
Keputusan Andrea selama ini memang sudah bulat. Ia akan meninggalkan semua hal berbau duniawi dan mengabdikan hidupnya untuk berbagi kasih bagi orang lain. Andrea bahkan sudah setuju kalau bulan depan ia akan berangkat ke Afrika untuk bergabung dengan misi kemanusiaan dari beberapa yayasan. Andrea ingin menebus seluruh kesalahan hidupnya. Ia percaya jika anak-anaknya dewasa kelak dan Alana akan menceritakan semuanya, mereka pasti akan mengerti.
Namun, kehadiran Gabrian Dawson hari ini sungguh mengguncang hatinya. Andrea yang begitu yakin dengan keputusannya kini menjadi galau.
"Andrea, mengapa belum tidur? Angin malam tak baik untuk kesehatanmu." Ibu Isaura datang menemuinya yang berdiri di balkon lantai dua.
"Aku belum mengantuk, Bu."
"Ini sudah jam 1 subuh. Kau biasanya sangat disiplin dengan waktu tidurmu. Ada apa?"
Andrea tertunduk. Ia tak bisa menyembunyikan apapun dengan ibu Isaura yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri. Akhirnya Andrea menceritakan semua yang terjadi.
"Jadi, dia adalah ayah dari anak-anak mu?"
"Iya. Dia mengatakan bahwa sebenarnya dia sudah mencintai aku sejak 5 tahun yang lalu. Jujur saja aku jadi bingung."
"Kau mencintainya."
"Tidak, ibu. Aku sudah membuang semua perasaan yang pernah ada diantara kami. Aku sungguh-sungguh ingin menjadi lady lover flower."
Isaura tersenyum. "Setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri. Dan cinta adalah sebuah anugerah yang sangat indah yang diberikan Tuhan dalam kehidupan kita. Karena itu jangan menahan cinta jika dia datang menghampiri hidup kita. Karena tak semua orang di dunia ini dapat merasakan mencintai dan dicintai. Ada yang menderita karena cintanya tak pernah kesampaian, ada yang akhirnya memilih bersama dengan orang yang tak dicintai. Karena itu lebih berbahagia jika cinta itu berbalas. Kalau memang Gabrian mencintaimu dan kau juga mencintainya, kenapa kalian tak bersama demi si kembar? Namun jika memang kau tak mencintai Gabrian lagi, kuatkan hatimu, lupakan masa lalu mu dan serahkanlah hidupmu hanya kepada Tuhan. Satu minggu lagi kau akan mengangkat sumpah di hadapan Tuhan, jika itu terjadi maka tak ada lagi jalan bagimu untuk kembali."
"Tapi, bu, aku sudah menetapkan hati untuk menembus semua kesalahan ku dengan hidup menurut cara ini."
"Tuhan Maha Pengampun. Kita punya banyak cara untuk meminta pengasihanNya. Salah satu cara adalah dengan merawat apa yang sudah Tuhan berikan padamu." Isaura menepuk pundak Andrea perlahan, lalu ia masuk ke dalam ruangan. Meninggalkan Andrea yang masih galau dengan isi hatinya.
***********
"Aku akan kembali ke Amerika hari ini. Gabrian sangat sedih karena ia tak bisa bertemu denganmu. Laki-laki di larang masuk ke tempat ini jika bukan seorang yang sudah diangkat sumpah. Aku hanya membawa surat yang dititipkannya padamu."Alana meletakan amplop berwarna biru itu. Ia kemudian melangkah perlahan. Di depan pintu Alana berhenti dan membalikan tubuhnya. "Andrea, aku memang pernah menyukai Gabrian namun kini aku sudah bahagia bersama Inzagi. Eilaria juga pernah mencintai Gabrian, namun kini dia justru sangat gelisah dengan Gabriel yang sepertinya ingin melepaskan dia. Aku pikir Eil pun sudah melepaskan perasaannya untuk Gabrian. Dan Gabrian, dia kini hanya mengharapkan cintamu. Jika kau memiliki perasaan yang sama dengannya, maka jangan biarkan ia menunggu. Karena ada banyak gadis yang siap merebut tempatmu di hati Ian." Kata Alana lalu segera meninggalkan tempat itu.
Andrea menatap surat itu. Ia membukanya secara perlahan dan membacanya dengan hati yang bergetar.
Dear Andrea ....
