Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Kebenaran Yang Terkuak


__ADS_3

Mobil Gabrian berhenti di salah satu kawasan apartemen mewah.


"Di sini tempat tinggal mu?" tanya Gabriel sambil menatap Eilaria yang duduk di sampingnya. Gabriel memutuskan untuk mengantarkan Eil pulang karena perempuan itu terlihat masih lemah. Mobil Eil akan dibawa oleh salah satu anak buahnya.


"Iya. Terima kasih ya sudah mengantarkan aku ke tempat ini."Kata Eilaria sambil membuka sabuk pengamannya. Ia merasa agak kesulitan membukanya sehingga Gabriel memajukan tubuhnya dan membantu Eil melepaskan sabuk pengaman itu.


Saat tubuh mereka menjadi begitu dekat, Eil merasakan detak jantungnya berdebar sangat cepat. Harum minyak wangi Iel yang dulu begitu sangat ia sukai, kini bisa diciumnya lagi. Eilaria memejamkan matanya, seakan menikmati semuanya itu sampai akhirnya suara Gabriel terdengar. "Sudah selesai."


Wajah Eilaria merona saat ia menyadari kalau Gabriel sedang menatapnya.


"Te...terima kasih sudah mengantarku, Iel." Eilaria membuka pintu mobil namun sebelum ia turun, Gabriel menahan tangannya membuat darah Eilaria berdesir. Ia ingat pertama kali Gabriel menyentuh nya saat pria itu menyatakan cintanya.


"Apa kamu bisa masuk sendiri? Perlu aku temani ke atas?" tanya Iel tanpa melepaskan pegangan tangannya.


"Eh, aku bisa sendiri." Kata Eilaria.


Gabriel perlahan melepaskan tangannya yang memegang tangan Eilaria.


"Sekali lagi terima kasih." Kata Eil lalu segera melangkah turun. Sesampai di dalam lobby apartemen, Eilaria menyesal tak mengajak Iel untuk mampir. Ah, bodohnya aku. Kapan kami akan bertemu lagi?


Saat Eilaria masuk, Gabriel sebenarnya belum pergi dari tempat parkir. Ia masih menatap gedung apartemen itu. Hatinya begitu ingin agar Eil mengajaknya masuk. Namun ia juga tak ingin memaksa. Seperti yang Iel katakan pada Ian bahwa ia tak akan mengejar Eil lagi.


Akhirnya, Iel pun meninggalkan kawasan apartemen itu. Dalam perjalanan kembali ke kantornya, Iel menerima telepon dari sahabatnya yang menjadi pengelola perumahan elit tempat tinggal Alana. Iel pun semakin cepat melajukan mobilnya karena ia tak tahan ingin segera mengabarkannya pada Ian.


"Aku punya berita penting."Kata Gabriel saat memasuki ruangan Gabrian.


"Ada apa?"


Gabriel duduk di depan meja kerja Gabrian. "Temanku yang menjadi pengolah perumahan itu baru saja meneleponku. Ia mengatakan kalau rumah itu di beli atas nama Andrea Manola. Namun kini ditempati oleh Alana Manola karena Andrea sudah kembali ke UK. Kedua anak kembar itu bernama Angelia dan Bernetha. Namun mereka didaftarkan dengan nama Angelia Dawson dan Bernetha Dawson."


"Apa?" Gabrian terkejut.


"Aku juga sangat terkejut mendengarnya. Ku pikir kalau lelaki itu yang mungkin suami Alana bermarga sama seperti kita."


Gabrian diam sejenak. Terbayang kembali 3 hari penuh gairah yang dilaluinya bersama Andrea. "Iel, apakah menurutmu anak-anak itu adalah anaknya Andrea? Aku ingat, sebelum Andrea pergi, kami menghabiskan 3 hari sambil berhubungan intim. Apakah mungkin Andrea hamil? Coba kau pikirkan, kenapa gadis kembar itu harus dinamakan Angelia dan Bernetha? Bukankah anak kembar sering diberi nama dengan huruf awal yang sama? Mengapa juga anak-anak itu harus didaftarkan dengan nama Dawson? Apakah ini suatu kebetulan saja?"


