
Perlahan mata Andrea terbuka. Ia tersenyum menemukan dirinya ada dalam pelukan Gabrian. Semalam mereka melewati malam yang panas. Ian memang sangat hati-hati namun Andrea masih tetap menikmatinya. Ian bahkan hanya melakukannya sekali karena tak ingin membuat Andrea lelah.
"Sayang, kau sudah bangun?" tanya Gabrian sambil ikut membuka matanya.
"Iya."
"Memangnya sekarang sudah jam berapa?"
Andrea mengambil ponselnya dan melihat jam yang ada di sana. "Jam 8 lewat 5 menit. Aku jadi ingat kalau jam 10 nanti si kembar mau berangkat ke Manado, ikut sama daddy dan mommy. Aku nggak tahu apakah mereka akan ikut atau tidak, soalnya Bernetha sudah lengket banget sama daddy Jero. Kalau sama daddy Keegan kan baru kali ini ketemu."
"Kalau begitu, kita bangun sekarang, kita mandi dan pergi melihat mereka."
"Ok."
Keduanya pun bangun dan segera mandi bersama lalu setelah berpakaian, segera ke kamar daddy Jero.
Sementara itu di kamar Ian dan Eil, keduanya masih asyik saling bercumbu. Sejak semalam, ini adalah kali yang kedua bagi mereka. Karena semalam, Ian melihat Eil yang nampak kesakitan saat ia membobol dinding kesuciannya. Iel bahkan mengalami sedikit kesulitan karena harus membuka jalan bagi palonya untuk masuk.
Dan pagi ini, saat keduanya terbangun bersama dan menyadari kalau mereka sama sekali tak mengenakan apapun dibalik selimut tebal yang menutup tubuh mereka, percikan gairah itu kembali membuat mereka tak bisa menahan diri untuk menikmati indahnya sorga dunia itu. Iel bahkan telah membuat Eil mencapai dua kali pelepasan sebelum ia memasukinya lagi.
Dan saat Iel akhirnya mendapatkan pelepasannya, ia kembali mencium dahi Eil, dan membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Sekarang aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Aku yang pertama untukmu dan kamu yang pertama untukku." Kata Iel sambil membelai rambut Eil yang kini berbaring di lengannya.
"Ya, sayang. Aku berdoa semoga Tuhan memberikan kita waktu hidup bersama yang panjang dan penuh kasih mesra. Aku sangat mengidolakan opa Eze dan Oma Faith. Mereka tetap saling menyayangi walaupun usia tak muda lagi."
"Ya. Seperti juga kedua orang tuaku. Daddy dan mommy terlihat tetap awet muda. Daddy nggak pernah malu mencium mommy di hadapan kami anak-anak nya. Dan mommy masih saja tersipu malu saat daddy bersikap mesra padanya. Menurut mommy, mereka bisa bertahan sampai sekarang ini karena Saling percaya dan tak pernah mengungkit masa lalu."
Eil melingkarkan tangannya di pinggang Iel. "Aku juga ingin agar kita tak akan pernah mengungkit masa lalu. Karena yang ada hanyalah masa sekarang dan masa akan datang."
"Iya sayang. Dan aku sangat berharap di dalam perut mu ini, benih ku yang tertanam akan bertumbuh subur."
"Amin.....!"
"Mungkin kita harus sering melakukannya?"
"Iel....!" Eil merasa pipinya menjadi panas. Ia bahkan mencubit pinggang Iel.
"Jangan di pinggang. Sakit. Seharusnya tangannya agak ke bawa dikit supaya kena sama....."
"Iel....!" Eil langsung menutup mulut Iel dengan tangannya membuat Iel tetap terkekeh. Ia mengambil tangan Eil dan menggenggamnya erat.
"Sayang....." Iel bangun dan menatap istrinya. "Aku bahagia bersamamu." Lalu ia menunduk dan mencium istrinya lagi.
Saat ciuman mereka terlepas, Eil dapat merasakan kalau ada sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana. Mata Eil membulat. "Kamu i......ingin lagi?"
"Kamu sudah menjadi candu bagiku, sayang." Kata Iel dengan suara yang bergetar menahan gairah yang sudah terbakar lagi. Jadilah mereka kembali menyatu. Tak peduli dengan waktu yang menunjukan pukul 9 pagi.