...semenjak aku mengenal apa itu cinta, aku pikir Eilaria adalah segalanya. Aku bahkan mengejarnya sampai ke Inggris. Aku begitu dekat dengan keluarga Thomson namun tak pernah bisa menemukannya. Aku justru ketemu Eil disaat ia sudah menjadi milik adikku. Cerita selanjutnya, kamu sudah tahu bagaimana. Lalu, aku bertemu dengan Alana, pertemuan itu sengaja terjadi karena aku ingin kenal dirimu lewat Alana. Awalnya, aku hanya ingin menyelamatkan pernikahan kak Alexa. Aku rela mengorbankan perasaanku pada Eil agar kak Alexa bahagia. Namun, kebersamaan kita selama satu tahun menumbuhkan sesuatu di dalam hatiku. Aku terbiasa tidur sekamar denganmu, aku terbiasa makan semeja dengan mu, aku terbiasa bermesraan denganmu walaupun itu hanya sandiwara. Dan saat aku melihatmu sedih dan terluka saat Angelia Bernetha meninggal, aku juga merasa terluka. Semua pelukan, belaian dan perhatian yang kuberikan padamu bukan lagi sebuah sandiwara. Apalagi saat kita menikmati 3 hari di Bali, aku semakin yakin dengan perasaan ku padamu....
Andrea......
...Haruskah kini aku mengalami patah hati untuk yang kedua kalinya? Selama 5 tahun ini, aku tak pernah membuka hati untuk gadis manapun juga. Bukannya aku tak kesepian. Aku bahkan merasa sangat kesepian. Namun setiap kali aku mencoba melirik gadis lain, bahkan Figia yang sudah sangat kukenal, aku selalu teringat akan dirimu....
__ADS_1
...aku ingin menikmati hidupku bersamamu, apalagi saat ku tahu ada anak kembar yang Tuhan berikan melalui apa yang kita lakukan selama 3 hari di Bali....
...Andrea...., aku mohon kepadamu, berilah kesempatan bagi kita untuk bahagia, sambil membesarkan anak-anak kita bersama. Aku percaya, Tuhan pun tak akan marah jika kau keluar dari tempat itu untuk menikmati kehidupanmu bersama ku dan si kembar....
Aku mohon, Andrea, bukalah hatimu
aku akan selalu menunggumu.
G A B R i A N
**********
Giani tersenyum bahagia saat melihat Jero yang memeluk Angelia sementara Gabriel sedang memeluk Bernetha. Kedua gadis itu sudah tertidur dengan lelapnya.
Sekalipun kembar, namun Angelia dan Bernetha memiliki perbedaan. Angelia memiliki lesung Pipit di sebelah kanan dan ada tahi lalat kecil di dagunya. Sedangkan Bernetha memiliki lesung Pipit di sebelah kirinya dan tanda lahir di punggung sebelah kanannya. Kedua gadis ini sebenarnya sangat mirip dengan Jeronimo yang berlesung pipit dan memiliki tanda lahir di punggung.
"Mereka pasti sudah kecapean bermain. Kenapa nggak dilepaskan di tempat tidur saja?" tanya Giani dengan pelan.
"Biar saja aku memeluknya seperti ini. Sebentar malam, Gabrian, Alana dan suaminya akan datang. Mereka pasti akan langsung membawa si kembar pergi. Kita harus menunggu satu minggu lagi untuk bersama mereka." Kata Jero sambil membelai wajah cucunya dengan penuh sayang.
"Iel, kau mau gantian? Mommy bisa memeluk Bernetha jika kau mau." ujar Giani.
"Daddy benar, biar saja kita memeluk mereka sepuasnya karena mereka pasti akan dibawa pergi setelah Alana datang. Aku nggak tahu bagaimana kabarnya pertemuan mereka. Aku harap agar boleh mendapatkan hasil yang baik untuk kebahagiaan si kembar." Kata Gabriel.
Sore hari, si kembar bangun dan segera di ajak bermain oleh Jero. Sebagai seorang opa, Jero terlihat begitu sayang kepada cucu kembarnya itu. Ia bahkan rela tak bekerja agar menghabiskan 4 hari kebersamaannya dengan mereka karena Alana menitipkan Si kembar sementara mereka ke UK.
Gabriel pun pamit sebentar untuk kembali ke lokasi proyek karena ia ingin mengecek beberapa hal. Sebagai salah satu arsitek yang merancang bangunan itu, tentu saja Gabriel harus selalu melakukan pemantauan.
