
Perlahan Gabrian melepaskan pelukannya pada tubuh Angelia.
"Anak manis, kita akan bicara lagi nanti. Tapi bolehkah kali ini paman bicara dengan mommy mu?" tanya Gabrian walaupun sesungguhnya ia belum mau melepaskan gadis kecil itu.
"Ok, uncle." Katanya lalu turun dari pangkuan Gabrian. Mata cantiknya menatap Gabriel. Ia kemudian tersenyum. "hello uncle, do you have the same face? Like me and my sister Bernetha"
"Yes." Jawab Gabriel lalu mengelus pipi Angelia. Ia gemas dengan anak cantik itu.
Setelah Angelia pergi, Gabrian menatap Alana yang nampak tegang. "Aku Gabrian dan ini saudara kembar ku Gabriel. Apa kabar, Alana?"
"Baik." Jawab Alana singkat.
"Kamu mungkin terkejut dengan kedatangan kami. Namun aku juga lebih terkejut saat tahu kenyataannya bahwa si kembar Angelia dan Bernetha adalah anakku."
"Apa maksudmu? Mereka adalah anakku. Itu adalah foto perkawinan ku dengan suamiku." Kata Alana sambil menunjuk sebuah foto pernikahan yang ada di dinding.
Tangan Gabrian mengambil sebuah amplop coklat dari saku kemejanya. Ia lalu menyerahkannya pada Alana. "Kami sudah melakukan tes untuk membuktikan bahwa Angelia dan aku cocok sebagai ayah dan anak sesuai dengan hasil tes melalui rambut kami m Jangan kau tanya bagaimana kami bisa melakukannya. Namun jika kau masih bersikeras untuk mengatakan kalau mereka adalah anak-anakmu bersama dengan suamimu, maka aku akan menuntut secara hukum. Apalagi kedua anak itu terdaftar dengan nama Dawson. Tentu lebih muda bagiku untuk membuktikannya."
"Gabrian! Jangan kau usik kehidupan si kembar." Kata Alana tegas. Nampak ketakutan mulai memancar dari matanya.
"Di mana Andrea?" tanya Gabrian tak sabar.
"Kamu tak akan bisa bertemu dengan Andrea lagi."
"Kenapa?" .
"Karena Andrea sudah memutuskan untuk menjauh dari kehidupan dunia ini."
"Apakah dia meninggal?" Tanya Gabrian dengan rasa ketakutan yang mendalam.
Alana menggeleng. "Dia masih hidup namun dia memilih untuk menjalani hidupnya sebagai seorang lady love flower."
"Maksudnya?"
"Di kerajaan kami, ada beberapa perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan ke seluruh dunia. Salah satu syarat untuk menjadi seorang lady love flower adalah tidak akan pernah menikah seumur hidupnya. Mereka akan menjalani pertapaan selama 1 tahun untuk membunuh seluruh napsu duniawi dan akhirnya mengangkat sumpah untuk hidup hanya untuk pelayanan kasih bagi sesama. Mereka ibarat seorang biarawati."
Hancur hati Gabrian mendengar keputusan hidup yang diambil oleh Andrea untuk ia jalani.
"Kenapa sampai Andrea mau melakukan itu?" tanya Gabrian dengan mata yang berkaca-kaca.
"Karena ia ingin menebus kesalahannya. Pertama, ia hamil sebelum menikah. Lalu kemudian bercerai dan akhirnya hamil lagi saat sudah resmi bercerai. Demi melahirkan Angelia dan Bernetha, Andrea rela gelarnya sebagai putri kerajaan dicabut. Makanya ia bisa menjadi lady lover flower karena putri bangsawan tidak boleh menjadi lady lover flower. Dia kemudian memintaku untuk menjaga anak-anak nya. Dia menemani mereka seperti nama anaknya yang meninggal. Katanya nama itu adalah nama yang diberikan oleh mantan mertuanya yang sangat baik hati."
__ADS_1
Gabrian mengusap wajahnya dengan kasar seiring dengan air matanya yang mengalir.
