Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 100. sudah kembali


__ADS_3

sudah hampir dua Minggu, Reza dan Sinta berada di Jepang. rutinitas sehari-hari Reza dan Sinta pun seperti biasanya dokter telah memberikan jadwal pemeriksaan kepada kedua pasangan itu.


suatu ketika saat Reza berada di dalam sebuah taksi sepulangnya dari rumah sakit, handphone Reza pun berbunyi Reza pun mengambil dari sakunya, lalu menggulir kan aikon warna hijau. setelah mengetahui panggilan itu berasal dari izul.


" hallo " ucap Reza.


" hallo kak, bagaimana kabar kak Reza dan kak Sinta di situ ?" tanya izul.


" kakak dan Sinta, baik-baik baik saja!. "


" kak, Mama masuk rumah sakit ka" ucap izul dengan hati-hati, karena tidak mau membuat Reza panik.


" mamah sakit apa ?" tanya Reza dengan sangat khawatir.


" belum tahu kak, dokter sedang memeriksa nya. " jawab izul.


" yaudah kakak dan Sinta hari ini akan pulang " sambung Reza.


" tapi bagaimana dengan kontrol kakak dengan dokter di situ" ucap izul khawatir


" biarkan saja, kakak tidak mau menyesal untuk kedua kalinya" pikiran Reza teringat akan kematian ayahnya yang di sebabkan oleh nya.

__ADS_1


" kalau begitu, hati-hati ya kak, Izul tunggu kedatangan kakak dengan selamat" pesan izul


" baik Zul, kakak akan siap-siap sekarang juga" terang Reza kemudian pembicaraan mereka pun terputus. sesampainya di hotel, Sinta dan Reza berjalan dengan buru - buru masuk ke dalam kamar hotel. Sinta pun merapikan semua pakaian nya. sementara Reza sibuk mengurus masalah paspor dan tiket pesawat.


beberapa jam kemudian Reza dan Sinta sudah berada di dalam pesawat, pikiran Reza tidak tenang terlihat dari semenjak Reza berada di dalam pesawat sampai kini sudah hampir sampai. Reza tidak bisa memejamkan mata nya.


Sinta meraih kedua tangan Reza dengan terus menyemangati nya.


" mas, Mama akan baik-baik saja saja. kita berdoa yang terbaik untuk mama" ucap Sinta sambil menyenderkan kepalanya.


Reza pun membalas sentuhan tangan Sinta, Reza terus meremas tangan Sinta memberikan kehangatan pada kedua nya.


di dalam mobil Reza pun masih banyak diam Sinta pun tidak ingin mengganggu suasana hati suaminya itu.


mereka pun sampai di rumah sakit dan langsung mencari keberadaan ruangan di mana mama nya di rawat itu. setelah mendapatkan informasi ruang perawatan mama nya, Reza terus berlari meninggalkan Sinta yang jalan nya kalah cepat dengan Reza.


Reza melihat semua saudara nya tengah berkumpul di depan ruangan. " bagaimana keadaan Mama " ucap Reza dengan cemas.


" Mama masih di ruangan ICU, perawatan intensif masih harus di lakukan menurut dokter " terang Dita.


" memang nya, awal nya bagaimana sampai mama bisa masuk rumah sakit " tanya Reza lagi.

__ADS_1


" saat Mama di kamar mandi, Mama terjatuh. aku mendengar teriakkan Mama, dan aku beserta bi Ijah berlari menghampiri Mama di kamar mandi dan membawanya ke rumah sakit " terang Rara yang mengetahui kronologi kejadian nya.


" kamu bagaimana sih Zul, urus Mama aja gak becus " omel Reza.


" Reza, mungkin ini juga karena usia Mama sudah mulai tua " Wati berusaha membela Izul di depan Reza.


"iya mas kita tidak boleh menyalakan siapa pun " Sinta mencoba mendamaikan suasana hati Reza.


dalam beberapa jam dokter keluar, di sambut rasa penasaran oleh anak - anak ibu fatim.


" bagaimana keadaan ibu saya dok " suara Reza mendahului saudara - saudara nya yang sedari tadi menunggu dokter.


" akibat beliau terjatuh di kamar mandi, sehingga beberapa anggota badan ibu fatim mengalami kelumpuhan, ibu Anda harus di rawat beberapa hari lagi. " keterangan dari doktor membuat keluarga ibu fatim tercengang tidak menyangka semua itu bisa terjadi.


" Mama .... " semuanya berteriak penuh penyesalan.


selama di rawat beberapa hari, akhirnya ibu fatim sudah di boleh kan pulang oleh dokter, ibu fatim kembali ke rumah dengan menggunakan kursi roda. anak-anak nya mencarikan seorang perawat yang khusus untuk merawat ibu fatim.


Sinta dan Reza pun sudah kembali ke rumah nya, setelah beberapa hari menginap di rumah ibu fatim. rasa lelah setelah perjalanan ke luar negeri tidak di rasakan lagi oleh keduanya. Reza lebih memikirkan keadaan ibu nya.


pagi itu hari pertama Reza kembali lagi ke kantor, Reza pun beradaptasi lagi dengan masalah -masalah baru yang harus ia kerjakan.

__ADS_1


__ADS_2