Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Andrea


__ADS_3

Ada yang bilang kalau alurnya terlalu berbelit-belit. Maaf ya, emak hendak menunjukan bagaimana perasaan itu akan berlabuh pada hati yang tepat. Karena di dunia ini nggak ada yang instan. Semua butuh proses. Dan prosesnya kadang nggak cepat. Jadi kalau ada yang bosan dengan alurnya, emak nggak marah jika ingin meninggalkan novel ini. Makasi yang sudah membacanya walaupun nggak sampai ke tamat.


***********


Hotel The Thomson Bali 5 tahun lalu...


Air mata Andrea jatuh saat melihat Gabrian yang tertidur sangat lelap. Ia sudah siap dengan koper dan perlengkapan lainnya. Hari memang masih subuh namun Andrea harus pergi. Dia sengaja tak membangunkan Gabrian. Andrea tahu pria itu tidur saat hari menjelang subuh. Andrea sendiri sebenarnya sama sekali tak memejamkan matanya. Ia pura-pura tidur karena tak ingin terlibat apapun setelah percintaan mereka yang sangat panas tadi malam.


Perlahan Andrea duduk di tepi tempat tidur. Tangannya menyentuh wajah tampan yang ada di depannya.


Ada sesuatu yang selama beberapa bulan ini mengusik hati Andrea. Ia selalu bergetar setiap kali beradu pandang dengan Ian. Sangat berbeda saat ia memandang Iel. Andrea juga merasa rindu saat Gabrian tugas ke luar kota selama beberapa hari. Andrea tahu apa yang kini tumbuh dalam hatinya. Perasaan cinta. Namun Andrea juga tahu, ada cinta segitiga antara Ian, Iel dan Eil. Ia juga tahu kalau Alana adik kembarnya menyimpan rasa untuk Ian. Jadi lebih baik Andrea membuang rasa yang sementara tumbuh dalam hatinya dari pada mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Ia tak ingin menyakiti siapapun dengan cintanya kepada Ian.


"Terima kasih, Ian. Terima kasih sudah menyelamatkan hidupku. Terima kasih untuk 3 hari yang sangat membahagiakan ini. Aku bahagia bersamamu. Aku sangat bahagia sampai tak bisa melukiskan bagaimana rasa nikmat dan kepuasan jiwa memenuhi hatiku. Aku berdoa dengan sangat tulus, semoga Tuhan memberikan pendamping hidup yang membuatmu bahagia. Aku akan selalu berdoa agar kau tak akan pernah menderita seumur hidupmu. Tuhan pasti akan menggantikan Eilaria dalam hidupmu." Andrea menunduk lalu mencium dahi Gabrian sambil menahan air matanya agar tak jatuh membasahi wajah pria itu.


Perlahan Andrea melangkah meninggalkan The Thomson hotel. Walaupun hatinya terasa sangat berat untuk meninggalkan Gabrian.


***********


Manhattan 1 bulan kemudian......


"Hallo nyonya, tuan Gabrian Dawson sudah menandatangani surat perceraiannya. Tugas saya sudah selesai jadi saya akan kembali ke Inggris besok siang."


"Baiklah. Terima kasih." Andrea tersenyum walaupun hatinya sakit saat menyadari bahwa ia dan Ian kini sudah resmi bercerai. Andrea memang yang ingin agar semuanya cepat selesai agar Ian dapat menemukan lagi kebebasannya.


Ia pun mencoba tenggelam dengan kesibukan kuliahnya. Andrea tinggal di salah satu apartemen yang dekat dengan kampusnya. Ia mencoba hidup sederhana dengan menggunakan waktu luangnya untuk bekerja part time.


Beberapa minggu yang lalu, Andrea bertemu dengan Eilaria. Gadis itu ternyata juga melanjutkan kuliah S2 nya di sini. Jadilah mereka semakin akrab. Dua wanita yang sebenarnya masih sering memikirkan satu pria yang sama. Gabrian Dawson. Namun mereka sama-sama tak pernah menceritakan tentang perasaan masing-masing.


Sampai akhirnya, di suatu sore, saat Eilaria datang ke apartemen Andrea, ia melihat ada yang aneh dengan saudaranya itu.


"Andrea, kamu gemuk ya? Aku lihat ada yang berbeda dengan tubuhmu. Maaf kalau penglihatan ku salah, namun aku melihat kalau dada mu lebih berisi, pinggul mu juga jadi lebih lebar dan perutmu sedikit membuncit."


"Aku memang heran dengan selera makan ku akhir-akhir ini. Aku jadi sering makan, makan apa saja. Terutama makanan Asia. Bajuku juga banyak yang sudah sempit." Kata Andrea lalu meletakkan secangkir teh untuk Eilaria.