Alis Gabriel terangkat. "Aku sebenarnya mau berkomentar bahwa anak-anak itu kenapa jadi mirip kita berdua ya? Tapi aku menyimpan pertanyaan itu begitu saja dalam hatiku."

__ADS_1


"Bagaimana cara kita mengetahuinya? Bagaimana kalau sikap Alana yang super cuek padaku karena ia ingin menutupi kebenaran yang ada?" tanya Gabrian frustasi.


Gabriel diam sejenak, lalu ia tersenyum. "Serahkan semuanya kepadaku."


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Tenang saja." Ujar Gabriel sambil tersenyum penuh misteri.


*********


Sudah 2 hari ini Eilaria dilanda kegelisahan. Entah mengapa ia ingin menemui Gabriel. Namun ada rasa gengsi dalam hatinya untuk menghubungi Gabriel lebih dulu. Ia sudah mendapatkan nomor ponsel Gabriel dari sekretarisnya.


Zack pun hari ini mengajak Eil untuk makan siang bersama. Karena sudah beberapa kali Eilaria menolaknya, maka hari ini ia terpaksa menerima ajakan Zack untuk makan siang.


Mereka pun tiba di salah satu restoran ternama yang ada di kota Manhattan ini. Setelah memesan makanan, keduanya pun ngobrol sambil menikmati anggur yang sangat lezat. Obrolan mereka yang awalnya baik, menjadi tidak fokus ketika Eilaria melihat Gabriel yang masuk ke dalam restoran itu bersama Gabby. Dan sialnya lagi, mereka duduk di salah satu meja yang sangat dekat dengan meja yang Eil dan Zack tempati.


Hati Eilaria tak dapat memungkirinya. Ia sangat cemburu melihat kedekatan Gabby dengan Gabriel. Apalagi keduanya nampak mengobrol dengan senang hati dan sesekali tertawa bersama.


"Itukan salah satu dari si kembar Dawson?" tunjuk Zack saat makanan pesanan mereka sudah datang dan ia melihat Gabriel yang baru kembali dari toilet.


"Iya. Namanya Gabriel Dawson."


"Hanya menebak saja. Karena waktu diperayaan ulang tahun perusahaan mu, ia juga datang dengan gadis itu."


"Aku tak bisa membayangkan gadis itu berada diantara si kembar Dawson. Pastilah sering bingung membedakannya. Ibarat 2 wajah dengan 1 cinta saja. Mau Gabriel atau Gabrian, sama saja."


Perkataan Zack seperti sesuatu yang menusuk tajam sampai kedalaman hati Eilaria. Itulah yang ia alami. Kebingungan diantara 1 cinta yang ia memiliki terhadap 2 wajah yang tak dapat ia bedakan. Namun pertemuan kembali setelah 5 tahun berpisah membuat Eilaria semakin sadar, Gabrian mungkin membuatnya jatuh cinta pertama kali dengan wajahnya. Namun Gabriel adalah pria yang membuatnya jatuh cinta karena kegigihannya mengejar Eilaria di awal pertemuan mereka. Eil juga mengerti, walaupun awalnya Gabrian juga mencintainya pada pertemuan pertama itu, namun ia sudah membuang harapan untuk bersama Eil. Karena bukanlah sesuatu yang mudah, setelah menikahi adiknya, dan akhirnya ia akan bersama dengan kakaknya.


"Eil, kenapa nggak dimakan makanannya? Nggak enak ya?"


Eilaria tersentak dari lamunannya. Ia pun tersenyum pada Zack lalu mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya. Sungguh, selera makannya sudah hilang. Apalagi saat Eil tahu, Gabriel sudah melihatnya namun cuek padanya.


