Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Ketemu Oliver


__ADS_3

"Putri ini adalah adalah putri kerajaan Flowers. Aku tak tahu siapa nama pastinya karena mereka adalah kembar tiga. Pangeran Andrew, putri Andrea dan putri Alana. Ini Andrea atau Alana, tak ada yang bisa membedakannya karena mereka kembar yang sangat identik. Warna kulit, tinggi badan bahkan warna rambut mereka sama. Coklat, lurus dan panjang. Kata orang-orang sih yang membedakan mereka hanya satu. Andrea suka memasak sedangkan Alana sangat suka berkuda. Selebihnya tak ada yang bisa dibedakan dari mereka." kata Zack.


Gabrian melihat foto-foto itu. "Wajah ini seperti sangat familiar denganku."


"Keluarga Manola adalah sepupu keluarga Thomson. Mungkin karena kembaran mu menikah dengan keluarga Thomson maka kau merasa wajah Eilaria Thomson agak mirip dengan Andrea dan Alana."


(Yang belum tahu siapa keluarga Manola, silahkan baca novelku :SONG IN MY LIFE)


"Pantas saja aku merasa pernah melihat gadis ini."


"Usia mereka hanya beda satu denganmu. 21 tahun."


Gabrian mengangguk. "Terima kasih ya, Zack. Berkatmu, aku bisa menemukan identitas gadis ini. Walaupun aku tak tahu persis siapa yang bersama dengan Oliver. Apakah Alana atau Andrea. Aku permisi dulu!" pamit Gabrian. Ia memberikan beberapa lembar uang euro pada sahabatnya itu. Zack sebenarnya agak malu menerimanya karena Gabrian selalu menolongnya.


"Ambilah. Aku tahu kalau kau membutuhkannya." Gabrian menepuk bahu sahabatnya itu lalu meninggalkan flat Zack.


Ponsel Gabrian berbunyi saat ia baru saja memasuki mobilnya. "Bunda?"


"Anakku. Kau sedang apa?" terdengar suara lembut Giani dari seberang.


"Baru saja dari rumah teman."


"Apakah urusanmu di sana sudah selesai?"


"Hampir, bun. Apakah bunda sudah mau berangkat liburan dengan daddy?"


"Belum. Daddy tiba-tiba ada proyek penting. Mungkin 2 minggu lagi baru akan pergi. Oh ya, bunda mau minta tolong padamu. Oliver ada di London. Menurut GPS ponselnya, ia ada di suatu tempat di luar kota London. Nanti bunda kirim lokasinya. Alexa merasa kalau Oliver sedang menghianatinya. Cobalah kamu pergi ke sana dan selidiki, nak. Alexa sangat tertekan."


Gabrian menarik napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. "Aku sudah melihatnya, bun. Oliver sedang jalan dengan seorang gadis. Usianya 21 tahun. Dia adalah putri dari kerajaan Flowers yang bertetangga dengan kerajaan Inggris."


"Ya Tuhan! Jadi kecurigaan Eca benar? Oliver sedang menghianati nya? Mengapa Oliver tega sekali pada Eca." Terdengar suara tangis Giani.


"Bunda tenang dulu. Jangan memberitahukan apapun pada kak Eca. Aku akan menyelidikinya. Jika memang sudah terbukti kalau kak Oliver menghiananti kak Eca, aku pun tak akan tinggal diam, bun. Aku tak mau kalau saudaraku di sakiti."


"Baiklah, nak. Kamu hati-hati di sana ya? Jaga kesehatan. Ingat, kalau Oliver itu pernah menjadi mafia. Bunda nggak mau kalau kamu sampai kenapa-kenapa karena Oliver merasa terusik."


"Baik, bun. Bye..." Gabrian memasukan kembali ponselnya di saku kemejanya. Ia akan mencari cara untuk bisa ketemu dengan Oliver.


*********

__ADS_1


"Sayang, coba kau lihat ini."Gabriel mendekati Eilaria yang sedang duduk di pondok belakang. Ia duduk di samping istrinya sambil menunjukan sebuah kertas yang berisi peta perjalanan bulan madu mereka yang sudah ia susun bersama Gerry di kantor tadi.


"Apa ini?" tanya Eilaria.


"Peta perjalanan bulan madu kita. Aku dan Gerry mencoba menyusunnya. Kalau kau setuju, maka Gerry akan menyiapkan pesawat dan hotelnya."


Eilaria menatap kertas itu. "Kita akan memulainya dari Medan?"


"Ya. Sebelum kita menikahkan kau sudah pernah bilang ingin sekali pergi ke Medan. Kita akan ada di Medan selama 1 minggu. Bisa juga lebih kalau kau suka. Lalu dari Medan, kita akan ke Manado. Kau juga bilang ingin sekali menyelam di taman laut Bunaken. Di Manado, kita juga punya waktu 1 minggu. Setelah dari Manado, kita akan ke Raja Ampat. Sisanya kita akan keliling pulau Jawa. Ke tempat-tempat yang belum pernah kita datangi. Bagaimana menurutmu?"


Eilaria terdiam mendengar penjelasan Iel mengenai perjalanan bulan madu mereka. Bukankah semua ini sangat manis? Bukankah ini yang ia inginkan sebelum menikah? Tapi, mengapa sekarang rasanya ia tak ingin melakukan perjalanan ini lagi?


