
Dulu, Gabrian pernah punya impian kalau dia dan Gabriel akan menikah di hari yang sama. Istri mereka akan hamil di saat yang sama dan anak-anak mereka akan dibesarkan bersama. Namun ternyata, tak semua keinginan bisa terwujud. Gabriel yang saat itu ingin menikah muda, akhirnya menikah dengan gadis yang sebenarnya Gabrian sukai.
Setelah melewati 5 tahun proses untuk meneguhkan hati masing-masing, kini mereka akan mengikat janji suci itu lagi. Walaupun tak seperti pemberkatan nikah namun Gabrian dan Gabriel nampak menikmati hari ini sebagai hari spesial mereka.
Di depan altar, kedua pria sudah berdiri dengan gagahnya. Edward Kim sudah duduk di depan piano. Opa Korea itu sudah terlihat agak beruban namun masih tetap tampan.
Semua keluarga sudah duduk di dalam ballroom The Thomson Hotel yang ada di lantai 2. Ruangan ini sudah dihiasi sangat cantik sehingga sekalipun hanya pesta keluarga namun tak menghilangkan kesan mewah.
Pintu ballroom terbuka. Dua gadis cilik yang cantik masuk menggunakan gaun putih seperti pengantin. Rambut keduanya dihiasi bunga yang membuat mereka bagaikan peri. Mereka berjalan sambil menebarkan bunga di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh dua wanita cantik itu.
Di belakang mereka berdiri dua wanita yang sama cantiknya. Menggunakan gaun pengantin yang sama juga modelnya.
Eilaria Thomson menggandeng Caleb Thomson dan Andrea Manola, menggandeng Keegan Manola.
Edward Kim langsung memainkan pianonya dan terdengarlah irama lagu forever yang sangat legendaris itu. Sayang sekali, Arnold Manola tak bisa hadir di sini dan menyanyikan lagu itu karena sedang menemani Fairy yang sedang sakit.
Faith Thomson, menatap Ezekiel dengan mata yang berkaca-kaca. Ia ingat bagaimana dulu Ezekiel membuat semua impian tentang pernikahannya boleh terwujud dengan lagu itu.
Sementara di deretan kursi lainnya, Maura Aslon dan Ben Aslon saling berpegangan tangan. Lagu itu juga memiliki arti dalam kehidupan mereka. Edward Kim pernah hadir dalam perjalanan cinta mereka.
Sesampainya di depan altar, Eilaria tanpa ragu langsung mendekati Gabriel. Dua pria di depannya boleh saja menggunakan jas yang sama, potongan rambut yang sama, apalagi wajah mereka yang identik. Namun Eilaria kini tahu tatapan mata siapa yang memancarkan cinta untuknya. Bukan karena Iel kini mengenakan satu anting di telinga kirinya (Si kembar Angelia dan Bernetha tak mengijinkan paman Iel mereka membuka anting itu) namun 2 wajah yang sama itu tak akan pernah membuat Eil bingung lagi untuk menentukan kepada siapa hatinya kini berlabuh.
Demikian juga Andrea. Dia tak akan pernah salah melihat lelaki yang berhasil membuatnya jatuh cinta itu. Karena ia tahu bahasa tubuh dan tatapan Gabrian yang hanya tertuju padanya.
Bunyi piano berhenti saat kedua perempuan itu sudah ada dalam genggaman pria mereka masing-masing.
Pendeta pun berbicara. "Di persilahkan kepada Gabrian dan Andrea, serta Gabriel dan Eilaria untuk kembali meneguhkan janji suci diantara kalian."
Gabrian menatap Andrea. Digenggamnya tangan perempuan yang kini sedang hamil itu. "Dulu, aku menikah denganmu, mengucapkan janji suci denganmu, bukan karena cinta. Kini, aku kembali berdiri di hadapanmu untuk mengatakan, terima kasih karena dulu tak menolak diriku. Karena lewat pernikahan itu, aku bisa jatuh cinta lagi. Kau membuat aku menikmati kebahagiaan sebagai seorang lelaki. Kini, aku berjanji dengan seluruh rasa cinta yang aku miliki, aku akan mencintaimu sampai maut memisahkan kita. Aku tak akan pernah menghiananti mu. Tuhan akan menghukum ku jika aku berani menyakitimu. Kau adalah alasanku untuk hidup dan berjuang. Angelia, Bernetha dan anak yang kini sedang dalam kandungan mu kini menjadi nafasku, semangatku dan tujuanku untuk tetap kuat menghadapi tantangan apapun yang akan ada di depan kita. Aku mencintaimu Andrea Dawson."
