
Alana akhirnya tertidur setelah menangis sangat lama. Ia bahkan tak bisa meneruskan lagi ceritanya. Gabrian pun tak dapat memaksa Alana sekalipun ia masih penasaran dengan kisah Oliver dan Andrea.
Gabrian mengambil selimut dari dalam kamarnya dan menutupi tubuh Alana yang tertidur di sofa ruang tamunya. Ia sendiri tak bisa memejamkan matanya. Selama beberapa hari ada di London, Gabrian tak dapat mengusik bayangan Eilaria dari dalam pikirannya.
Ia pun duduk di depan TV sambil menyalahkan TV. Mencari-cari acara yang enak untuk di tonton sampai akhirnya Gabrian melihat berita tentang keluarga Thomson.
"Pemirsa, generasi ke-3 keluarga Thomson, yakni Ezekiel Thomson saat ini dikabarkan mendapatkan serangan sakit mendadak yang menyebabkan dia harus dilarikan di rumah sakit milik keluarga Thomson 1 jam yang lalu. Kondisi Ezekiel Thomson dikabarkan dalam keadaan kritis dan sedang dalam penanganan serius oleh tim dokter di rumah sakit itu. Beberapa anggota keluarga Thomson terlihat ada di rumah sakit namun sayangnya tak bersedia di wawancara. Demikianlah sekilas info malam ini."
Gabrian terkejut mendengar berita itu. Ia tahu kalau Eilaria sangat menyayangi kakeknya. Apakah Eil akan datang bersama Gabriel?
*********
Gabriel menatap Eilaria yang langsung pucat setelah menerima telepon.
"Ada apa, Eil?"
"Opa Eze sakit. Mommy baru saja menelepon. Opa tiba-tiba pingsan dan sampai sekarang belum sadarkan diri. Iel, aku mau ke London."
"Ya. Aku akan pesan kan tiket untukmu."
"Kau tak ingin ikut?"
"Eil, keadaan kakiku yang belum bisa berjalan sendiri tanpa bantuan tongkat, apakah tidak akan merepotkan mu? Keluargamu juga tidak tahu apa yang sudah aku alami dan kita sudah sepakat untuk tak mengatakan pada mereka. Nanti apa yang harus aku jelaskan jika mereka bertanya tentang keadaanku? Lagi pula, lusa aku ada rapat penting yang harus ku pimpin."
"Baiklah. Aku mau sia-siap dulu. Tolong Carikan pesawat yang bisa berangkat hari ini."
Gabriel mengangguk dan langsung menelepon Gerry untuk mengurus segalanya. Ia tahu kalau Eilaria sangat menyayangi opa Ezekiel. Makanya ia akan berusaha agar istrinya itu dapat pergi hari ini juga.
Sebenarnya, jauh di lubuk hatinya, Gabriel ingin menemani Eilaria. Tapi alasan yang dibicarakannya tadi dengan Eilaria, memang bukan alasan yang dibuat-buat. Gabriel juga ingin melihat, apakah Eilaria akan merindukannya atau tidak. Karena sesungguhnya ia sudah meragukan perasaan Eil padanya.
*********
Alana bangun dan menemukan kalau Gabrian sedang tertidur tak jauh darinya, di bagian sofa yang lain. Hati Alana menjadi tersentuh karena ia merasa bahwa Gabrian menjaganya. Secara perlahan ia pun menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan turun dari sofa. Ia ingin ke kamar mandi. Namun, saat ia berdiri, ia merasakan kalau kepalanya berputar-putar. Pada saat itu pula Gabrian terbangun dari tidurnya.
"Alana.....!" Gabrian dengan cepat berdiri dan segera memeluk tubuh Alana sebelum akhirnya gadis itu pingsan.
Rumah sakit The Thomson 1 jam kemudian....
"Dia sepertinya tidak makan. Jadi lambungnya sedikit mengalami gangguan dan nampaknya ia sedikit stres. Saya sudah menghubungi pihak keluarganya. Sebentar lagi mereka akan datang." Kata dokter Helena.
Gabrian menatap dokter yang berusia sekitar 50an itu. "Dokter mengenalnya?"
"Iya. Dia adalah putri kerajaan Flowers. Hanya saja saya tidak tahu apakah ini putri Alana atau putri Andrea. Karena mereka adalah kembar identik."
"Dokter ada hubungan dengan mereka?"
"Kakak saya Faith Thomson menikah dengan Ezekiel Thomson. Dan Arnold Manola, kakek Putri ini adalah sepupunya Ezekiel Thomson. Jadi saya sangat dekat dengan keluarga ini."
__ADS_1
Berarti dokter ini adalah adik dari Oma Faith. Aku harus lebih berhati-hati.
"Baiklah. Kalau begitu, aku bisa meninggalkan Alana di sini dengan aman."
"Oh, jadi ini putri Alana?"
"Iya."
"Kau pacarnya?"
"Eh..., aku adalah temannya."
"Saya merasa pernah melihatmu. Tapi dimana, saya juga lupa."
"Saya adalah Gabrian Dawson. Saudara kembar Gabriel Dawson yang menikah dengan Eilaria Thomson."
