Dua Wajah Satu Cinta

Dua Wajah Satu Cinta
Keputusan Hati Gabriel


__ADS_3

Para pembacaku yang terkasih, kalau baca ceritanya jangan di skip2 ya. Kan ada perjanjian antara Andrea dan Ian bahwa di depan orang mereka akan bersikap layaknya suami dan istri. Jadi jangan diprotes kalau Gabrian bersikap mesra pada Andrea di depan orang lain. Kalau kalian membaca setiap part tanpa dilewati y kalian pasti akan tahu kemana arah cerita ini akan berakhir. Karena sebenarnya hampir disetiap episode aku selalu menyisipkan kata-kata kunci mengenai akhir cerita ini.


**********


Tak terasa sudah dua bulan Jero dan Giani melaksanakan perjalanan keliling dunia untuk menikmati bulan madu kesekian kalinya. Itu artinya sudah 3 bulan Gabrian dan Andrea menikah.


Kehamilan Andrea yang disembunyikan, kini tak bisa lagi. Untunglah Andrea memilih gaun yang dibuat khusus oleh rumah fashion The Aslon sehingga perutnya tak terlalu kentara.


Andrea berusaha memerankan perannya dengan baik. Jika dia melahirkan nanti disaat usianya kandungannya genap 9 bulan, orang akan mengira kalau Andrea melahirkan anaknya secara prematur.


Mengetahui Andrea yang hamil, Eilaria semakin kecewa. Apalagi sikap Gabriel kepadanya seakan berubah. Gabriel terkadang pulang kantor disaat jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Ia jarang sekali makan malam di rumah. Sangat jauh berbeda dengan Gabrian. Ia selalu pulang tepat jam 5 sore. Jika jadwal Andrea akan ke dokter kandungan, Ian akan pulang lebih cepat lagi. Eilaria bahkan harus memalingkan wajahnya setiap kali melihat perhatian Gabrian yang sangat besar pada Andrea.


Hari ini adalah hari kelulusan Joselin. Gadis cantik itu mendapatkan predikat sebagai siswa dengan nilai terbaik. Jero dan Giani memberikan selamat bagi anak ke-3 melalui panggilan Videocall.


Andrea yang memang sangat suka memasak, membuat kue dan makanan untuk acara syukuran atas kelulusan Joselin.


"Aduh, kakak ipar. Terima kasih banyak ya karena sudah menyiapkan ini semua bagiku. Jadi terharu. Sekalipun mommy tak ada, tetap saja merasa sangat diperhatikan." Kata Joselin sambil memeluk Andrea dengan hati yang bergetar.


Eilaria sendiri menyiapkan halaman belakang dengan menghiasnya dengan sangat cantik. Ada meja besar yang diatur di sana, untuk acara makan malam keluarga.


Joselin pun langsung menghubungi keluarga besarnya.


"Kakak Alexa, pokoknya aku nggak mau tahu, kakak harus datang bersama kak Oliver. Jangan lupa membawa Azieel dan Aurora ya. Aku sudah kangen dengan mereka. Kalau kakak nggak datang, aku akan sedih." Joselin sedikit memaksa saat Alexa mengatakan kalau mereka tak akan pergi. Alexa ingin mengatakan apa yang menyebabkan ia tak bisa datang namun mereka sudah sepakat bahwa rahasia tentang kehamilan Andrea cukup mereka saja yang tahu. Bahkan kakak Andrea, pangeran Andrew, opa Arnold dan oma Fairy tak mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Mereka hanya tahu kalau Andrea memang sudah hamil sehingga ia harus tinggal di luar kerajaan untuk sementara waktu. Namun mereka tak tahu kalau ayah dari anak yang dikandung Andrea bukanlah anak Gabrian.


Karena ada acara makan malam keluarga atas kelulusan Joselin, hari ini Gabriel pulang lebih cepat. Tak lupa ia mengundang Gerry asistennya dan juga Gabby yang kini sudah menjadi partner kerjanya untuk sebuah proyek besar yang sudah mereka kerjakan bersama.


Joselin sangat senang saat melihat kedatangan Paman Aldo dan bibi Joana, serta sepupunya Joaldo.


Paman Juan dan bibi Wulan juga datang bersama anak mereka Fiero Arjuna Fernades yang kini berusia 16 tahun. Ia sudah tumbuh menjadi cowok tampan dan seorang pemain bola yang sudah bergabung di salah satu club terkenal di Indonesia sebagai pemain Junior.


Opa Denis dan Oma Sinta juga hadir. Sedangkan Felicia (anak Juan dan Finly) tidak bisa hadir karena sedang berada di Amerika. Ia sedang kuliah di sana sekaligus juga menekuni profesinya sebagai seorang model.