***********
Tubuh Figia menggeliat. Ia merasakan hangat pada tubuhnya. Sebuah tangan yang melingkar di perutnya dan kulit yang menempel di punggungnya.
Perlahan, mata gadis blesteran Jepang itu terbuka. Kesadarannya mulai kembali walaupun sakit kepala kini mulai menyerangnya.
__ADS_1
Saat ia mulai menyadari apa yang terjadi, Figia akhirnya melonjak bangun sambil menyingkirkan tangan yang melingkar di perutnya.
"Ah.....siapa kamu?" tanya Figia sambil melompat turun dan ia semakin berteriak saat menyadari bahwa ia tak mengenakan baju apapun.
Mark yang masih terlihat mengantuk bangun dan menatap Figia yang kini sedang memakai pakaiannya semalaman.
"Good morning!" sapa Mark sambil duduk.
Figia menatap Mark dengan sedikit ketakutan. "Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan padaku? Kenapa kamu bisa ada di kamarku?" tanya Figia sambil menahan rasa sakit di inti tubuhnya.
"Aku Mark Aslon. Maaf, semalam kamu sendiri yang menarik dan mencium aku. Aku sudah berusaha menolakmu namun aku sendiri tak bisa mengendalikan diriku pada pesona mu. Aku pikir kalau kamu adalah gadis yang biasa melakukan one night stand, ternyata kamu masih perawan. Aku akan bertanggungjawab." Kata Mark dengan penuh keyakinan.
Figia menggeleng tak percaya. "Tidak....! itu tidak mungkin! Aku tidak mungkin menggoda mu." Hati Figia hancur. Kesucian dirinya yang ia jaga selama 28 tahun, kini telah diambil oleh lelaki yang tak dikenalnya.
Mark turun dari tempat tidur. Ia juga mengenakan pakaiannya. Tak peduli dengan wajah Figia yang memerah antara marah dan malu. Figia langsung membalikan tubuhnya. Air matanya sudah membasahi wajahnya. Ingin rasanya ia berteriak namun malu.
"Figia....!" Mark memanggil sambil menyentuh pundak Figia.
Gadis itu secara refleks membalikan badannya. Ia mundur beberapa langkah dengan wajah terkejut. Bagaimana pria ini bisa tahu namanya?
"Jangan takut padaku, aku mohon! Aku salah karena mengira kau gadis yang biasa melakukan ini. Aku bersumpah kalau aku akan bertanggungjawab."
"Dengan cara apa kau akan bertanggungjawab? Dengan menikahi ku?"
"Jika.itu yang kau inginkan maka aku akan menikahi mu."
"Ah......!" Figia mengerang frustasi. "Pergi saja kau ke neraka! Bagaimana mungkin aku akan menikah denganmu. Aku tak mengenal dirimu, aku tak mencintaimu. Pernikahan itu bukan sesuatu yang akan dipermainkan."
Figia agak terkejut saat mengetahui siapa.pria yang ada di hadapannya. "Memangnya usiamu berapa?"
"26 tahun."
Figia tertawa dalam rasa sakit yang dialaminya.
"26 tahun? Kamu tahu berapa usiaku? 28 tahun. Aku tak mungkin menikah dengan seorang berondong. Jadi tuan Mark, pergilah dari kamarku. Aku butuh waktu untuk sendiri. Aku mohon!"
Mark mengangguk. "Baiklah. Jika itu yang kau inginkan. Aku akan pergi dari sini. Namun jika kau membutuhkan sesuatu, bilang saja pada pelayan hotel. Aku ada di kantorku." kata Mark. Sebenarnya dia enggan untuk pergi namun dia juga menghargai keputusan Figia. Saat kakinya sudah melangkah keluar dari hotel, ia pun menelepon anak buahnya. "Tolong awasi perempuan yang ada di kamar 2022. Katakan pada ku jika dia cek out."
Dan Figia pun menangis sangat keras saat Mark pergi. Ia menyesali tindakannya yang mabuk dan membuat ia akhirnya tak bisa mengontrol dirinya.
Hati Figia hancur untuk yang kedua kalinya. Pertamanya, ia kehilangan cinta pertamanya. Dan kedua, ia harus kehilangan kesuciannya pada pria asing. Ingin rasanya Figia mengahiri hidupnya saat ini juga.