Dan ia tak pernah lagi bertemu dengan Eilaria. Kangen? Tentu saja Iel kangen. Bohong jika ia tak kangen dengan Eil. Namun untuk saat ini, Iel ingin konsentrasi dulu dengan masalah Ian. Karena Ian sudah melakukan banyak hal selama ini padanya. Saatnya bagi Iel untuk berjuang bagi kebahagiaan Ian. Iel bahkan pernah berpikir untuk pergi menjauh seandainya Ian masih memiliki rasa untuk Eil dan mereka akhirnya memilih bersama. Namun kini, saat Ian mengatakan bahwa Andrea adalah gadis yang diinginkannya, Iel pun menghargainya. Ia juga sudah terlanjur sayang dengan si kembar.
**********
"Angelia belum mau pulang."
"Bernetha juga. Masih mau di sini bersama opa dan Oma. Boleh ya mommy?"
Alana menatap suaminya saat melihat kedua gadis kecil itu memeluk kaki Jero sambil menangis. Alana kini mengerti, darah memang lebih kental dari pada air. Sekuat apapun mereka berusaha memisahkan si kembar dari keluarga Dawson, takdir akan selalu mendekatkan mereka.
"Baiklah. Malam ini saja Angelia dan Bernetha tinggal di rumah opa dan Oma Dawson. Besok sore, saat Daddy pulang kerja, daddy akan menjemput kalian di sini. Boleh kan?" Ujar Inzagi. Bernetha dan Angelia mengangguk lalu segera berlari memeluk Alana dan Inzagi secara bergantian.
__ADS_1
Setelah Alana dan Inzagi pergi, Gabrian pun segera mandi dan menghabiskan waktunya dengan kedua anaknya. Sebenarnya Gabrian ingin tidur bersama mereka. Namun si kembar sudah nempel kayak perangko bersama opa Jero. Jadilah Gabrian merelakan mereka tidur di kamar Jero dan Giani.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Gabriel saat keduanya sudah duduk di depan mini bar sambil menikmati segelas anggur.
"Andrea menolak ku. Dia sangat ingin menjalani hidupnya sebagai lady lover flower. Aku bisa apa? Kamu tahu kan aku orangnya tak suka memaksa. Walaupun dari pancaran matanya, aku merasakan kalau dia juga mencintai aku."
Gabriel terkekeh. "Itu memang kelemahan mu, bro. Kau selalu tak mau memaksa. Kalau aku ada diposisi mu, aku pasti sudah menculik Andrea dan membawanya pergi dari tempat itu."
"Lalu mengapa kau tak menculik Eil? Kau juga mencintainya kan?"
"Kasus kita beda, bro. Aku ingin Eil yang memintaku untuk kembali bersamanya."
"Jika ternyata dia menunggu hal yang sama darimu, gimana?"
"Biarlah waktu yang akan berbicara."
Kedua saudara kembar itu melakukan tos bersama lalu menghabiskan anggur yang ada di tangan mereka.
"Ayo tidur supaya kita tak menjadi mabuk. Bunda akan marah jika kita mabuk seperti malam itu." Kata Gabrian sambil melangkah meninggal ruangan bar diikuti oleh Gabriel.
*********
Seminggu sudah berlalu. Gabrian memilih untuk tenggelam dengan pekerjaannya. Beberapa hari lagi ia harus kembali ke Jakarta makanya ia memilih untuk menghabiskan waktunya bersama si kembar. Seperti hati ini, Gabrian menjemput si kembar di sekolah mereka.
Kedua gadis itu sangat senang dan langsung berlari memeluk Gabrian dengan perasan senang.
"Uncle...!"
"My sweet princess."
Bernetha tiba-tiba melepaskan pelukannya. Ia berlari ke belakang Gabrian.
"Mommy.....!" teriaknya. Gabrian membawa Bernetha ke dalam pelukannya. Ia berdiri dan segera menoleh ke belakang. Angelia nampak ada dalam pelukan seorang perempuan, yang menggunakan dress putih dengan motif bunga tulip.
*********
Siapakah perempuan itu?
Bagaimana kelanjutan nya?
__ADS_1
Maaf kalau alurnya tak seperti yang dibayangkan. Di akhir episode akan saya jelaskan mengapa alurnya seperti ini.
Happy reading guys