(Bagi pembaca yang belum tahu siapa saudara-saudara si kembar, silakan baca novelku :MENIKAHI SELINGKUHAN KAKAK IPARKU)


"Mengapa kak Eca belum datang ya?" Joselin nampak gelisah. Alexa adalah sepupu tertua mereka. Kehadiran Alexa tentu saja akan menambah meriah acara ini.


Gabrian yang mendengarnya langsung menatap Andrea yang sedang berdiri di sampingnya. Kedua orang itu tentu saja tahu penyebab ketidakhadiran Alexa dan Oliver. Sejak Gabrian dan Andrea datang ke rumah ini, Alexa memang sudah tak pernah lagi ke sini. Ia selalu beralasan kalau sedang sibuk. Sebulan yang lalu pun saat ulang tahun opa Denny, Alexa memilih tidak datang karena ia tahu Gabrian dan Andrea ada di sana.


Namun, saat doa syukur baru saja akan dimulai, Alexa muncul sambil menggandeng tangan Oliver. Joselin nampak sangat senang dan langsung memeluk sepupunya itu.


"Aku sempat sedih karena berpikir kalau kak Eca dan kak Oliver tak akan datang."

__ADS_1


"Maaf terlambat. Aku bingung mau mencari hadiah apa untukmu." Kata Alexa sambil menyerahkan sebuah kado untuk Joselin.


"Kado yabg paling terindah adalah kehadiran kalian semua." Kata Joselin lalu mengajak Alexa dan Oliver duduk di meja yang telah tersedia. Meja makan yang sudah diatur sehingga cukup untuk diduduki oleh semua anggota keluarga.


Wajah Alexa sedikit tegang saat melihat kalau posisi tempat duduk mereka justru berhadapan dengan Gabrian dan Andrea. Namun wajah Alexa langsung berubah sedikit tenang saat melihat tangan Gabrian yang nampak mesra menggenggam tangan Andrea. Ia juga melihat kalau Oliver tak terpengaruh sama sekali saat berhadapan dengan Andrea.


Selesai acara doa syukur, mereka pun menikmati acara makan malam bersama.


"Karena aku sedang sibuk dan tak bisa mengantar Joselin ke London, aku meminta bantuan Figia untuk membantu Joselin selama ia berada di sana." Ujar Gabrian.


"Iya. Ian memang jangan dulu meninggalkan Andrea sendiri. Di saat hamil muda seperti ini, perhatian dan kasih sayang suami sangat dibutuhkan. Karena saat ngidam adalah saat-saat yang tidak menggenakan bagi perempuan hamil. Perhatian dan kasih sayang pasangan akan membuat ibu hamil jadi kuat dan bahagia." Kata Oma Sinta.


Alexa menarik napas panjang. Ia tahu, itulah yang dialami oleh Andrea beberapa bulan lalu saat ia meminta Oliver untuk sering datang menemuinya. Apalagi saat itu keluarga Andrea belum tahu kebenarannya. Andrea pasti merasa sendiri dan sangat membutuhkan dukungan orang lain.


"Kak Ian memang sangat perhatian pada kak Andrea. Kemana pun pasti ditemani. Aku jadi ingin punya pasangan kayak kak Ian." Kata Stevany membuat Gabriel dan Gabrian melotot ke arah adik bungsu mereka itu.


"Sekolah dulu nona manis. Jangan dulu memikirkan pasangan." ujar Gabriel sambil menarik kuping adiknya yang memang duduk di sampingnya.


Semua tertawa melihat tingkah Stevany yang akhirnya meringis kesakitan sambil memegang telinganya yang memerah. "Ih...kak Ian, jangan terlalu galak. Kasihan tuh kak Eil." .


"Kenapa dengan Eil?" tanya Gabriel heran.


"Kak Iel kan selalu sibuk di kantor. pulangnya kadang tengah malam. Aku sering melihat kak Eil duduk di pondok belakang sendiri." Kata Stevany membuat mata Oma Sinta menatap Gabriel.


Perkataan Oma Sinta sukses membuat Eil dan Iel sama-sama tersedak.


"Kalian kenapa?" tanya opa Denny heran.


"Nggak, opa." Gabriel buru-buru menggeleng. Andai saja opa dan Oma tahu bahwa sampai hari ini keduanya belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.


Saat acara makan malam selesai, Alexa memilih untuk pulang lebih dahulu karena kedua anaknya sudah mengantuk.


"Kak Eca, kenapa ingin pulang cepat? Apakah karena Andrea?" bisik Gabrian.


Alexa menatap Gabrian. "Aku...."