***********
"Gerry, apa yang kamu lakukan di sini?" Gabby langsung mendorong Gerry yang tidur di sampingnya. Gabby sendiri heran kenapa dia harus memeluk pria itu.
Gerry membuka matanya. "Maaf, Gabby. Semalam aku mau pergi setelah mengantarmu ke kamar ini. Namun kamu tak mengijinkan aku pergi. Makanya aku tidur di sini."
"Kita tidur dalam posisi seperti ini? Hei, Gerry! Kamu sudah mengambil keuntungan apa dariku?" tanya Gabby lalu turun dari ranjang. Ia memandang dirinya yang sudah berganti pakaian.
"Mengapa aku tak memakai bajuku yang semalam?"
"Kamu muntah Gabby."
__ADS_1
Gabby terkejut. Ia langsung merasakan kalau kepalanya sakit.
"Kamu pasti sudah melihat tubuhku kan? Brengsek kamu, Gerry!" Gabby mengambil bantal dan melemparkan pada Gerry yang baru akan turun dari ranjang.
"Maaf Gabby, aku tak mungkin memanggil pelayan hotel untuk mengganti pakaianmu. Karena yang bertugas di lantai dua ini adalah pelayan laki-laki. Aku tak sempat menanyakan apakah ada pelayan perempuan karena kamu sudah kotor sekali. Aku bahkan sudah membuang pakaianmu di tempat sampah. Kau dapat memeriksanya jika tak percaya."
Gabby menatap Gerry. Ia sudah mengenal asisten Iel ini dengan sangat baik. Ia tahu kalau Gerry adalah pria yang jujur dan baik. Ia bahkan tak pernah mendengar atau melihat kalau Gerry suka bermain perempuan.
Gerry mengambil sesuatu dari atas nakas. Ia kemudian membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral.
"Minumlah obat penghilang sakit kepala ini. Kau dan Figia sangat mabuk semalam. Aku akan memesan sarapan mu dan meminta mereka untuk membawanya ke kamar. Jangan khawatir, tak ada sesuatu yang terjadi diantara kita."
Setelah memastikan Gabby meminum obatnya, pria itu pun langsung keluar kamar. Gabby masih terpaku di tempat duduk nya. Ia.merasa kagum pada Gerry. Pria itu sangat baik padanya.
Ayolah Gabby, jangan berpikiran,yang macam-macam. Ingat, kau sedang patah hati.
********
Setelah Ian membujuk Angelia dan Bernetha, kedua anaknya itu pun mau pergi dengan opa dan oma Manola. Pengasuh mereka juga ikut untuk mengatur segala kebutuhan mereka di sana.
Jadi di sinilah mereka, berkumpul bersama keluarga Dawson, Manola, Kim dan Aslon.
"Iel sama Eil kemana ya? Apakah mereka masih tidur? Tadi pagi mereka tak kelihatan juga saat kita sarapan." Ujar Grace.
Jero hanya bisa menahan senyumnya. "Anakku itu, pasti ikut jejak daddy-nya. Palonya pasti nggak berhenti bekerja." Bisik Jero pada Giani.
"Biarkan saja, sayang. Mereka sudah menunggu moment ini sangat lama."
Ian yang melihat kedua orang tuanya saling bisik pun, lalu menatap Andrea. "Setelah ini kita langsung ke kamar ya?"
"Kamu mau tidur siang?" tanya Andrea.
"Iya. Namun sebelum tidur, aku mau menjenguk babby kita di dalam."
Wajah Andrea langsung memerah. Tangannya mencubit tangan Gabrian dengan gemas.
"Sakit sayang!" rengek Ian.
"Siapa suruh jadi mesum."
Mereka pun tertawa melihat kemesraan Ian dan Andrea.
Sementara di dalam kamar, Iel dan Eil sudah tertidur sambil berpelukan. Mereka sudah memesan makan siang sendiri..Dan selesai makan siang, Iel masih meminta jatahnya lagi sebelum akhirnya keduanya tidur karena susah sangat kelelahan.
Sementara Figia kini sudah berjalan menjauhi hotel. Ia berhenti di dekat sebuah jembatan. Pikirannya kacau. Ia ingin mengahiri saja kehidupannya.
**********
What next?????
dukung emak terus ya guys....
mendekati episode-episode akhir
__ADS_1