"Maaf, Andrea. Apakah kamu hamil?"


Andrea tertawa. "Apakah kamu melihat ada lelaki dalam hidupku saat ini? Aku nggak mungkin melakukan kesalahan saat statusku bukan istri orang lagi. Aku pernah hamil sebelumnya. Aku tahu orang hamil itu di trimester pertama akan sering mual dan muntah. Aku alami itu. Sering juga merasa pusing dan ngidam makanan tertentu."


"Apakah haid mu lancar?"


Tangan Andrea yang sedang mengiris buah terhenti. Ia menatap Eilaria dengan wajah tegang. Bagaimana mungkin ia tak menyadarinya? Hampir 3 bulan di Amerika dan ia sama sekali belum mendapatkan tamu bulannya.

__ADS_1


"Andrea, ada apa?" tanya Eilaria khawatir melihat Andrea tiba-tiba saja menangis sambil memegang perutnya.


"Ya Tuhan, Eil. Ini tak mungkin terjadi. Saat aku berhubungan dengan Ian sebelum kami berpisah, aku yakin kalau aku tidak sedang dalam masa subur."


"Kau berhubungan dengan Ian sebelum berpisah?" Tanya Eilaria. Ada sesuatu yang menusuk hatinya. Selama ini ia tahu kalau pernikahan Gabrian dan Andrea hanya sandiwara saja. Ia tak menyangka kalau mereka sampai berhubungan intim.


"Bagaimana ini....." Andrea duduk dengan kaki yang terasa lemas.


"Ian harus tahu, Andrea."


"Tidak. Aku tak mau menganggu kebahagiaannya. Dia sudah bersama Figia saat ini. Lagi pula aku tak mau memaksa Ian untuk bersama ku karena dia tak mencintaiku. Mungkin dia masih mencintaimu, Eil. Aku juga tak mau menyakiti Alana dengan terus bersama Ian. Biarkan Ian bahagia dengan orang lain. Aku tahu sifat Ian seperti apa. Dia rela mengorbankan perasaannya sendiri demi kebahagiaan orang lain."


Eilaria terkejut mendengar perkataan Andrea. Ia kagum karena Andrea ternyata sudah tahu siapa Ian dan sifatnya yang suka berkorban demi orang lain.


"Lalu, bagaimana dengan anak ini?"


"Aku akan menggugurkannya."


"Apa?"


"Kerajaan akan membuang ku jika hamil tanpa suami. Mereka akan mencabut gelarku sebagai putri bangsawan. Aku tak akan pernah lagi bisa kembali ke kerajaan dan bertemu dengan keluargaku."


"Andrea, kita ke dokter dulu untuk memastikan kehamilan mu. Bagaimana?"


Saat melihat layar monitor yang menampilkan isi rahim nya, Jiwa keibuan Andrea langsung muncul. Keinginannya untuk mengugurkan kandungan itu langsung hilang. Apalagi saat melihat dua titik yang ada di sana.


"Anaknya kembar. Usianya sekitar 10 minggu." kata dokter perempuan itu.


"Dok, kenapa aku tak merasakan sesuatu? Seperti mual dan muntah."


"Karena kau adalah ibu yang beruntung. Kehamilan anak kembar biasanya akan membuat masa ngidam yang berat bagi banyak perempuan. Sering akan mual dan muntah bahkan seluruh badan terasa sakit."


"Aku tidak merasakan itu sama sekali."


Dokter tersenyum. "Berarti anak-anak mu ini tak ingin menyusahkan mamanya. Oh ya, dimana suami anda nyonya Dawson?"


"Suamiku sudah meninggal, dok."


"Maaf jika pertanyaan ku ini membuatmu sedih."


Eilaria terkejut mendengar kalau Ian dianggap sudah meninggal oleh Andrea. Namun ia tak mengusik saudaranya itu dengan bertanya kenapa,? karena Eil tahu, kehamilan ini saja akan membawa masalah yang sangat berat untuk Andrea.

__ADS_1


Saat pihak kerajaan tahu kalau Andrea hamil pada hal Andrea sudah bercerai, para tetua kerajaan langsung mengadakan rapat dan mencabut hak Andrea sebagai putri kerajaan. Keegan bisa saja protes dan membela anaknya. Namun ia ingin menjadi raja yang adil. Walaupun Zelina harus menangis selama berbulan-bulan karena ia tak bisa menemui anaknya lagi, namun Keegan tetap setuju dengan keputusan itu. Tradisi kerajaan harus terus dipelihara.


