
" mah , Reza berangkat ke kantor Dulu " teriak Reza di depan meja makan yang suara nya menggema sampai di lantai atas.
ibu fatim pun keluar dari kamar Nya, " Reza , kenapa berangkat pagi-pagi sekali , nggak sarapan Dulu " tanya ibu fatim
" enggak mah , sebelum Reza kekantor, Reza mau pergi ke kantor imigrasi Dulu , mengecek paspor " jawab Reza yang saat berbicara mata nya terus tertuju ke arah atas kamar Sinta .
" kamu sudah memberi tahu Dita, Wati dan izul " tanya ibu fatim kemudian menyalakan televisi yang berada di depan Nya.
" belum mah , nanti saja kalau Reza telah membeli tiket dan semuanya sudah siap " jawab Reza yang masih menatap ke arah kamar atas sambil menunggu Sinta segera turun ke bawah .
" mana sih , Sinta belum aja turun ," ucap Reza dalam hati yang gelisah menunggu kedatangan Sinta.
pagi itu Reza menggunakan kemeja biru dan celana jeans biru Reza pun memakai sepatu fantofel model tali ikat di depan Reza salah mengikat tali sepatu nya berulang -ulang mungkin karena gelisah Sinta belum juga turun ke bawah.
" Reza , kamu kenapa " tanya ibu fatim yang melihat Reza mengikat tali sepatu berulang- ulang.
"enggak apa-apa mah , " jawab Reza yang kini telah bisa mengikat tali sepatu nya.
" mah , Reza pergi dulu ya " Reza pamit sambil mengecup tengkuk tangan ibu fatim.
__ADS_1
" hati- hati " pesan ibu fatim
" iya mah , assalamualaikum " jawab Reza kemudian berjalan ke depan rumah tanpa melihat Sinta yang masih di dalam kamar nya.
Reza mengemudikan mobilnya nya berjalan di tengah jalan menyusuri jalanan ibukota Jakarta. setelah dari kantor imigrasi Reza sampai di dalam kantor agak siangan.
Reza memanggil Dea menanyakan perihal jadwal pagi ini , dan pekerjaan yang harus ia lakukan setelah perusahaan di tinggal izul .
Dea datang ke ruangan Reza dan menjelaskan secara detail tentang semua jadwal dan pekerjaan yang harus di kerjakan oleh Reza.
Di rumahnya ibu fatim setelah Reza pergi , Sinta turun dari kamarnya. " pagi mah " ucap Sinta menyapa ibu fatim yang telah duduk di meja makan.
" kok , sendirian , mas Reza kemana " tanya Sinta
" tadi Reza pergi pagi-pagi sekali ke kantor " jawab ibu fatim
mereka berdua pun sarapan nasi goreng yang di buat bi Ijah, setelah selesai sarapan Sinta menemani ibu fatim berjalan melihat tanaman di pekarangan rumah Nya dan menata taman yang di bantu Sinta menyiram tanaman.
********************
__ADS_1
Di sebuah hotel tempat menginap izul dan Rara , Rara sedang menyiapkan sarapan pagi untuk izul yang masih terlelap sehabis melakukan olahraga malam dengan Rara .
" mas , bangun katanya kita mau jalan - jalan ke taman saf**i yang di puncak itu mas ." Rara merengek meminta kepada izul .
" hmmmm ... " jawab izul dengan mata yang masih merem.
" kok , cuma hemmm aja sih mas , ayo mas bangun kita sarapan . " Rara terus merengek layaknya anak kecil yang meminta es krim.
izul bangun dan memeluk Rara dari belakang " Ra , kamu kok makin lucu aja , suara kamu kayak anak kecil yang merengek rengek tau nggak, tapi mas suka dengan sikap manja kamu " ucap izul sambil mencium tengkuk lehernya Rara .
" ah , mas apaan sih , jangan mulai lagi deh , ini Udah siang tau , ayoo sarapan terus siap - siap katanya mau piknik berdua " balas Rara mencoba melepaskan diri dari dekapan Izul .
izul makin memeluk Rara semakin erat, Rara kemudian pasrah dengan cumbuan izul. dia pun ikut menikmati Nya , terdengar bunyi kruyuk dari perut Rara .
" sayang kamu laper ya ,? ? " ucap izul yang menghentikan ciuman di tubuh Rara karena mendengar bunyi cacing yang menjerit dari perut Rara.
" iya , kan tadi aku udah bilang , ayo kita sarapan, tapi kamu malah godain aku terus " jawab Rara kesal dengan mulut di manyunin ke depan .
Rara Dan izul melangkah ke arah meja makan yang telah Rara siapkan sebelumnya, izul terus membelai rambut Rara saat mereka sedang berjalan.
__ADS_1