Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Sebuah Pengorbanan


__ADS_3

"Kak, bagaimana keputusannya?"


Alexa yang sedang menikmati secangkir kopi menatap sepupunya.


"Aku akan ke tempat itu sedikit lagi. Oliver pasti sudah menungguku. Mengenai keputusanku, aku tak bisa cerai, Ian. Aku telah berjanji di hadapan Tuhan untuk terus mencintai Oliver seumur hidupku. Ini adalah cobaan dalam pernikahan kami. Anak-anakku sangat mencintai papa mereka. Aku tak bisa membayangkan mereka akan tumbuh tanpa ada Oliver di samping mereka."


Gabrian hanya bisa menarik napas panjang.


"Kak Eca, aku selalu akan mendukung apapun juga keputusan mu."


Alexa memegang tangan Ian. "Terima kasih, Ian. Sekarang, aku mau siap-siap dulu."


"Aku akan mengantarmu, kak."


"Terima kasih."


30 menit kemudian, Gabrian dan Alexa sudah ada di Fairy Garden.


Alexa dapat melihat kalau Oliver tidak tidur sama sekali. Wajahnya sangat pucat dan ada lingkar hitam di bawa matanya.


Mereka berempat duduk di ruang tamu sambil berhadapan.


"Oliver, aku tidak akan pernah bercerai darimu karena aku sudah berjanji untuk tetap ada dalam bingkai rumah tangga kita sampai maut yang memisahkan. Aku juga tak mau kalau anak-anakku kehilangan kasih sayang papa dan mamanya. Karena aku pernah mengalami itu dan sangat menyakitkan harus menjadi anak korban perceraian."


"Terima kasih sayang." Kata Oliver sambil tersenyum lega.


"Namun aku juga tak bisa mengabaikan anak yang ada dalam perut Andrea. Karena itu aku mengijinkan Oliver dan Naura untuk..."


"Selamat siang....!"


Semua menoleh ke arah pintu masuk. Zelina dan Keegan bersama Alana masuk.


Alana terkejut melihat Gabrian ada di sana.


"Daddy.... Mommy..?" Andrea sangat terkejut.


"Apa ini, Andrea? Mengapa kau harus menyembunyikannya aib sebesar ini?" teriak Zelina tanpa bisa menahan air matanya. "Skandal apa yang akan ditimbulkan dengan perilaku mu ini? Bagaimana pihak kerajaan akan menjelaskan pada seluruh rakyat yang ada?" Zelina jadi histeris.


"Sayang....., tenang dulu!" Keegan memeluk istrinya. Ia menatap Andrea dengan tajam. "Mengapa kau tak mengatakan pada kami, Andrea?"


Andrea langsung berdiri dan memeluk kaki papanya. "Maafkan aku, daddy. Aku begitu takut."


"Kau akan dibuang Andrea! Apapun yang kami lakukan tak akan mampu menyelamatkanmu. Para tua-tua kerajaan pasti tak akan mampu membelamu. Kecuali kau menikah dan untuk sementara pergi menjauh dari sini." Kata Keegan dengan hati yang sedih.


"Bagaimana mungkin dia boleh menikah dan menyelamatkan nama baik kita sementara lelaki itu sudah berkeluarga..Ah Andrea, apa yang bisa kita lakukan?".Tangis Zelina semakin dalam.


"Aku akan menikahinya."


Semua terkejut mendengar perkataan Gabrian.


"Siapa kamu?" tanya Keegan.

__ADS_1


"Saya, Gabrian Dawson, yang mulia."


"Mengapa kamu mau menikahi anak saya?" Keegan kembali bertanya.


"Pertama karena saya ingin menyelamatkan pernikahan kakak saya. Kedua karena saya ingin Andrea tidak dikeluarkan dari anggota kerajaan. Dan yang ketiga, untuk menyelamatkan nasib anak yang ada di perut Andrea karena anak itu sebenarnya tak bersalah." Jawab Gabrian dengan penuh keyakinan.


Zelina menatap Gabrian. "Sungguh? Kau mau melakukan itu semua?"