Apa dan bagaimana kehidupan Andrea sudah tertutup untuk umum. Tak ada yang tahu lagi keberadaan Andrea dan berita tentangnya tak akan pernah dikabarkan oleh pihak kerajaan. Keadaan Andrea dilarang untuk dibicarakan.


Hanya Eilaria yang menjadi penghubung antara Andrea dan Alana. Alana juga yang mengabarkan pada Zelina tentang keadaan Andrea.


Bayi kembar berjenis kelamin perempuan itu lahir. Hati Zelina hancur saat ia tak bisa memeluk cucunya secara langsung. Andrea pun sedih mendengar kalau ibunya sampai jatuh sakit karena merindukannya.


Apalagi saat Alana menikah dan Andrea tak bisa hadir, hati Andrea semakin diliputi dengan rasa bersalah.


Pernikahan Alana membawanya ke Amerika karena suami Alana untuk sementara ada proyek besar yang harus dikerjakannya di Manhattan selama 2 tahun. Andrea yang sudah membeli rumah pasca melahirkan, meminta Alana untuk tinggal bersama mereka.


Dan akhirnya di suatu pagi, Andrea tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk menjadi lady lover flower. Ia percaya kalau anak-anaknya tak akan merasa kehilangan kasih sayangnya karena wajah mereka yang sangat mirip. Andrea ingin menebus semua dosa yang pernah dilakukannya dengan mengabaikan diri pada pekerjaan itu.


***********


Setelah mendengar cerita Andrea, Gabrian menatap perempuan itu yang kini sedang tertunduk sambil sesekali menghapus air matanya. "Kenapa kau berpikir kalau bersamamu aku hanya akan mengorbankan kebahagiaanku? Aku mencintaimu, Andrea. Sebenarnya pagi itu, sebelum kau pergi, aku akan mengungkapkan perasaanku padamu. Aku ingin menahan kepergian mu dan memintamu untuk menjalani hidup pernikahan yang sebenarnya."


Perlahan kepala Andrea terangkat. Ia menatap Gabrian dengan pandangan tak percaya.


"Bukankah Eilaria adalah cinta dalam hidup mu?"


"Itu dulu. Sebelum aku mengenalmu dan menjadikanmu istriku. Kebersamaan kita sudah menumbuhkan rasa cinta ini. Seharusnya kau memberi tahu aku tentang kehamilan mu. Angelia dan Bernetha adalah buah cinta kita. Seharusnya aku tahu tentang keberadaan mereka. Kau sungguh egois, Andrea."


"Tapi saat itu aku berpikir bahwa kau tak mencintaiku. Kau mencintai Eilaria dan Alana juga mencintaimu."


"Tapi kau kan tahu apa yang sudah Tuhan siapkan untuk Alana. Dan aku juga tak mungkin bersama Eil karena aku sangat mencintai adikku kembarku."


"Semuanya sudah terlambat, Ian. Maafkan aku."


"Tidak ada kata terlambat jika kau mau kita hidup bahagia. Jangan biarkan Alana bertanggungjawab untuk mengurus si kembar sementara kita berdua masih hidup. Biarkan Alana bahagia bersama suaminya dalam penantian anak pertama mereka." Gabrian berlutut di hadapan Andrea. Ia menatap wajah perempuan itu dengan wajah penuh permohonan. Tangannya meraih kedua tangan Andrea. Sekalipun Andrea berusaha melepaskannya namun Gabrian menahannya dengan kuat.


"Andrea, mari kita bangun kembali cinta yang sudah tumbuh dalam hidup kita. Sambil membesarkan si kembar bersama."


Andrea menarik tangannya, ia berdiri lalu melangkah menjauhi Gabrian.


"Maaf, Ian. Aku tak mungkin kembali ke kehidupan duniawi lagi. Aku telah membuat sumpah. Mengenai si kembar. Aku ijinkan kau melihat mereka. Namun jangan pernah mengambil mereka dalam kehidupan Alana dan Inzagi. Tunggulah sampai mereka cukup dewasa baru kau akan mengatakan semuanya. Aku pergi!" Andrea melangkah tanpa menoleh lagi ke arah Gabrian. Ia membuka pintu dan menatap Alana yang berdiri di teras rumah.


"Alana, ingat. Aku sudah mati. Jadi jangan pernah menemui aku lagi." Lalu ia segera masuk ke dalam kereta dan meminta sang kusir untuk menjalankan keretanya.


***********

__ADS_1


Mungkin Gabrian seharusnya bersama Figia ya guys. Kasihan Figia sudah mencintai Ian sejak SMA.


__ADS_2