Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Lamaran


__ADS_3

Ada senyum kebahagiaan yang selalu terpancar di wajah Eilaria ketika ia datang ke kantor pagi ini. Ia bagaikan jatuh cinta lagi, pada wajah yang sama namun dalam nuansa yang berbeda.


"Eil, apakah kau rujuk lagi dengan suamimu?" Tanya Brandon saat melihat Eilaria yang masuk kantor agak terlambat di hari ini.


"Tahu dari mana?"


"Postingan mu di medsos. Zack sampai marah-marah ke aku."


"Ngapain juga ia harus marah-marah. Memangnya aku pernah memberikan dia harapan?"


"Dia terlanjur cinta padamu, Eil."


"Sayangnya aku nggak cinta sama dia. Aku sudah balikan lagi dengan Gabriel. Aku menyadari bahwa aku mencintainya dan tak mau kehilangan dia lagi."


"Kau keterlaluan, Eil."


"Brandon, cinta itu nggak boleh dipaksakan. Jadi sekarang, tinggalkan aku karena masih banyak pekerjaan yang aku harus selesaikan."


Brandon meninggalkan ruangan Eilaria dengan kesal. Tak lama kemudian ponsel Eilaria berbunyi. Ia tersenyum senang melihat nama Gabriel yang ada di sana.


"Hallo Iel."


"Hallo sayang. Aku sudah merindukanmu."


"Kita baru saja berpisah beberapa jam yang lalu." kata Eilaria sambil tersenyum. 2 malam sudah Gabriel tidur di apartemen nya. Walaupun mereka hanya saling berpelukan saja tanpa melakukan apa-apa namun Eilaria sangat bahagia.


"Malam ini Gerry akan jemput kamu di apartemen. Pakai gaun yang sudah aku siapkan dan aku akan menunggumu di restoran ya?"


"Kenapa bukan kamu saja yang menjemput aku?"


"Aku sedang menyiapkan kejutan untukmu."


"Wah, jadi tak sabar menunggunya."


Terdengar kekehan Gabriel. "Aku tunggu kamu ya? Bye...."


Eilaria meletakan ponselnya di atas meja lalu mulai membuka laporan proyek yang sudah diletakkan sekretarisnya di atas meja.


*********


Malam ini, Andrea sudah bersiap untuk pergi makan malam dengan Gabrian. Si kembar sudah sejak pulang sekolah dijemput oleh Oma Giani.


Perempuan itu menggunakan gaun mini dress bercorak bunga mawar dengan model tangan Sabrina. Gaun dan sepatu ini dikirimkan oleh Gabrian. Rambutnya di sanggul rapih dan sepatu high heels berwarna perak berbentuk tali dan ada bunga kecil di sisi kiri dan kanan. Andrea sangat suka.


Setelah ia selesai, pintu rumah pun berbunyi dan Andrea kaget saat melihat kalau yang menjemputnya adalah Joselin.


"Ian kemana?" tanya Andrea saat keduanya sudah dalam perjalanan.


"Ian sudah lebih dulu ke restoran. Tahulah si kembar sangat antusias untuk membantu ayah mereka."


"Membantu apa?"


"Kakak lihat aja di sana. Ada kejutan yang mereka siapkan untuk kakak."


Andrea pun menjadi sangat penasaran.


Saat mereka tiba di tempat parkir restoran yang ada di pinggiran kota itu, restoran nampak sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang ada di sana dan Andrea tahu kalau itu milik daddy Jero, Ian, Eil dan juga kendaraan milik Gerry yang baru saja parkir di samping mobil milik Joselin.


"Eil...!"


"Andrea...!"


Kedua perempuan cantik itu saling menyapa dan saling berpelukan.

__ADS_1


Mereka berempat pun masuk bersama.


Seperti yang sudah Andrea duga, restoran ini hanya dipesan khusus oleh keluarga Dawson.


Hanya ada 3 meja yang tersedia di sana. Gabrian dan Gabriel berdiri di depan ketiga meja itu. Di belakang mereka ada hiasan bunga yang sangat cantik.


Andrea dan Eilaria saling berhadapan. Mereka bingung dengan apa yang terjadi. Alunan musik piano yang sangat lembut pun dimainkan oleh seorang pria.


"Ada apa ini?" tanya Andrea sambil menatap Eilaria yang berjalan di sampingnya.


Bernetha mendekati Andrea dan memegang tangannya. Sementara Angelia memegang tangan Eilaria.


Kedua gadis menggunakan baju ala princes barby yang menjadi film kartun kesayangan mereka.


Bernetha mengantar Andrea sampai di depan Gabrian dan Angelia mengantar Eilaria sampai di depan Gabriel.


"Eilaria, maukah kau menjalani pernikahan ini dengan ku sekali lagi?" tanya Gabriel sambil berlutut di depan Eil.


"Iel...." Wajah Eilaria menjadi merah padam.


"Kamu mau kan?"


"Tentu saja aku mau."


Gabriel langsung berdiri dan memeluk Eilaria dengan sangat lembut sambil mengecup bibir Eil dengan sangat lembut. Lalu memasukan sebuah cincin berlian ke jari manis Eil.


"Yess.....!" sorak Angelia. Ia merasa kalau tugasnya berhasil. Ia kini menatap Bernetha yang nampak tegang.


