Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Berperang Dalam Hati


__ADS_3

Ada kesalahan pengetikan di episode yang lalu. Seharusnya nona Thomson bukan nona Dawson.


************


Rapat pun dimulai. Eilaria berusaha untuk konsentrasi dengan rapat yang dipimpinnya karena ini menyangkut kerja sama antara tiga perusahaan. Eilaria tak menduga kalau salah satu perusahaan penopang adalah anak perusahaan The Dawson yang ada di Amerika. Perusahaan itu menggunakan nama DF yang ternyata singkatan dari Dawson Family.


Selama 3 jam rapat itu berlangsung dan akhirnya ketiga perusahaan itu mendapatkan kata sepakat untuk kerja sama yang akan dimulai awal bulan depan.


"Tuan Gabriel dan Gabrian Dawson, jangan dulu pulang ya? Kami sudah menyiapkan makan siang di ruangan sebelah." Ujar Sofia sambil mempersilahkan Gabrian dan Gabriel untuk berpindah tempat ruangan sebelah.


Eilaria yang melihat kedatangan saudara kembar itu berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdetak 2 kali lebih cepat.


Sekuat tenaga Eilaria mengumpulkan keberanian dan akhirnya menyapa mereka berdua.


"Apa kabar Iel dan Ian?" Sapa Eilaria sambil mengulurkan tangannya. Kali ini, Eil sudah bisa membedakan mereka lewat warna mata mereka dan cara mereka memandangnya. Tatapan Gabrian selalu terlihat meneduhkan, namun Eilaria tak melihat lagi ada sinar mata yang memancarkan cinta seperti 5 tahun lalu. Sedangkan Gabriel masih seperti dulu, tatapan matanya tajam menusuk sampai ke dalaman hati, mata yang selalu memancarkan cinta yang mendalam untuknya. Tapi, Gabriel terlihat berusaha menutupinya dengan senyum yang biasa saja.


"Bagaimana kabar daddy Jero dan mommy Giani?" tanya Eilaria.


"Daddy dan mommy sehat selalu. Mereka ada di Manhattan juga." Gabrian yang menjawab karena Gabriel sedang membalas SMS.


"Oh ya?"


"Joselin dan Stevany sudah kuliah di Amerika. kebetulan kami punya rumah singgah, peninggalan opa di sini. Mommy dan daddy setiap liburan musim panas pasti datang. Aku sebenarnya jarang ke sini. Iel yang sudah menetap di sini selama 9 bulan."


Gabriel yang sudah selesai membalas SMS dari Gabby hanya tersenyum mendengar penjelasan Gabrian.


"Aku mau ambil minum dulu." Kata Gabriel lalu meninggalkan Eil dan Ian.


Hati Eilaria merasa sakit melihat Iel tak seperti dulu. Namun Eilaria tak bisa menyalahkan Iel. Karena dia yang sama sekali memutuskan hubungan dengan Gabriel. Dia yang selama 5 tahun ini tak pernah memberi kabar.


Gabrian dapat melihat kekecewaan yang terpancar dari tatapan mata Eilaria.


"Eil, aku ambil makan dulu ya?" Pamit Gabrian.


"Silahkan!"


Eilaria menatap Gabrian juga yang menjauh. Namun tak sesakit yang ia rasakan saat Gabriel yang pergi dan memilih berbincang-bincang dengan para pengusaha yang lain.


"Cantik...., kau baik-baik saja?"


Eilaria menoleh dengan kaget. Zack sudah berdiri di belakangnya. "Hallo Zack!"

__ADS_1


Zack tersenyum. "Maaf ya aku terlambat datang. Namun semua sudah diputuskan sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam surat perjanjian kan?"


"Iya. Sekretaris dan pengacara mu sudah menyampaikan apa yang harus kau sampaikan."


"Baguslah. Sekarang, ayo temani aku makan! Aku sungguh lapar!" Zack langsung menarik tangan Eilaria menuju ke meja sajian. Gabriel yang sedang duduk tak jauh dari meja sajian sambil menikmati makanannya melihat kejadian itu. Eilaria pun terlihat kurang nyaman dan menarik tangannya dari genggaman Zack. Namun saat dilihat Eil kalau Gabriel seakan tak perduli, hatinya kembali sakit. Eil ingin rasanya berlari saja dari ruangan itu.


***********


"Kenapa kau cuek dengan Eil?" tanya Gabrian saat keduanya pulang dan mampir sebentar di club.


Gabriel menyodok bola biliard yang ada di hadapannya. Dan bola itu mengenai sasaran yang tepat dan langsung masuk ke salah satu lubang yang ada di sudut meja.


"Aku bukan cuek. Hanya saja, seperti yang kukatakan padamu kalau aku tak akan mengejar Eil lagi. 5 tahun aku menunggu. Tak ada satu pun kabar darinya."


"Tapi sekarang kalian sudah bertemu kembali. Apakah kau tak ingin memperbaiki hubungan kalian?"


"Bagaimana jika Eilaria yang tak ingin memperbaiki hubungan diantara kami?"