"Iya. Kakak sepupuku dan suaminya saling mencintai. Sebenarnya mereka adalah keluarga yang berbahagia dengan 2 buah hati yang sedang tumbuh dengan begitu sehat. Aku tak bisa membiarkan mereka berpisah karena persoalan ini."


"Gabrian! Bagaimana mungkin kau bisa mengambil tanggung jawab sebesar ini?"'Alexa mencegah langsung berdiri dan memegang tangan Gabrian.


"Aku harus, kak. Bukan hanya untukmu saja. Tapi juga untuk Andrea."


"Kau tak harus bertanggungjawab pada Andrea. Oliver yang harus melakukan itu. Aku tadi ingin mengatakan kalau aku rela jika Oliver memang harus menikahi Andrea sampai anak itu lahir." Kata Alexa dan sukses membuat Oliver terkejut. Ia menatap Alexa tak percaya.


Sementara Alana merasakan sakit di dadanya. Bagaimana bisa lelaki yang dicintainya akan menikahi kakak kembarnya?


Zelina terkejut saat mendengar kalau mereka bisa berbahasa Indonesia. "Kalian orang Indonesia?"


Alexa dan Gabrian mengangguk.


"Mana pria yang menghamili anakku?" tanya Zelina lagi.


"Aku " jawab Oliver walau melirik Alexa sekilas. Ia begitu takut setiap perkataannya akan melukai Alexa.


"Dan ini istrimu?" Zelina menunjuk Alexa.


Zelina tak bisa menahan air matanya. Ia mengerti dengan isi hati Zelina. Perempuan itu menatap Andrea. Hatinya hancur mengingat masa depan yang harus Andrea lalui. Peraturan di kerajaan sangatlah ketat. Walaupun Keegan adalah raja, namun tradisi keluarga harus dijaga. Lalu pandangan Zelina beralih kepada Gabrian. Pria itu terlihat baik dan berpendidikan. Namun menikah tanpa cinta, bukankah itu suatu kebodohan? Zelina ingat dulu, pria yang sangat dia cintai, melamarnya saat tahu kalau Zelina sakit. Namun Zelina memutuskan untuk tak meneruskan upacara pernikahannya karena ia tahu, hati pria itu bukanlah miliknya. Dan Zelina tak ingin hidup bersama hanya karena kasihan. Zelina ingin berbagi cinta yang sama. Tuhan akhirnya mempertemukan dia dengan Keegan. Suami yang mencintainya dan yang juga ia cintai. Cinta Keegan menghapus cinta lama Zelina. Dia kini bahagia.


"Gabrian, menikahi anakku, berarti kau melakukan pengorbanan yang sangat besar. Kau akan mengakui anak yang bukan milikmu. Kau akan menjalani hari-hari mu dengan wanita yang tak kau cintai." Zelina menatap Gabrian dengan lirih. Apakah ada pria yang baik seperti itu di zaman sekarang? Kalau dilihat dari tampang Gabrian, dia bukanlah orang biasa yang hendak mengambil keuntungan melalui pernikahan ini.


"Kalau memang ini takdir yang sudah ditulis untukku, aku akan menjalaninya." Jawab Gabrian mantap. Tanpa ia sadari, hati Alana semakin terluka. Ingin rasanya gadis itu berteriak untuk menolak keinginan Gabrian namun Alana hanya memendamnya sendiri. Ia memikirkan masa depan Andrea.


"Ian, kamu jangan gila! Apa yang akan bibi Giani katakan dengan keputusanmu ini? Biarkan Oliver bertanggungjawab dengan caraku sendiri. Aku tak mau melibatkan kamu dalam persoalan ini." Alexa setengah berbisik berusaha untuk menggagalkan rencana gila Gabrian yang ingin melibatkan dirinya dengan sesuatu yang bukan tanggungjawabnya.


"Kak, aku melakukan semua ini bukan hanya untuk kakak, tapi aku merasa terpanggil untuk menolong Andrea. Ini juga untuk kebaikanku sendiri."


"Kebaikan apa?"


Gabrian lebih mendekat dan ia berbisik di telinga Alexa. "Agar aku bisa melupakan Eilaria dan membiarkannya bahagia dengan Iel."