"Kak, Andrea sama sekali tak pernah menanyakan apapun tentang kakak dan kak Oliver. Ia kini menjalani masa kehamilannya dengan senang hati. Kakak lihat sendiri kan, badan Andrea kini lebih berisi dibandingkan dengan beberapa bulan lalu. Andrea sudah banyak makan dan rajin kontrol ke dokter kandungan." kata Gabrian.


"Ian, apakah kau menemaninya ke dokter kandungan? Bagaimana kandungannya?" Alexa begitu penasaran ingin mengetahuinya.


"Tentu saja, sebagai suaminya, aku harus menemaninya. Kandungan Andrea dalam keadaan baik."

__ADS_1


"Baguslah." Alexa entah mengapa merasa lega mendengarnya. Ia lun segera memanggil Oliver yang sedang memeluk Aurora yang sudah tertidur dan mengajaknya pulang.


Andrea melihat bagaimana keluarga kecil Alexa dan Oliver nampak bahagia dengan anak-anak mereka. Andrea sudah mengikhlaskan semuanya. Anak yang dikandungnya tak akan pernah ada hubungannya dengan Oliver. Anaknya akan menjadi miliknya sendiri dengan nama Dawson yang akan disandangnya.


"Sayang, sebaiknya kamu istirahat ya? Ini sudah hampir jam 11 malam. Biarkan para pelayan yang membereskan semua ini." Kata Gabrian saat menemukan Andrea dan Eilaria masih ada di dapur.


"Baiklah."Andrea pun segera mencuci tangannya dan mengeringkan dengan lap yang ada.


"Eil, aku tidur dulu ya?"Pamit Andrea. Eilaria hanya mengangguk. Pandangan matanya tertuju pada tangan Gabrian yang melingkar dengan posesif di perut Andrea, mengusap perut itu perlahan sambil melangkah bersama. Tanpa sadar air mata Eilaria jatuh dan ia tak tahu kalau Gabriel melihat semuanya itu.


***********


Seminggu kemudian, Joselin pun berangkat ke London. Giani dan Jero akan mampir ke London sebelum pulang ke Jakarta.


Hari ini, Gabriel pulang cepat dari kantor. Ia sudah memikirkan semuanya semenjak pesta kelulusan Joselin.


"Eil, mari kita bicara!" Ajak Iel sambil mengajak Eilaria yang sedang duduk di ruang tamu lantai dua untuk menuju ke kamar mereka.


Eilaria mengikuti langkah Gabriel. Keduanya duduk saling berhadapan di atas tempat tidur. Gabriel lalu membuka laci nakas yang ada di dekat tempat tidur. Ia mengeluarkan sebuah novel.


"Ini milik kamu kan?"


Eilaria terkejut. Itu adalah novelnya yang hilang saat ia liburan ke Bali beberapa tahun lalu.


"Bagaimana novel ini bisa ada padamu?"


"Bukan aku yang menyimpannya melainkan Gabrian. Di dalam novel itu, kau dapat menemukan sebuah catatan yang berisi tentang perasaan Gabrian saat pertama kali kalian bertemu di depan lift The Thomson Hotel. Aku memberikan novel ini padamu, agar kau bisa menentukan sebenarnya perasaan hatimu pada siapa. Walaupun ini sangat menyakitkan bagiku saat tahu kalau kau menyukai saudara kembar ku sejak awal kalian berjumpa. Begitu juga dengan Gabrian. Mungkin, kalau aku tak diam saat itu, kalian lah yang akan menikah. Cintaku padamu, telah membuat aku egois. Karena itu, mulai hari ini, aku membebaskan dirimu."


"Apa maksudmu, Iel?"


"Mari kita berpisah sebelum kita saling menyakiti terlalu lama."


Eilaria terkejut. Hatinya merasa sakit. Benarkah Iel akan melepaskannya pergi?


*********


Sanggupkah Gabriel melepaskan Eil?


Dan beranikah Eil menentang tradisi keluarga Thomson yang tidak pernah ada perceraian?


Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Andrea dan Gabrian?

__ADS_1


Banyak yang nggak suka Andrea sama Ian karena menganggap Andrea tidak cocok mendapatkan cowok baik hati seperti Ian. Lalu bagaimana Jero yang suka selingkuh bisa me dapatkan Giani yang polos dan perawan? Bagaimana Ben yang sudah tak terhitung lagi pernah tidur dengan para gadis mendapatkan juga Maura yang masih perawan? Kenapa ya kalau para cowok yang sudah nggak perjaka, kita justru biasa2 saja mereka mendapatkan cewek baik-baik. Sedangkan kalau ceweknya yang sudah nggak perawan terus mendapatkan cowok yang perjaka, kitanya pada protes. Pada hal pembaca novel ini kebanyakan kaum perempuan.


Ada yang mau komentar?


__ADS_2