Air mata Andrea jatuh saat mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Gabrian. Ia bahkan tak mampu berkata-kata.
Bernetha memberikan tissue untuk mamanya. "Mommy, jangan menangis. Nanti mereka pikir kalau mommy cengeng."
Semua tertawa mendengar perkataan Bernetha.
__ADS_1
Setelah menghapus air matanya, Andrea pun menarik napasnya lalu menghembuskan secara perlahan dan ia pun mulai berbicara.
"Gabrian Dawson, kau adalah malaikat penyelamat kehidupan ku. Sejak pertama kau hadir dalam hidupku, aku tak hentinya mengucap syukur pada Tuhan karena ada orang sebaik dirimu. Aku jatuh cinta padamu karena semua kebaikanmu. Aku jatuh cinta padamu, karena kau tak pernah menganggap aku rendah. Kau menjadikan hidupku berharga sehingga aku berani berjuang untuk melahirkan 2 malaikat kecil kita. Aku akan mencintaimu sampai mau memisahkan kita. Akan ku abdikan seluruh hidupku untuk mencintaimu, mencintai anak-anak kita karena kebahagiaan ku memang hanya bersamamu."
Gabrian langsung memeluk Andrea dengan luapan kebahagiaan yang tak terbendung. Setelah itu mereka kembali saling memasangkan cincin. Cincin yang pernikahan mereka dulu yang masih disimpan oleh Gabrian. Andrea tak ingin cincin yang lain.
Sekarang, giliran Gabriel dan Eilaria. Keduanya juga nampak gugup pada hal ini bukan yang pertama untuk mereka.
Gabriel menatap Caleb dan Grace Thomson. "Terima kasih sudah memberikan kepercayaan kepada ku lagi untuk membahagiakan putri bungsu keluarga Thomson. Kini, dia akan menjadi bagian dari keluarga Dawson lagi dan aku akan mengawalinya dengan kejujuran." Gabriel menggenggam kedua tangan Eilaria. "Kau adalah wanita pertama yang membuatku jatuh cinta. Saat waktu mempertemukan kita kembali, aku tak ingin melepaskan kamu lagi. Maaf, jika aku pernah mengecewakan dan melukaimu. Maaf, jika aku pernah berbohong padamu karena takut kehilanganmu. Kini, Tuhan memberikan aku kesempatan kedua untuk bersamamu lagi. Masih seperti janjiku dulu, aku akan mencintai kamu seumur hidupku. Kau tak akan pernah tergantikan oleh apapun dan siapapun. Kau adalah napas ku, kau adalah sesuatu yang ingin selalu ku sentuh, kau adalah kekuatanku untuk terus hidup. Bersamamu, ingin ku habiskan seluruh waktu hidupku. Jangan pernah pergi dariku Eilaria Dawson karena tanpamu aku bukan apa-apa."
Kali ini giliran Eilaria yang menangis. "Iel, aku tak tahu harus bicara apa."
"Bilang saja aunty mencintai uncle Iel. Pasti langsung dipeluk. Kayak daddy sama mommy." ujar Angelia dan lagi-lagi semua yang ada di dalam ruangan itu tertawa. Si kembar Angelia dan Bernetha telah membuat suasana jadi semakin bahagia.
"Ya, sayang. Aunty memang sangat mencintai uncle Iel." kata Eilaria sambil mengedipkan sebelah matanya pada Angelia. "Gabriel Jeremi Dawson, aku memang pernah kecewa padamu sehingga membuat perasaanku bimbang. Namun perpisahan diantara kita justru membuatku mengerti, hatiku ternyata hanya untukmu. Aku tak dapat melukiskan sebesar apa cinta yang kini kumiliki untukmu. Yang pasti, aku ingin menghabiskan seluruh hidupku untuk menikmati semua cinta yang kau berikan untukku. Percayalah, tidak akan ada pria lain dalam hidupku selain dirimu. Semoga Tuhan memberikan kita hidup bersama yang panjang agar kita bisa melihat anak cucu kita yang akan menjadi sumber kebahagiaan kita."
Gabriel dan Eilaria pun saling memakaikan cincin di jari manis mereka. Cincin yang sama juga, seperti yang mereka pakai pada saat pernikahan mereka dulu.