Gabrian kali ini yang dapat memasukan bola. Ia menatap Gabriel. "Aku melihat tatapan mata Eil yang kecewa saat kau pergi begitu saja."


"Bagaimana jika ia juga merasakan hal yang sama saat kau bersikap seperti itu padanya? Bagaimana jika Eil belum bisa membedakan siapa yang ia sukai karena persamaan wajah kita berdua? Aku tak mau sakit hati lagi, Ian. Aku tahu jika kau memang tak akan menjadi penghalang antara aku dan Eil. Yang aku butuhkan sekarang adalah Eil yang mencintaiku tanpa terganggu lagi dengan persamaan wajah kita. Namun karena aku tahu, itu sulit untuknya, maka aku memilih untuk melepaskan nya. Aku tak mau Eil tersiksa."


"Dan kau memilih untuk bersama Gabby?"


Gabrian menatap kembarnya itu sambil tersenyum. Gabriel memang sudah banyak berubah semenjak berpisah dengan Eil. Ia telah berubah menjadi pria yang sabar dan tak terlalu memaksakan kehendaknya.


Keduanya kembali bermain dengan tenang. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang setelah minum sebentar di bar.


Gabrian yang menyetir mobil sementara Gabriel duduk di sampingnya sambil membaca beberapa email yang masuk.


"Ian, mommy meminta kita untuk ke toko Asia dan membelikan beberapa bumbu." Kata Gabriel setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh mamanya.


"Toko Asia nya nggak jauh dari sini kan?" Tanya Gabrian karena memang Gabriel yang paling menguasai kota ini.


"Iya. Kau tinggal belok sebelah kiri dan saat kita melewati jembatan, kita belok kanan. Tokonya tak jauh dari situ."


Gabrian mengangguk. Tak sampai 10 menit, mereka sudah tiba di toko yang di maksud.


Pengunjung toko lumayan banyak hari ini. Setelah dengan susah payah mencari tempat parkir, keduanya langsung masuk ke dalam toko. Gabrian yang mendorong troli belanjaan sedangkan Gabriel membaca bahan makanan yang akan di belanjakan, lalu keduanya mencari bersama.


"Ian, tunggu sebentar ya? Aku mau cari apakah ada kerupuk udang di sini. Jadi kangen makan kerupuk." Ujar Gabriel lalu melangkah ke lorong sebelah sementara Gabrian sedang memilih buah pisang dan buah mangga.

__ADS_1


"Ok. Aku di sini....!"


Gabrian memilih beberapa mangga segar dan pisang Ambon kesukaan, daddy Jero. Ia tersenyum pada seorang ibu muda yang berdiri tak jauh darinya sambil menggendong seorang anak di belakangnya. Gabrian tahu kalau perempuan itu sepertinya orang Asia karena dari caranya menggendong bayi menggunakan sarung, hanya dilakukan oleh orang Asia, khusunya mereka yang ada di Asia Tenggara.


Seorang anak perempuan, dengan rambut coklat tua, berkepang dua, tiba-tiba menarik celana Gabrian.


"Uncle, can you help me?"


Gabrian tersenyum menatap anak itu. Ia membungkuk dan memberikan senyum terbaiknya. " What can i do for you, sweety?"


"Please get candy for me."


"Ok. Where's the candy at?"


"Behind you!"


Gabrian berdiri tegak kembali dan segera mengambil beberapa jenis permen.


"How are you going to carry these candies?


"I call my mommy...!" Lalu gadis itu berlari sampai ke ujung lorong, ia membiarkan permen itu masih dipegang Gabriel.


"Mommy.....!" Panggil gadis cilik berkepang dua itu. Sambil melambaikan tangganya.


Seorang perempuan mendekat. "Angelia, where have you been? Mommy is looking for you everywhere."


Gadis kecil itu tersenyum. Ia memegang tangan mamanya dan menariknya ke arah Gabrian.


"I found the candy " Kata gadis itu.


Gabrian tertegun melihat siapa yang dipanggil mommy oleh gadis kecil itu.


"Andrea?" seru Gabrian membuat perempuan yang dipanggil mommy oleh gadis kecil itu terkejut. Ia menatap Gabrian dengan wajah yang tegang. Keduanya saling menatap. Dan sebelum Gabrian bicara lagi, tiba-tiba dari belakang Gabrian, muncul seorang pria yang langsung membuat gadis kecil itu berlari dan memeluknya.


"Daddy....!"


Gabrian menatap pria itu, sang gadis kecil yang kini ada dalam pelukannya dan perempuan yang dia yakin adalah Andrea. Gabrian merasakan kepalanya tiba-tiba saja merasa pusing. Andrea sudah menikah dan memiliki anak?


********


Wah...wah....gimana nih selanjutnya?

__ADS_1


Dukung emak terus ya guys...


maaf juga kalau jam up nya nggak menentu. Soalnya emak lagi banyak pekerjaan sekarang. Belum lagi dengan anak-anak yang sudah mulai sekolah dengan PR nya yang segudang...


__ADS_2