"Tak dapatkah aku bertemu dengannya, Alana? Aku mencintai Andrea. Pagi itu, saat ia akan pergi sebenarnya aku ingin mengatakan kalau aku mencintainya. Aku ingin pernikahan kami berjalan sebagaimana mestinya. Namun Andrea pergi tanpa mendengar kan apapun darinya. Selama 5 tahun ini, aku terus memimpikannya. Aku bahkan enggan dekat dengan gadis manapun juga. Seperti ada sesuatu yang mengikat aku dengan dirinya. Ternyata kami punya anak."
Wajah Gabriel pun tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia dapat merasakan bagaimana galaunya perasaan Gabrian.
"Si kembar tak pernah tahu kalau mamanya bukan aku. Mungkin karena kesamaan wajah kami. Karena itulah, aku mohon jangan membingungkan mereka." Kata Alana.
"Aku adalah papa mereka, Alana. Aku punya hak untuk itu."
Alana tak tahu harus menjawab apa. Inilah yang ia takutkan. Kenyataan tentang si kembar akhirnya akan diketahui. Ia sebenarnya sudah protes pada Andrea mengenai nama Dawson yang ia gunakan untuk kedua putrinya. Namun Andrea yakin pasti keberadaan mereka tak akan diketahui jika tinggal di luar UK.
"Aku akan kembali, Alana. Maaf, jika saat ini aku tak ingin jauh dari mereka. Dan kau jangan pernah menyembunyikan mereka atau berniat pergi. Karena aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia sekalipun untuk menemukan anak-anakku." Kata Gabrian tegas dan penuh penekanan membuat Gabriel sedikit terkejut melihat perubahan sikap Gabrian. Kakak kembarnya itu bukanlah orang yang pemaksa seperti dirinya.
Alana hanya bisa menatap kepergian si kembar. Hatinya galau. Bahkan ketika Inzagi, suaminya pulang, Alana pun terlihat tegang.
Inzagi Boluci adalah suami Alana yang dinikahinya setahun yang lalu. Pria berkebangsaan Italy itu adalah seorang bangsawan yang berprofesi sebagai pengusaha. Pria yang 10 tahun lebih tua dari Alana ini sangat baik dan penyayang. Mereka menikah karena dijodohkan oleh opa Arnold. Inzagi tahu kalau Alana tak mencintainya. Ia tahu bahwa Alana menikahinya agar bisa merawat anak-anak Andrea. Namun ia tetap memperlakukan Alana dengan lembut. Itulah sebabnya, di bulan keenam setelah pernikahan mereka, Alana menyerahkan dirinya secara utuh untuk dimiliki oleh Inzagi. Dan pria itu semakin sayang pada Alana saat tahu bahwa istrinya itu masih perawan.
"Aku harus bagaimana? Gabrian memang ayah dari si kembar." Kata Alana selesai ia menceritakan kedatangan Gabrian dan Gabriel tadi siang.
Inzagi memeluk istrinya yang duduk di sampingnya. "Honey, aku sudah menyayangi si kembar seperti anakku sendiri. Tapi, kita memang tak bisa menutup mata dengan kehadiran Gabrian. Dia punya hak atas mereka. Karena itu, biarkanlah Gabrian menemui si kembar. Namun si kembar akan tetap tinggal bersama kita."
Alana mendongak dan menatap Inzagi. "Menurutmu begitu?"
Kepala Alana menggeleng. "Aku memang pernah mencintainya, sayang. Namun sejak aku menyerahkan diriku kepadamu, aku sudah tak pernah memikirkan dia lagi. Aku bahkan merasa bahwa akhir-akhir ini, hatiku mulai terikat padamu."
"Benarkah?"
Alana menjauhkan dirinya sedikit agar dapat memandang wajah suaminya. Ia lalu mengambil tangan suaminya dan meletakan di atas perutnya. "Aku merasa bahwa buah cinta kita sedang tumbuh di sini."
