
pagi - pagi izul dan Rara juga ibu fatim sudah duduk di meja makan. sementara Reza masih bermalas- malasan berada di tempat tidur nya.
"mah, hari ini mama tidak usah ikut kami ke lokasi yah mah, sekarang kak Reza libur jadi Mama temenin kak Reza aja di rumah." ucap izul sambil menyantap nasi goreng dengan lahap nya yang di buat oleh Bi Ijah.
" iya mah, lagian juga acara hari ini cuma ngumpulin para peserta aja kan " Rara tiba-tiba menyambungi ucapan izul.
"baiklah, Mama terserah kalian aja" jawab ibu fatim.
" mah, bagaimana cara kita memperkenalkan mereka pada kak Reza, sementara Mama tahu sendiri kan, kak Reza selama ini jika kita kenal kan dengan anak temen Mama, selalu saja menolak nya" tanya izul
" tenang saja, itu urusan mama, serahkan saja sama Mama" jawab ibu fatim membuat Izul makin penasaran.
"kira -kira siapa ya yang mampu bertahan lama berhubungan dengan kak Reza, di antara kelima peserta tersebut " Rara memikirkan karena selama ini sikap Reza yang tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita.
"bisa di bayangkan bagaimana kaku nya sikap kak Reza pada mereka" izul tertawa dengan lepas mengingat itu.
" hust, jangan kayak gitu Zul, kaya gitu juga kakak kamu" ibu fatim menegur izul.
" ups maaf mah" izul menghentikan tertawa yang begitu kencang.
"mah, menurut ku selama kak Reza sedang masa penjajakan dengan para wanita yang sudah kita pilih, lebih baik kak Reza kita suruh tinggal di rumah nya yang dulu, agar lebih bebas bersikap" Rara menyampaikan saran nya.
" rumah kak Reza masih di jagain pak Udin kan mah? " Tanya izul.
"masih, kita atur saja semuanya" jawab ibu fatim.
setelah selesai sarapan izul dan Rara pun bersiap-siap pergi ke lokasi mengendarai mobil nya, mereka akhirnya sampai di lokasi yang di tuju, para peserta pun sudah datang menunggu, izul mendapatkan chat dari kedua kakak nya bahwa mereka tidak bisa datang, karena ada keperluan yang sangat mendesak.
Izul dan Rara pun hanya berdua menghampiri para peserta, izul langsung melakukan briefing kepada kelima peserta tersisa, mengenai mekanisme dan ketentuan alur kencan dengan Reza.
Izul memanggil satu -satu nama-nama peserta, dengan suara lantang.
1.Saskia umur 29 tahun wanita karier.
2.Amelia umur 32 tahun model.
3.Nisa umur 25 tahun kuliah.
4.Amanda umur 19 tahun karyawan.
5.silfiyana umur 39 tahun pengusaha.
semua harap maju kedepan." ucap Izul
para peserta yang sedang duduk di kursi, dengan cepat berdiri saat nama mereka di sebut. Izul memperhatikan setiap penampilan dari mereka dari atas sampai bawah. kemudian kembali lagi ke tempat mereka semula. setelah itu Izul melanjutkan kembali perkataan nya.
__ADS_1
" yang berhak pertama kali kencan dengan kak Reza berdasarkan nama - nama yang tadi aku sebutkan yah, dan bisa di mulai besok hari Minggu, jadi aku harapkan kalian mempersiapkan diri." ucap izul undur diri karena setelah itu izul pergi meninggalkan para kontestan tersebut.
peserta pun mata mereka saling bertaut, memandangi para lawan mereka, Saskia langsung menjadi sorotan karena besok dia akan berkencan dengan Reza.
" seperti apa yah , seorang pangeran yang akan kita perebutkan itu, aku penasaran" ucap Amelia, yang memiliki tubuh tinggi dan langsing.
" kalau aku soal fisikly aku tidak terlalu memikirkan yang penting aku jadi pemenang dan dapat uang banyak" sahut Saskia
" aku harus dapat dua- duanya" sambung silfiyana.
mereka pun saling berbincang satu sama lain dan saling berkenalan, Amanda hanya diam saat pesaing nya saling bercerita.
" hei kamu, kalau kamu bagaimana? apa tujuan mu mengikuti acara ini?" Tanya Nisa pada Amanda.
Amanda tidak ingin menceritakan maksudnya mengikuti acara tersebut, karena menurutnya tidak terlalu penting, dan takut mereka kasihan padanya.