*********


"Ini hasil pemeriksaan helai rambutmu dan rambut salah satu anak kembar Alana." Kata Gabriel sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat di tangannya.


Gabrian menerima amplop itu. "Dari mana kau mendapatkan helai rambut salah satu anak kembar Alana?"

__ADS_1


"Tuhan memang sangat baik pada kita. Kamu masih ingat kan dengan temanku yang mengelolah kawasan perumahan elit itu? Anaknya satu sekolah taman kanak-kanak dengan si kembar. Saat mereka bermain, temanku itu secara diam-diam menggunting beberapa helai rambut salah satu dari si kembar saat pengasuhnya lengah. Dan aku langsung membawanya ke lab bersama dengan beberapa helai rambutmu yang kutemukan di kamarmu. Bukalah. Aku juga sangat penasaran dengan hasilnya."


Gabrian membukanya dengan tak sabar. Ia membacanya secara bersamaan dengan Iel. Mata kedua saudara kembar itu langsung terbelalak melihat hasilnya. 99,99% cocok sebagai ayah dan anak.


Air mata Gabrian langsung jatuh tanpa bisa ditahannya. Ada perasaan yang sangat sulit Ian jelaskan memenuhi rongga dadanya. Membayangkan kalau ia adalah ayah dari si kembar Angelia dan Bernetha membuat perasaan kebapakannya muncul.


"Aku memiliki anak, Iel. Mereka adalah darah daging ku. Rasanya tak percaya. Andrea ternyata hamil setelah percintaan kami selama 3 hari di Bali. Pantas saja aku tak bisa melupakannya. Seperti ada sesuatu yang mengikat hatiku kepadanya. Aku juga sendiri heran dengan diriku, setelah menandatangani surat perceraian itu, aku merasa gelisah. 5 tahun belakangan ini aku hidup dalam mimpi. Bukan mimpi pada cinta pertamaku bersama Eilaria. Namun mimpi tentang Andrea. Semua yang kami lalui selama 3 hari di Bali itu sangat membekas di hatiku. Dan itulah yang membuat aku selalu menolak setiap gadis yang bunda tawarkan kepadaku."


Gabriel turut merasakan apa yang dirasakan eh saudara kembarnya ini.


"Apa yang akan kamu lakukan, Ian?"


"Aku akan pergi sekarang juga ke rumah Alana." Kata Gabrian lalu berdiri dari kursi kerjanya.


"Perlu aku temani?" tanya Gabriel.


"Tentu saja, Iel. Aku ingin kau bersamaku."


Kedua saudara kembar itu pun berangkat ke rumah Alana. Seorang asisten rumah tangga yang membukakan pintu. Ia kemudian memanggil Alana. Saat Alana keluarga, Gabrian memang yakin kalau itu adalah Alana dari baju yang dipakainya. Gaun rumahan berwarna coklat polos tanpa motif.


"Kalian?" Alana terkejut melihat kedatangan si kembar Dawson.


Tepat di saat itu, Angelia memasuki ruang tamu. Ia menatap Gabrian dan Gabriel secara bergantian namun akhirnya secara naluri ia mendekati ke arah Gabrian.


"Hallo, uncle." Sapa Angelia sambil menyentuh tangan Gabrian.


Tak bisa menahan dirinya, Gabrian langsung memeluk Angelia dengan penuh rasa haru.


"Uncle, why hug me? Do you miss me?" (paman mengapa kau memelukku? Apakah kau merindukan aku?) tanya Angelia sambil menepuk punggung Gabrian dengan senyum manisnya.


Alana merasakan kakinya goyah. Ia memegang sandaran kursi yang ada di samping nya lalu perlahan duduk di hadapan Gabrian dan Gabriel.


********


Maunya Andrea sama Gabrian?


atau Gabrian sama Alana???

__ADS_1


dukung emak terus ya guys


__ADS_2