Inzagi terkejut. "Ka...kamu hamil?"
"Aku memang belum melakukan test atau pergi ke dokter. Namun aku sangat yakin kalau sekarang aku sedang hamil. Aku sering merasa mual di pagi hari selama seminggu ini. Kalau aku mau hitung, aku sudah 3 Minggu terlambat datang bulan."
Inzagi tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia kembali menarik Alana untuk ada dalam pelukannya. "Terima kasih, sayang. Terima kasih sudah memberikan aku kebahagiaan ini.
Ada senyum kebahagiaan di bibir Alana saat melihat suaminya bahagia. Ia yakin bahwa ia pasti akan mencintai Inzagi secara utuh dan mereka akan berbahagia. Alana tiba-tiba saja memikirkan Andrea. Apakah Andrea berbahagia dengan jalan hidup yang dipilihnya?
*********
Akhirnya, Alana mengijinkan Gabrian datang menemui anak-anaknya. Sudah seminggu ini, Gabrian bermain dengan mereka. Bernetha yang awalnya bersikap cuek pada Gabrian, akhirnya bisa menjadi akrab.
__ADS_1
Giani dan Jero sudah tahu tentang anak Gabrian. Mereka bahkan sudah sekali bertemu dengan si kembar. Giani sampai menangis haru karena tak percaya kalau ia sudah memiliki 2 orang cucu. Gabrian meminta agar jangan dulu mengatakan apa-apa tentang hubungan mereka. Ia ingin si kembar menyayangi dan mencintainya dulu barulah ia akan memperkenalkan diri sebagai papa mereka. Walaupun hatinya sakit setiap kali mendengar si kembar memanggilnya uncle dan memanggil Inzagi dengan sebutan Daddy.
***********
Hari ini, sepulang dari kantor, Gabrian langsung mampir di toko kue. Si kembar sangat menyukai kue apa saja yang memiliki rasa strawberry. Makanya Ian membeli beberapa jenis kue dengan rasa itu.
Ia tiba di rumah Alana dan langsung disambut oleh si kembar dengan antusias.
"Uncle.....!" sambut si kembar dan langsung berlari dan memeluk Gabrian yang sudah menunggu mereka.
Alana memperhatikan bagaimana mereka berinteraksi dengan Ian, bagaimana si kembar akan tertawa bahagia saat Gabrian membacakan cerita lucu untuk mereka. Malam ini, si kembar bahkan tak mengijinkan Gabrian pulang. Akhirnya Gabrian menemani mereka tidur dan ia akhirnya keluar dari kamar mereka ketika anak-anak nya itu sudah tertidur.
"Aku permisi dulu, ya?" pamit Gabrian.
Alana sedang duduk sambil menonton TV bersama Inzagi saat Gabrian pamit pulang.
"Ian, boleh kita bicara sebentar?" tanya Alana.
Gabrian akhirnya duduk di hadapan pasangan suami istri itu.
"Ada apa, Alana?"
"Apakah kamu ingin bertemu dengan Andrea?" tanya Alana.
"Apakah boleh?"
"Sebenarnya tidak boleh. Namun aku akan mencari cara agar Andrea bisa bertemu denganmu. Aku ingin kalian berbicara. Aku ingin Andrea sendiri yang menceritakan mengapa ia tak mau memberitahukan kepadamu tentang kehamilannya."
Ada pancaran kebahagiaan di wajah Gabrian. "Tentu saja aku mau. Aku bahkan sangat ingin melihat Andrea."
"Kalau begitu, bersiaplah. 3 hari lagi kita akan pergi ke UK."
Hati Gabrian membuncah dengan rasa bahagia. Ia menjadi tak sabar menanti 3 hari lagi.
***********
Bagaimana pertemuan Andrea dan Gabrian?
Terus bagaimana juga hubungan Iel dan Eil?
Ada yang penasaran kabarnya mas Oli dan mba Eca?
__ADS_1
Tenang ya..., emak akan mengupas akhir cerita mereka satu persatu.