
Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat pernikahan Reza dan Sinta memasuki satu tahun setelah Sinta bisa berjalan. di mana pernikahan Reza dan sinta merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, Reza sangat menyayangi Sinta dan dengan telaten mengurusi Sinta
hari- hari Sinta dan Reza di Lalui dengan layak nya suami istri pada umumnya dan tidak ada halangan yang berarti, hanya sedikit perbedaan pendapat . pada suatu ketika di hari Minggu Reza tengah bersantai di hari libur nya. dengan memakai pakaian kaos oblong berwarna hitam dan celana boxer. Reza berada di lantai dua. di situ khusus untuk dirinya bersantai dan menghabiskan waktu dengan Sinta.
di sana juga Reza menjadikan nya untuk tempat mengerjakan pekerjaan kantor.
" mas, ini kopi nya" Sinta datang menghampiri Reza yang tengah duduk bersantai di kursi yang berbentuk seperti kursi pantai.
setelah Sinta meletakkan kopi nya, Reza menarik ke pangkuan nya. " temani aku sebentar" ucap Reza. membuat Sinta tidak bisa berkutik.
" mas, aku ingin promil, kita konsultasi ke dokter yuk." ajak Sinta yang ingatan nya sedikit berkurang bahwa Reza sudah di nyatakan mandul oleh dokter saat pernikahan nya dengan Anin dahulu.
Reza terdiam mendengar ucapan dari Sinta, kemudian Reza terbangun. " aku mau mandi dulu" ucap Reza turun ke bawah meninggalkan Sinta. Sinta termenung " apakah ada yang salah dengan ucapan ku" guman Sinta. juga turun ke bawah mencari keberadaan Reza. setelah Sinta turun, ia mendapati Reza sedang mandi. Sinta menyiapkan baju Reza menaruh nya di atas ranjang.
setelah Reza telah rapih, Reza keluar garasi memanaskan mobil nya. " mas, mau kemana?" Sinta menghampiri Reza.
" aku lupa, aku harus meninjau kantor yang di luar kota" jawab Reza.
" apakah akan lama?" tanya Sinta.
" tidak lama, mungkin lusa sudah pulang" jawab Reza.
" kenapa mendadak sekali mas, tadi kan kita masih bersantai. lagian ini kan hari Minggu mas. " Sinta mencoba menahan kepergian Reza.
__ADS_1
" aku baru terpikirkan sekarang, jadi ini mendadak" jawab Reza.
baiklah, hati - hati di jalan ya mas " pesan Sinta dengan mencium tengkuk tangan Reza.
di dalam rumah, Sinta sedang gelisah. baru pertama kali Reza pergi mendadak dan terburu-buru, Sinta terpikir apa yang dia ucap tadi. apakah perkataan ku tadi ada yang salah. gumam Sinta.
pikiran nya terus berkecamuk akhirnya ia menelpon Rara. " hallo Ra, kamu sedang di mana " Tanya Sinta.
" di rumah, ada apa Sint" balas Rara.
" kita pergi keluar berdua yuk." ajak Sinta.
" kamu nyamperin kesini ya bareng supir " ucap Rara.
Sinta kemudian menekan tombol di handphone nya menghubungi Reza. " hallo mas,"
" iya sayang ada apa" tanya jawab.
" aku ingin keluar bersama Rara, apakah boleh" Sinta meminta izin kepada Reza.
" tentu saja boleh, asal di antar pak Udin yah." ucap Reza yang saat itu sedang menyetir.
" makasih ya mas " Sinta menutup panggilan nya dan siap - siap untuk pergi menemui Rara. pak Udin sudah memanaskan mobil nya. Sinta pun masuk ke dalam nya. selang beberapa menit, Sinta sampai di rumah mertua nya itu.
__ADS_1
setelah menyapa ibu mertua nya dan mengobrol sebentar sambil menunggu Rara selesai berdandan. Rara dan Sinta pun masuk ke dalam mobil berdua, sebenarnya Sinta ingin sekali mengajak mertua nya itu, hanya saja Sinta ingin mengobrol lebih dalam tentang urusan rumah tangga.
Sinta dan Rara Turun di sebuah pusat perbelanjaan dan duduk di sebuah cafe. Sinta mulai bercerita tentang kejadian tadi siang, ketika Sinta membahas tentang momongan. Reza seakan menghindar.
" astaga Sinta, kamu lupa yah, bahwa kak Reza sudah di vonis dokter tidak bisa memiliki keturunan" Rara memelankan suaranya saat berbicara itu pada Sinta.
" benarkah, aku sedikit lupa tentang hal itu. aah... kenapa aku sampai bodoh sekali. hingga melupakan hal tersebut." ucap Sinta penuh penyesalan.
" kandungan kamu, bagaimana Ra, apakah Dede bayi nya sehat sehat saja di dalam" tanya Sintang yang melihat perut Rara sudah membesar.
" Alhamdulillah, sehat semua" ucap Rara dengan mengelus perut buncitnya.
" aku ingin sekali punya bayi" ucap Sinta.
" yang sabar aja Sinta. siapa tahu keajaiban akan datang. di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kan" Rara berusaha menyenangkan hati Sinta .
" aamiin ya Allah. semoga itu bisa terjadi ya Ra."
" insyaallah Sint" balas Rara.
" aku kepikiran mas Reza marah padaku Ra" ucap Sinta yang gelisah memikirkan Reza.
" sudah berfikir Saja yang baik, siapa tahu kak Reza memang ada tugas di luar kota yang tidak bisa ia tinggalkan." ucap Rara
__ADS_1