Alexa terkejut. Kecurigaannya selama ini benar. Ian menyukai Eil. "Ian....." Alexa menggeleng. Ia memeluk sepupunya itu sambil menangis. "Tapi untuk melupakannya, bukan dengan cara seperti ini."


"Harus dengan cara seperti ini, kak. Karena Eil berada di ujung kebimbangan yang tak bertepi. Aku harus mengembalikan hatinya hanya untuk Iel."


Keegan menatap Gabrian. "Apakah kamu anak Beryl Dawson?"


"Bukan. Papaku bernama Jeronimo Dawson. Beryl Dawson adalah saudara sepupu dari papaku. Yang mulia mengenal paman Beryl?"


Keegan mengangguk. "Aku dan Beryl bekerja sama dalam pembuatan taman istana 3 tahun yang lalu." Keegan bernapas lega. Ia tahu kalau Gabrian memang bukan orang sembarangan. Keluarga Dawson adalah salah satu keluarga yang terkenal di Inggris. Mereka juga masih termasuk keluarga bangsawan.

__ADS_1


"Aku ingin bicara." Andrea yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. Ia tahu kalau berharap untuk bersama Oliver adalah sesuatu yang tak mungkin. Sejak melihat Alexa kemarin, perasaan Andrea selalu dihantui dengan rasa bersalah. Andrea bukanlah seorang pelakor. Ia tak ingin menyakiti wanita sebaik Alexa. Ia menyesal selama ini selalu meminta Oliver untuk datang menemuinya di London.


"Bicaralah, nak." Kata Keegan. Ia juga sedih memikirkan nasib anaknya.


"Kalau memang Gabrian Dawson ingin menikahi ku untuk menyelamatkan nasibku di kerajaan Flowers, aku menerimanya. Karena aku memang tak bisa meminta tanggungjawab pada Oliver. Namun aku ingin pernikahan ini hanya berjalan selama 1 tahun. Beberapa bulan setelah aku melahirkan, aku ingin bercerai dari Gabrian. Karena aku tak bisa membuatnya bertanggungjawab atas hidupku. Gabrian pasti memiliki impian lain dengan wanita yang dicintainya."


"Tapi pernikahan bukan permainan." Kata Zelina sambil menggelengkan kepalanya.


"Mommy, kita tak bisa menyeret Gabrian dalam pernikahan yang tak dia inginkan. Gabrian akan berkorban pada sesuatu yang sia-sia. Aku juga tak bisa mencintainya karena hatiku juga milik pria lain." Kata Andrea berusaha meyakinkan orang tuanya. Jauh di dalam hatinya Andrea sudah merasa mencintai Oliver. Ia tahu ini salah dan ia akan melupakan semua perasaan yang salah ini. Sekali lagi, Andrea tak mau menyakiti wanita cantik yang menjadi istri Oliver.


"Tapi, setelah bercerai, hidupmu akan bagaimana?" tanya Keegan sedih.


"Aku dan anakku akan pergi ke Amerika. Bukankah daddy punya rumah di sana? Aku akan hidup beberapa tahun di sana sampai akhirnya aku dapat kembali ke kerajaan. Aku yakin para tua-tua kerajaan tak akan mengusik lagi kehidupanku jika aku mengatakan bahwa suamiku yang menceraikan aku. Aku mohon dad, mom, biarkan semuanya berjalan seperti ini. Aku tak mau menyakiti siapapun." Andrea menatap Oliver. "Kau juga harus belajar melupakan anak ini. Aku tahu kalau kamu pria baik, Oliver. Namun cintamu kepada keluargamu, melebihi di atas segalanya. Lupakan tentang anak ini untuk kebaikan keluarga bahagiaku." Andrea menahan tangisnya. Ia berdiri lalu mendekati Alexa. Ia berlutut di hadapan Alexa yang masih diam tak tahu apa yang harus dibicarakan. Di raih ya tangan Alexa dan diciumnya dengan wajah penuh penyesalan.


"Kak Alexa, maafkan aku. Untuk sesaat aku menjadi egois karena kehamilan ini. Namun sejak pertemuan kita kemarin, aku sadar betapa jahatnya aku padamu. Aku berjanji tak akan pernah menganggu hubunganmu dengan Oliver."