Dokter Helena mengangguk sambil tersenyum. "Benar. Saya melihat foto pernikahan Eil dan suaminya. Ternyata kamu kembarannya? Keluarga Thomson tak pernah mengatakan kalau suami Eil punya saudara kembar."
"Aku sudah lima tahun ada di London untuk kuliah sekaligus berbisnis."
"Oh begitu ya?"
"Saya ada keperluan penting. Bolehkah Alana saya tinggalkan?"
"Tentu saja. Terima kasih sudah membawa Alana ke sini."
Andrea yang membukakan pintu begitu Gabrian tiba di sana. "Kau.....!"
"Aku mau bertemu dengan Oliver."
"Oliver sedang pergi. Dia mengurus beberapa hal karena besok ia akan kembali ke Jakarta. Masuklah, Gabrian!"
Gabrian masuk. Keduanya duduk di ruangan tamu sambil berhadapan.
"Kamu pasti sudah tahu siapa aku."
"Ya. Oliver mengatakannya."
"Kalau begitu, tinggalkan Oliver. Jangan minta dia datang ke London. Kau tahu kalau dia sudah punya istri dan anak."
Andrea menunduk. "Aku tahu. Hanya saja kehamilan ini membuat aku selalu ingin dekat dengannya. Dan disaat aku akhirnya harus berterus terang dengan orang tuaku, Oliver harus ada bersamaku."
"Kenapa Oliver harus ada bersamamu? Dia kan tak mungkin akan menikahi mu?"
"Setidaknya keluargaku tahu kalau aku hamil bukan karena pergaulan bebas. Aku dijebak. Aku juga tak ingin berada disituasi seperti ini. Namun aku butuh Oliver setidaknya sampai aku melahirkan. Karena hamil tanpa ada seorang lelaki di sisiku adalah aib terbesar. Di kerajaan kami punya aturan, seorang gadis bangsawan hanya boleh menyerahkan kesuciannya pada pria yang akan menikahinya."
"Bagaimana nasib anak itu kelak?"
__ADS_1
"Aku akan menjaganya dengan baik. Aku tidak akan memberikannya pada Oliver. Walaupun mungkin seumur hidup aku tak akan pernah kembali ke istana." Air mata Andrea jatuh. Ia memegang perutnya. "Tinggal beberapa bulan lagi aku akan melahirkan. Setelah itu aku tak akan menganggu Oliver lagi."
Gabrian mendengus kesal. "Bagaimana kalau aku yang akan menikah denganmu?"
"Apa?"
"Ya. Aku akan menikahimu untuk menyelamatkan harga dirimu dan juga keluargamu."
"Bagaimana kita akan menikah jika kita tak saling mencintai?"
"Itu persoalan gampang. Kita dapat bercerai setelah anak itu lahir."
"Pernikahan bukan permainan."
"Tapi dengan tetap meminta Oliver untuk datang setiap kali kau membutuhkannya justru itu akan menghancurkan pernikahan sepupuku dengan Oliver. Kau bahkan mengirimkan dia SMS dengan panggilan sayang."
"Aku memang jatuh cinta padanya."
"Apa?" Gabrian terkejut mendengarnya.
Andrea menghapus air matanya. "Aku memang menyukai Oliver. Namun aku tak ingin menganggu hubungan rumah tangganya. Aku akan memenuhi janjiku kalau aku akan melepaskannya jika anak ini sudah lahir."
"Menikahlah denganku, Andrea."
"Gabrian.....!"
Gabrian dan Andrea sama-sama menoleh. Oliver berdiri di depan pintu masuk.
"Oliver. Baguslah kalau datang. Aku ingin menawarkan solusi bagi kalian berdua." kata Gabrian.
"Aku sudah mendengarnya." Kata Oliver lalu ia melangkah masuk. Baru saja Gabrian akan bicara, ia terkejut melihat siapa yang baru berdiri di depan pintu.
"Kak Eca?"
Alexa menatap mereka bertiga. Matanya sembab dan agak bengkak. Sepertinya ia menangis sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju London. Ia juga terlihat sangat lelah.
"Eca....?" Oliver terkejut melihat Alexa yang berdiri di depan pintu. Oliver langsung berdiri dan mendekati Alexa.
"Bagaimana kau bisa ada di sini. Siapa yang memberitahumu? Apakah Ian?"
Alexa tersenyum. Ia kini bagaikan malaikat pencabut nyawa bagi Oliver. "Bukan. Ian menyembunyikan semuanya dariku. Namun Tuhan menunjukan semuanya padaku. Aku membuktikan dengan mata kepalaku sendiri bahwa kau menghianatiku. Mengapa Oliver? Mengapa kau lakukan ini padaku?" tanya Alexa sangat lemah dan akhirnya ia jatuh pingsan dalam dekapan Oliver.
**********
Semakin bingung kan?
Tenang saja, satu persatu semua akan terselesaikan. Apakah Gabrian akan menikahi Andrea? Pasti banyak yang nggak setuju. Apalagi Alana yang sudah jatuh cinta pada Gabrian. Bagaimana juga pertemuan Eilaria dengan Gabrian di London?
__ADS_1
Dukung emak terus ya guys....