, kenapa diam saja? Apakah mommy sedih?" tanya Bernetha yang hari ini akan bertugas menemani mamanya. Sedangkan Angelia ada di kamar Eilaria.


"Mommy sangat bahagia, sayang. Mommy nggak sedih." kata Andrea sambil memegang tangan putrinya. Sebenarnya, Andrea begitu merindukan keluarganya. Namun ia cukup tahu diri. Ia tak mungkin bisa menghubungi mereka lagi karena sudah dibuang sebagai anggota kerajaan Flowers.


Pintu kamar diketuk.


"Biar Etha saja yang buka, mommy. Siapa tahu itu Oma Giani. Etha tadi minta susu." Ujar Bernetha senang lalu segera berlari ke arah pintu.


Tapi, saat pintu dibuka, Bernetha terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu. Bernetha memang belum pernah ketemu dengan mereka namun Bernetha sudah mengenal mereka melalui foto yang sering ditunjukan oleh mamanya.


"Opa Keegan? Oma Zelina?"


"Kamu Angelia atau Bernetha?" tanya Zelina sambil membungkuk agar dapat menyentuh pipi cucunya itu.


"Aku Bernetha. Panggil saja Etha."


Air mata Zelina jatuh tanpa bisa ditahannya. Ia langsung memeluk cucunya dengan erat.


Andrea yang mendengar suara papa dan mamanya, langsung berdiri dan berjalan mendekati pintu masuk. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kedua orang tuanya ada di depan pintu.


"Yang mulia....! Ibunda permaisuri!" Andrea membujuk hormat. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk mereka, namun ia cukup tahu diri. Ia bukan lagi keturunan Manola.


Keegan yang lebih dulu melangkah masuk, diikuti oleh Zelina yang memegang tangan Bernetha.


"Anakku!" Keegan langsung memeluk Andrea. Ia sangat merindukan putrinya ini.


Andrea tak percaya saat papanya menyebutkan kata anakku.


"Daddy.....!" tangis Andrea langsung pecah. Ia seakan tak percaya papanya kini memeluknya.


Setelah pelukan itu terurai, kini giliran Zelina yang memeluk putrinya. "Aku merindukanmu, anakku."


"Aku juga sangat merindukan kalian semuanya." kata Andrea sambil terus menangis.


"Jangan menangis. Nanti make up nya jadi rusak." Zelina menghapus air mata anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Bagaimana kalian bisa ada di sini?" tanya Andrea setelah mereka duduk di sofa sementara Zelina memperbaiki make up Andrea.


"Eilaria menelepon Alana dan memberitahukan tentang acara di hari ini. Opa Arnold kemudian menentang para tetua. Ia mengatakan kalau kau sudah bersama dengan pria yang pernah menikahimu. Kau juga sebenarnya tak pernah bercerai karena tanda tangan Gabrian palsu. Itu berarti kedua anakmu lahir dalam pernikahan yang sah. Akhirnya mereka mengabulkannya. Kau dibebaskan dari hukuman. Tetap menjadi anggota kerajaan dan keturunan Manola." Kata Keegan membuat Andrea terkejut.


"Jadi aku sudah tak dihukum lagi?"


"Ya."


"Ya Tuhan, ini hari yang sangat membahagiakan bagiku. Lalu apakah opa dan Oma datang?"


"Nggak, sayang. Oma jatuh sakit dan opa menemaninya. Kau tahukan. bagaimana posesifnya opa Arnold terhadap Oma Faith." kata Keegan lagi membuat Andrea tersenyum dan menatap mamanya.


"Seperti juga papa Keegan yang tetap posesif terhadap mama Zelina." Kata Andrea membuat Zelina tersipu. Keegan pun memeluk istrinya dan mencium pipi wanita yang memang sangat dicintainya.


"Apakah opa Keegan dan oma Zelina juga pacaran? Seperti Opa Jero dan Oma Giani." tanya Bernetha.


Keegan dan Zelina menatap cucunya sambil mengerutkan dahi mereka.


"Ya, sayang. Opa dan Oma pacaran." Jawab Andrea membuat Keegan dan Zelina semakin bingung.


"Pantas saja opa mencium Oma." guman Bernetha membuat tawa Andrea semakin besar karena Keegan dan Zelina masih saja bingung.


***********


Next part, MP nya Eil dan Iel...


jangan lupa dukung emak terus ya guys

__ADS_1


__ADS_2