Alexa menatap Andrea. Kemarin ia memang merasa sangat membenci perempuan ini. Namun ia sadar kalau Andrea juga tidak salah. "Tapi Andrea, anak ini....."


"Anak ini tak ada hubungannya dengan Oliver. Karena dia akan menyandang nama Dawson bukan Pregonas." Andrea berdiri lalu memandang Gabrian. "Terima kasih, Gabrian. Aku tak akan melupakan kebaikanmu. Aku berdoa semoga Tuhan membalas ketulusan hatimu. Namun kau tenang saja, aku tak akan pernah mengikatmu selamanya dengan pernikahan ini."


Semua yang ada di ruangan itu terdiam. Tak ada yang tahu, hati Alana yang baru pertama kali merasakan cinta kini telah terluka dengan sakit yang tak tertahankan. Cinta itu telah hancur menjadi butiran debu bahkan sebelum sempat diungkapkan.


Zelina menatap suaminya. Bukan seperti ini yang dia inginkan untuk pernikahan putrinya. Namun Zelina juga tak mau kalau Andrea terbuang dan tak diijinkan masuk ke kerajaan lagi jika hamil tanpa ada suami. Ia menatap Keegan, suami yang sangat dicintainya. Raja yang sangat dibanggakan oleh seluruh rakyatnya. Haruskah tradisi rusak oleh anggota kerajaan sendiri? Kebijaksanaan Keegan sebagai raja kini dipertaruhkan.


"Aku..., aku merestui pernikahan ini." Kata Keegan walaupun kata-kata yang keluar menjadi sangat pahit di lidahnya dan bagaikan jarum yang menusuk seluruh bagian hatinya.


Air mata Alana jatuh dan cepat dihapus nya sebelum ada yang menyadarinya. Demi Andrea, Alana akan membunuh cinta yang baru saja hadir di hatinya. Walaupun baru beberapa hari namun itu sangat menyakitkan.


Gabrian tersenyum. Akan ku lakukan apa saja agar kau kembali menikmati kebahagiaanmu bersama Eil, adikku. Karena jika kau terluka, aku akan lebih terluka darimu.


*******"


Ponsel yang dipegang Giani langsung jatuh ke atas karpet kamarnya sedetik kemudian setelah Gabrian selesai meneleponnya. Ia bagaikan mengalami Dejavu. Terbayang kembali kejadian 24 tahun lalu. Saat ia melangkah ke kantor papa Denny dan menawarkan dirinya untuk menjadi istri Jeronimo. Akankah kisah lama terulang kembali? Giani ingin mengatakan tidak. Namun pengakuan Gantian di ujung percakapan mereka membuat Giani diam tak bicara.


"Aku mencintai Eilaria, bunda. Sangat mencintainya. Dia cinta pertamaku. Aku tahu sekarang perasaan Eilaria terbagi diantara aku dan Iel. Dan aku tak mau menyakiti Iel. Bunda tahu bagaimana aku sangat menyayangi adik-adikku. Karena itu, ijinkan aku menikahi Andrea. Demi kebahagian Alexa, demi kebahagiaan Iel dan juga demi kebahagiaanku sendiri."


Air mata Giani jatuh. Ia menatap Jero yang baru masuk ke kamar.


"Sayang, ada apa?" tanya Jero melihat keadaan Giani yang kacau.


Giani tak bicara karena ia tiba-tiba saja jatuh pingsan.


*********


Duh emak, jahat banget ya....kok konfliknya tambah ruwet aja....


Tenang ya, aku mau mengajarkan bahwa dalam hidup ini, kita kadang perlu berkorban. Namun pengorbanan yang tulus akan membawa kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Karena melalui kisah ini, Eilaria akan tahu apa itu cinta sejati, melalui kisah ini Iel akan belajar melepaskan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Melalui kisah ini Ian yang sangat baik hati ini akhirnya akan menemukan mutiara yang membuat hatinya bahagia.


Sudah bisa menembak akhir kisah ini???


komentar ya...., yang banyak juga boleh untuk melihat komentar siapa yang akhirnya benar...

__ADS_1


Jangan lupa dukung emak terus ya?


__ADS_2