"Ada apa, sayang? Kau tak suka?" tanya Gabriel berusaha menekan perasaannya yang kecewa karena Eil tak terlihat antusias dengan jadwal perjalanan yang sudah ia susun ini.


"Bu-bukan seperti itu."Eilaria buru-buru menggeleng karena ia tak mau melihat Gabriel kecewa. "Hanya saja, jadwal kuliah S2 ku agak padat juga. Aku sudah terlanjur mengontrak mata kuliah dengan SKS yang banyak karena aku ingin kuliahku cepat selesai."


Gabriel berusaha menyimpan rasa kecewanya dalam hati. Ia tahu kalau Eilaria adalah perempuan yang sangat mementingkan pendidikannya. "Apakah kau mau kalau kita menundanya dulu?" tanya Gabrian hati-hati. Ia berharap kalau Eilaria akan mengatakan tidak. Namun jawaban yang Eilaria berikan justru membuatnya sangat kecewa.


"Aku maunya seperti itu. Mungkin kita dapat pergi jika sudah liburan Natal atau tahun baru. Atau bagaimana menurutmu?"


Gabriel membelai wajah istrinya. "Kita dapat melakukan perjalanan setelah kau tak sibuk dengan kuliahmu. Mungkin jika ada waktu saat weekend, kita dapat jalan-jalan di sekitar Jakarta saja."


"Kamu nggak marah kan?"


Ya Tuhan, ada apa dengan diriku ini? Kembalikan perasaan ku yang dulu kepada Iel. Aku tak ingin menyakitinya, Tuhan. Aku ingin bersamanya. Aku ingin memperbaiki segala sesuatu yang pernah terjadi diantara kami. Mengapa hatiku tak bergetar seperti dulu saat kami berdekatan?


Eilaria tanpa sadar meneteskan air mata. Hatinya semakin galau. Ia menangis sambil memeluk dirinya sendiri. Tanpa Eil sadar kalau sebenarnya Gabriel belum benar-benar pergi. Suaminya itu masih berdiri di dekat sebuah pohon dan menatap istrinya dari jauh. Hati Gabriel hancur melihat Eilaria menangis. Dan Gabriel pun tak menyadari, tak jauh dari tempatnya berdiri, ada Giani yang sedang menatapnya dengan hati yang terluka juga.


**********


Setelah 2 jam menunggu akhirnya Gabrian melihat mobil Oliver keluar meninggalkan Fairy Garden. Ia pun diam-diam mengikuti mobil itu. Gabrian langsung mengikuti mobil Oliver dengan memasang jarak aman sehingga mereka tak akan tahu kalau Oliver mengikuti mereka.


Mobil itu memasuki pelataran parkir di sebuah restoran mewah yang masih ada di daerah pinggiran kota.


Oliver turun dengan gadis yang sama. Gadis itu langsung menggandeng tangan Oliver dan memasuki pintu utama restoran.


Gabrian pun turun dan ikut masuk ke dalam restoran, sambil mengambil meja yang tak jauh dari mereka. Hari ini Gabrian sengaja memakai topi dan kacamata hitam untuk menyamarkan penampilannya.


Ketika Oliver dan gadis itu selesai memesan makanan mereka, gadis itu pamit untuk ke toilet. Kesempatan itu digunakan oleh Gabrian untuk mendatangi meja Oliver.

__ADS_1


"Jadi ini alasannya kak Oliver tak mau ketemu dengan aku?" tanya Gabrian saat sudah berdiri di depan Oliver.


Pria itu sangat terkejut. Wajahnya langsung pucat dan ia berdiri dari kursinya.


Gabrian membuka kacamata nya. Ia menatap Oliver dengan tatapan marah. "Hanya karena dia adalah putri raja dan masih muda sampai kak Oliver begitu tega mengkhianati kak Alexa?"


"Ga..." Oliver nampak ragu mau menyebutkan Gabrian atau Gabriel.


"Aku Gabrian, kak."


"Gabrian, semuanya tak seperti yang kau lihat."


Gabrian tersenyum sinis. "Tak seperti yang aku lihat? Bahasa tubuh kalian sudah menunjukan bahwa kalian adalah pasangan. Kalian bahkan tinggal bersama di Fairy Garden. Itu villa milik keluarga Manola kan? Kak, tinggalkan gadis itu. Aku akan menganggap tak pernah tahu kisah diantara kalian karena tak mau kak Eca terluka. Namun kau harus meninggalkan dia dan tidak boleh ada hubungan lagi."


Oliver menggeleng. "Aku tak bisa, Ian."


"Kenapa? Apakah kakak tak mencintai kak Eca lagi? Tidak sayang pada anak-anak kalian yang sedang lucu-lucunya?"


Oliver menarik napas berat. "Aku sangat mencintai Alexa. Mencintai anak-anak ku. Mereka semua adalah napasku."


"Lalu, kenapa kakak berselingkuh?"


"Aku tak selingkuh, Ian."


"Kalau begitu, jangan bersama gadis itu lagi."


"Aku tak bisa!"


"Kenapa?"


"Ia sedang hamil. Dan itu anakku!"


Deg!


Gabrian tanpa bisa mengontrol dirinya lagi langsung memukul wajah Oliver.


**********


Nah....gimana? Nggak selingkuh kok bisa hamil sih...dasar Oliver play boy cap 🦎

__ADS_1


Emak lagi marah nih....


he...he...


__ADS_2