"sampai ketemu yah " ucap para peserta saat meninggalkan lokasi itu. untuk berpamitan satu sama lain.
Izul dan Rara melajukan mobilnya ke arah rumah mereka.
"assalamualaikum" Rara membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci, izul masih berada di mobil sedang memasukkan nya kedalam garasi.
" Rara, kamu sudah pulang nak, " sambut ibu fatim.
" bagaimana acara nya? " ibu fatim menghujami Rara beberapa pertanyaan seakan tidak sabar.
" kak Reza lagi di mana mah " tanya izul yang baru datang.
" Reza sedang pergi, katanya mau bertemu teman lama nya. " jawab ibu fatim, sambil memikirkan apa yang di ucapkan Rara.
ibu fatim kemudian berbisik kepada Rara dan izul saat dia menemukan ide.
saat Rara dan izul mendengar kan bisikan dari ibu fatim, wajah mereka terlihat senang.
setelah itu mereka mempersiapkan semua ide dari Mama nya itu dan tinggal menunggu kepulangan Reza.
hari pun mulai sore, mobil Reza terdengar sudah berada di depan rumah. Reza keluar masuk. " assalamualaikum " ucap Reza.
" waalaikumsalam.." jawab izul dengan muka memelas.
" kamu, kenapa" tanya Reza.
" Mama , kak" jawab izul sedang berpura-pura.
" Mama kenapa" Tanya lagi Reza makin khawatir.
__ADS_1
" Mama sakit kak" jawab izul.
" sakit kenapa, ??? bukan nya tadi baik-baik saja" ucap Reza.
" seperti nya jantung Mama kumat, tadi dokter sudah datang memeriksa nya kak" ucap izul.
" terus kata dokter apa? " Reza berjalan masuk ke dalam kamar ibu fatim. dan melihat Rara sedang menemani di samping ranjang ibu fatim.
" mah, Mama kenapa? " ucap Reza.
ibu fatim terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Reza meskipun dia dalam kondisi sadar.
Reza memegang tangan ibu fatim dan menciumi nya. Reza sangat takut terjadi sesuatu dengan Mama nya, dia tidak mau mengulang rasa sakit di tinggal oleh papa nya dahulu.
"Reza, " ucap lirih ibu fatim.
" iya mah" jawab Reza raut wajahnya sedih
"Reza... Mama mau minta sesuatu kepada kamu? apa kamu akan mewujudkan Nya untuk Mama mu ini" ucap ibu fatim.
" kenapa Mama berbicara seperti itu, Reza akan memberikan apapun yang Mama ingin kan " Reza sangat khawatir mendengar ucapan dari Mama nya, seperti permintaan terakhir.
" benar kamu akan mengabulkan permintaan Mama" ibu fatim menegaskan.
" iya mah , apapun permintaan Mama" jawab Reza.
" kamu mau yah, di perkenalkan dengan anak dari teman Mama" ucap ibu fatim berbohong tentang identitas wanita yang akan di kencani Reza
saat Reza mendengar hal tersebut dari mulut Mama nya, Reza sedikit kaget. Reza kira permintaan dari Mama nya bukan hal menyangkut perasaan nya. tetapi bagaimanapun ia harus membuat hati Mama nya senang.
" baik mah " ucap Reza berat.
" Mama ingin kamu tinggal kembali ke rumah mu yang dulu untuk sementara waktu, dan Mama memperkenalkan kamu ada beberapa wanita, setelah kamu mencoba dengan mereka kamu tinggal pilih yang mana, yang kamu sukai" ucap ibu fatim.
" apa beberapa wanita mah? bukan hanya satu" ucap Reza heran.
" iya za, apa kamu akan berubah pikiran" tanya ibu fatim.
" tidak mah, tidak. Reza ingin Mama cepat sembuh" jawab Reza.
" ada satu hal lagi za, kamu memulai berkencan dengan anak teman Mama itu besok hari Minggu" ucap ibu fatim.
"apa? besok mah, " Reza semakin heran.
" iya za, mumpung kamu libur kan " jawab ibu fatim.
__ADS_1
Reza terdiam dan mengiyakan semua permintaan dari Mama nya itu. kemudian Reza memegangi tangan ibu fatim dan menciumi nya dengan penuh kasih sayang.
"Mama cepat sembuh ya, Reza akan melakukan apapun yang Mama inginkan" .