Duda Kesepian

Duda Kesepian
diBab. 79. akhirnya


__ADS_3

sementara di ruangan nya Rara juga sudah berangsur pulih. Izul sedang menyuapi Rara makan. tetapi berungkali Rara menolak makanan yang di pegang oleh izul.


" ayo sayang , kamu harus makan biyar kamu cepet sehat dan kita bisa kembali ke rumah" bujuk izul.


setelah beberapa kali izul membujuk Rara, akhirnya Rara mau membuka mulutnya, tatapan nya sangat tidak bersemangat, Rara merasa bersalah terhadap keadaan Sinta, sahabat nya itu.


" kenapa semua ini harus terjadi" ucap Rara.


" sudah sayang, jangan memikirkan itu dulu, yang terpenting kamu sekarang cepat sembuh agar kita kumpul di rumah lagi" ucap izul.


" permisi" dokter datang mau memeriksa Rara. " ucap salah seorang perawat yang masuk ke ruangan.


" silahkan dok" balas izul. dokter pun memeriksa keadaan Rara.


" kondisi pasien sudah lebih baik, sehingga besok sudah boleh pulang" ujar dokter.


setelah memeriksa keadaan Rara, dokter pergi meninggalkan ruangan.


Anita mama Rara dan deren adiknya datang menjenguk. selama Rara belum sadarkan diri, Anita sudah berulang kali datang menjenguk Rara.


" sayang bagaimana keadaan mu" ucap Anita.


" Mama... " balas Rara dengan wajah sedih nya. Rara pun memeluk Mama nya itu.


" aku ingin menemui Sinta" pinta Rara.


" tapi sayang " izul mencoba menahan Rara agar tidak kemana mana Dulu.


wajah Rara terus di tekuk, sehingga mau bagaimana pun akhirnya izul membantu Rara duduk di kursi roda, izul mendorong nya ke arah kamar Sinta yang bersebelahan.


Rara masuk, di lihatnya Sinta sedang tertidur.

__ADS_1


Rara memegang tangan Sinta dan mencium nya penuh kesedihan.


" Sint, kenapa di saat kamu mau melangkah bahagia, justru takdir mempermainkan mu lagi" ucap Sinta


Sinta yang merasakan sentuhan Rara kemudian terbangun. " Ra" ucap nya setengah sadar.


"sinta " wajah Rara menampakkan kasihan kepada Sinta.


Sinta memeluk tubuh Rara, dan menangis sejadi - jadinya di pundak sahabat nya itu " Frans Ra" ucap nya berat.


" kamu yang sabar yah" ucap Rara yang ingin terlihat tegar di depan Sinta.


" kaki ku Ra" ucap Sinta lagi. Rara menangis sejadi nya di hadapan Sinta. Izul menghampiri kedua wanita yang sedang ada di depan nya itu. mencoba menegarkan mereka.


"Tuhan mengapa kau berikan cobaan ini terlalu berat untuk Sinta" gumam Rara.


Izul pun bergabung merengkuh mereka berdua, larut dalam tangis. membayangkan kaki Sinta yang sekarang sudah tidak bisa ia gunakan lagi untuk berjalan.


*


Reza mendorong kursi roda yang di gunakan Sinta, mengangkat tubuh nya masuk ke dalam mobil bersama dengan ibu fatim, sedangkan Rara menaiki mobil izul bersama Dita dan Wati dan Anita.


Sinta kini tidur di kamar bawah bersebelahan dengan kamar Reza, Sinta pun berubah menjadi seorang yang pendiam setelah kepulangan nya dari rumah sakit. berbicara pun seperlunya saja. tetapi tak merubah Reza untuk terus memperhatikan Sinta.


" Sinta .. sarapan dulu ya" ucap Reza masuk ke dalam kamar Sinta. Sinta sedang termenung di samping jendela, Sinta hanya terdiam tidak menjawab ucapan Reza.


"kita jalan ke taman yuk " Reza mendorong kursi roda Sinta hendak membawanya ke taman belakang rumah dan melewati Rara, izul dan ibu fatim di meja makan.


" bi Ijah, tolong bawakan sarapan Sinta" suruh ibu fatim, bi Ijah pun langsung mengiyakan nya. membawa sarapan sebuah roti bakar dan teh hangat manis.


" buka mulut mu" Reza menyodorkan roti bakar ke mulut Sinta, Sinta pun membuka mulutnya. mengunyah dengan pelan dengan tatapan mata ke depan tidak memperdulikan orang yang di samping nya.

__ADS_1


setelah sarapan izul pergi ke kantor. dan Rara masuk ke dalam kamar nya, izul sudah melarang Rara untuk tidak keluar rumah.


kini rumah ibu fatim tidak di luputi keceriaan semenjak peristiwa kecelakaan itu.


setelah Reza telah selesai memberi sarapan kepada Sinta, Reza mengajak nya masuk kembali ke dalam rumah. dan menghampiri ibu fatim yang sedang duduk di kursi.


" mah" sapa Reza


" gimana za apakah Sinta sudah mau sarapan" tanya ibu fatim


" sudah mah" jawab Reza


" mah " ucap Reza lagi membuat tanda tanya di pikiran ibu fatim.


" ada apa za" ucap ibu fatim.


" mah, Reza mau menikahi Sinta mah" ucap Reza, sontak membuat ibu fatim kaget.


" apa " jawab ibu fatim.


Reza pun mengulangi perkataan nya, memperjelas maksud nya, ibu fatim terdiam, memang dulu ia sangat ingin Reza dan Sinta bersatu. tapi semenjak penolakan Reza dahulu membuat nya tidak terlalu ikut campur urusan hati anak - anak nya itu.


" kamu serius za " tambah ibu fatim.


" Reza sangat serius dengan ucapan Reza mah" ucap Reza.


Sinta yang juga sedang berada di situ juga terkaget, tapi kini perasaan nya seperti sudah tidak perduli apapun, Sinta hanya diam.


" bagaimana Sint, " tanya ibu fatim.


" Sinta terserah Reza aja mah " jawab Sinta pasrah.

__ADS_1


" ya udah, kalau begitu Mama akan urus acara pernikahan kamu dengan Sinta" ucap ibu fatim.


Reza yang mendengar jawaban dari Mama Nya, berjalan menghampiri Sinta dan memegang tangan nya " aku mencintaimu Sinta " ucap nya lalu mencium tangan Sinta.


__ADS_2