Gabrian pun berlutut di hadapan Andrea. "Andrea sayang, mari kita besarkan anak-anak kita bersama salam mahligai rumah tangga yang baru. Dulu, aku tak pernah melamar mu secara resmi. Saat ini, aku ingin melamar mu. Jadilah wanita terakhir dalam hidupku. Kamu mau kan?"


Air mata Andrea mengalir. Tangisnya pecah. Ia tak pernah berharap kalau Ian akan melakukan ini. Di cintai oleh Ian saja Andrea sudah merasa beruntung.


"Mommy, kenapa menangis? Mommy nggak suka ya sama daddy?" tanya Bernetha dengan mata berkaca-kaca. Ia sedih jika ia tak berhasil membuat mamanya menerima lamaran papanya seperti Iel dan Eil.


"Aku mau, Ian. Aku mau menjadi wanita terakhir dalam hidupmu." Kata Andrea membuat Bernetha melompat kegirangan.


Gabrian pun memasukan sebuah cincin berlian di jari manis Andrea.


Giani menatap kedua putranya yang kini meraih kebahagiaan mereka dengan wanita yang mereka cintai.


"Bee, aku sangat bahagia." Ujar Giani sambil melingkarkan tangannya di lengan Jero yang duduk di sampingnya.


"Kalau begitu, kamu mau kan kita pergi bulan madu lagi?" bisik Jero.


"Aku mau. Tapi ajak Lia dan Etha."


"Nanti mereka menganggu."


"Memangnya kamu sekarang ini bisa pergi berlama-lama tanpa merindukan cucumu lagi?"


Jero tersenyum. Sekarang saja ia merasa tak mau jauh dari cucunya.


Akhirnya, Giani memutuskan agar kedua anaknya itu mengikat lagi janji Kudus di depan pendeta. Dan rencananya mereka akan pergi ke Bali, karena Andrea sangat menginginkan mereka ada di sana.


Eilaria pun memberitahukan keluarganya yang ada di London. Mereka akan datang ke Bali sekaligus liburan bersama.


***********


"Iel, kamu mau menunggu sampai kita selesai membuat janji lagi di depan pendeta kan?" tanya Eil saat malam ini kembali Iel tak pulang ke rumahnya dan bermalam di apartemen Eilaria.


"Maksudnya?" Iel yang baru keluar dari kamar mandi menatap istrinya.


"Untuk itu...."

__ADS_1


"Untuk apa?"


Wajah Eil memerah. "Untuk malam pertama kita."


"Kenapa? Kau sudah selesai dengan tamu bulanan mu?"


"Belum Iel. ini kan baru hari ketiga. Maksudku adalah aku ingin malam pertama kita istimewa. Jadi bolehkah kita melakukannya saat kita berada di Bali?"


Gabriel duduk di tepi tempat tidur dan menarik istrinya agar duduk di pangkuannya.


"Baiklah. Walaupun jujur saja, aku sudah sangat ingin menyentuhmu, sayang."


"Hanya satu bulan saja."


"5 tahun saja aku masih bisa menahannya apalagi satu bulan?" Gabriel memegang dagu istrinya. "Aku mencintaimu kamu, Eil."


"Aku juga mencintai kamu, Iel."


Lalu keduanya berciuman secara mesra.


**********


Semenjak Andrea menerima lamaran Gabrian, Andrea sudah pindah ke rumah keluarga Dawson. Tentu saja Giani dan Jero senang karena mereka kini bisa tinggal bersama cucu mereka.


Ian selalu menikmati malam indahnya bersama Andrea. Mereka bagaikan pasangan baru yang tiada henti-hentinya bercinta.


Untung saja anak-anak mereka selalu tidur bersama Jero dan Giani. Jadi tak ada yang menganggu.


"Ian, setelah acara di Bali, kita tinggal di Indonesia saja ya?" ujar Andrea. Mereka baru saja selesai bercinta dan saling berpelukan dalam keadaan polos dibawa selimut.


Gabrian menatap Andrea tak percaya. "Sungguh? Kau mau tinggal di Indonesia?"


"Kemana lagi aku harus tinggal? Bukankah seorang istri harus ikut suaminya?"


Gabrian kembali memeluk Andrea. "Aku sangat senang jika kau mau tinggal di Jakarta. Aku ingin kita menambah momongan lagi."


"Mungkinkah dia kini sedang tumbuh di dalam perutku?" tanya Andrea sambil mengusap perutnya.


"Oh ya?"


"Minggu ini adalah masa suburku."


Tangan Ian langsung mengusap perut Andrea. "Semoga sayang. Semoga!"


"Amin..."


*********


1 Minggu sebelum acara ucap janji kembali digelar, keluarga Dawson bersama para menantu dan cucunya berangkat langsung ke Bali.


Orang tua Eilaria juga sudah ada di sana.


Dan tanpa mereka duga juga keluarga Manola pun akhirnya datang. Memberikan kejutan bagi Andrea karena Keegan akhirnya mengambil sikap untuk membela putrinya saat Alana mengatakan kalau berkas perceraian antara Ian dan Andrea adalah tidak benar karena bukan tanda tangan asli dari Gabrian.


Maka bertemulah keluarga super hot ini. Thomson, Aslon, Manola dan Dawson.


Alexa, Oliver dan anak-anak mereka juga datang. Bagaimana pertemuan Andrea dan Oliver setelah 5 tahun berlalu??


**********


Guys, maaf bab ini agak pendek karena emak capek banget.


Episode berikut aku akan menceritakan kisah bagaimana proses pemulihan hubungan rumah tangga Eca dan Oliver.

__ADS_1


__ADS_2