"Cinta itu anugerah. Maka berbahagialah orang yang memiliki dan menikmati cinta. Dalam perjalanan cinta, tak selamanya kalian akan tertawa bersama. Terkadang juga, Tuhan mengijinkan kalian menangis karena cinta. Karena itu, teruslah ada dalam bingkai cinta kasih Tuhan, teruslah saling mencintai dan menjadi berkat bagi orang lain. Cintailah dia yang telah Tuhan pilih menjadi pendamping hidupmu sampai maut memisahkan." Lalu pendeta memberkati kedua pasangan itu dan mendoakan mereka.
Saat acara makan bersama, mereka pun berkumpul sesuai dengan kategori usia. Ezekiel dan Faith, Ben dan Maura, Edward dan Lerina, duduk di meja yang sama. Sementara Caleb dan Grace, Zelina dan Keegan, Meloddy dan Erland, Chloe dan Erhan, mereka juga ada di meja yang sama.
"Aku tak menyangka kita masih bisa bersama seperti ini. Kita ini sudah lansia. Joe sudah lama pergi meninggalkan kita. Rahel juga beberapa tahun yang lalu sudah menyusulnya. Aku kadang merasa Tuhan terlalu baik membiarkan kita masih bisa saling ketemu diusia yang tak muda lagi." Kata Ezekiel. Karena usianya yang sudah memasuki umur 80 tahun, Ezekiel harus berjalan menggunakan tongkat.
"Sayang sekali Arnold tak ada bersama kita. Aku juga merasa waktu sudah lama berlalu. Aku bahkan sudah sering melupakan banyak hal. Satu yang tak pernah ku lupa, istriku yang cantik ini." Kata Ben sambil mencium tangan Maura yang ada dalam genggamannya.
"Dasar bule gila! Sudah tua masih aja merayu." Maura tersipu. Entah mengapa ia masih saja malu setiap kali sang suami merayunya.
"Aku masih ingat dengan istilah itu. Bule gila! Maura selalu mengatakan pada Ben entah dia senang atau kesal." Ujar Edward membuat para lansia itu tertawa bersama.
Caleb yang melihat mereka pun ikut tertawa. "Akankah kita seperti mereka? Menikmati umur panjang dengan pasangan sekali seumur hidup?"
"Entahlah. Yang pasti hidup itu dinikmati dan disyukuri saja. Anak-anak kita kini telah berbahagia. Kita doakan agar cinta mereka juga abadi." Ujar Keegan.
"Amin....!" Sambung yang lain.
__ADS_1
Giani yang menjadi nyonya penyelenggara pesta pun nampak akrab berbincang dengan besannya baik dari keluarga Thomson maupun keluarga Manola. Semua yang ada di sana nampak sangat menikmati acara hari ini.
"Sayang, kita ke kamar yuk!" bisik Gabriel pada istrinya.
"Iel, kalau mereka mencari kita bagaimana? Tunggulah sedikit lagi. Ini kan sedang acara santai bersama keluarga." bisik Eilaria sambil mencubit lengan suaminya itu.
"Ayolah sayang, aku sudah tak tahan ingin memulai malam pertama kita. Gabrian sama Andrea saja sudah menghilang."
"Dasar mesum! Andrea kan sedang hamil mudah. Ia nggak boleh capek."
"Ayolah, sayang. Kalau kita pergi pun mereka pasti mengerti."
Eilaria akhirnya mengalah. Ia sendiri juga ingin segera merasakan indahnya malam pertama. Karena itulah ia segera berdiri, mengikuti langkah suaminya untuk segera meninggalkan ruangan itu.
Namun, belum sampai di pintu keluar, terdengar suara Angelia yang memanggil. "Uncle Iel.., aunty Eil."
"Ya, sayang. Ada apa?" tanya Eilaria.
"Mau kemana?"
"Kami mau ke kamar, sayang. uncle dan aunty capek. Ingin tidur." jawab Gabriel.
"Bolehkah malam ini aku tidur bersama uncle dan aunty? Soalnya aku juga sudah mengantuk. Tapi opa Jero masih bercerita dengan opa Beryl. Lia bosan menunggu. Oma Giani juga masih berbincang dengan Oma Zelina."
Gabriel terkejut. "Nggak bisa sayang."
Eilaria melotot ke arah suaminya.
Wajah Angelia mendadak cemberut. "Uncle jahat! Lia kan belum pernah tidur bersama Uncle dan aunty." Tangis Angelia langsung pecah.
Gabriel menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat Eilaria menghapus air mata Angelia dan berkata," Boleh, sayang. Ayo kita ke kamar."
***********
ππππππππpoor Iel
__ADS_1
Yang sudah gabung di grup ada versi lengkapnya ya.....