
hari pun telah sore, para karyawan keluar dari kantor, Manda berdiri di depan kantor.
" manda aku duluan ya" Tia pamit kepada Manda. yang sudah mengetahui manda akan pergi dengan bos nya.
" iya hati- hati ya " balas Manda menunggu mobil Reza datang.
" hei, ayo masuklah " suara Anwar dengan menggerakkan tangannya. di samping nya juga sudah Terlihat reza duduk menatap keluar jendela. tanpa butuh waktu lama Manda pun membuka pintu mobil kemudian masuk di kursi belakang.
di dalam mobil Reza dan Anwar tidak mengeluarkan sepatah kata pun. mereka fokus menatap ke depan. entah apa yang mereka pikirkan. " duaar " suara Manda dari belakang memecah keheningan. Reza menggeleng kan kepalanya. sementara Anwar terlihat kesal. " hei... jaga sikap mu " ucap Anwar menasihati Manda.
" segitu aja marah... bang Anwar belum punya pacar yah, jadi suka marah - marah tidak jelas" jawab Manda.
" eh, anak kecil makin tidak sopan yah " ucap Anwar yang heran Manda menyapa nya dengan panggilan bang.
" kalau di luar kantor, masa manggilnya harus formal juga, boleh dong sekali- kali manggilnya panggilan yang lebih santai." balas manda.
Manda dan Anwar pun terus berseteru di dalam mobil membuat Reza merasa pusing sendiri di buat nya.
__ADS_1
mobil pun telah sampai di sebuah resto favorit Reza. setelah mereka duduk waiters menghampiri mereka memberikan daftar menu. Reza melihat menu dan berbincang dengan Anwar seputar masalah kerjaan. tetapi saat mereka asyik mengobrol, Manda terus menyela sehingga Reza dan Anwar pun menghentikan obrolan mereka. " lain kali aku tidak usah mengajak nya, dia ini terlalu banyak bicara, aku sangat kesal sekali terhadap nya. " gumam Anwar yang terus berdebat dengan Manda.
waiters pun datang dengan membawa beberapa menu yang mereka pesan. dan meletakkan nya di atas meja. mereka kemudian menyantap makanan nya. setelah itu mereka selesai menyantap makanan nya. Reza membayar bill. kemudian mereka masuk kembali ke dalam mobil. Anwar melajukan mobilnya ke arah kantor kembali karena mobil nya yang masih terparkir di parkiran gedung kantor. Anwar keluar bersama Manda.
Reza melajukan mobilnya ke arah rumah nya, ia sangat tidak sabar ingin cepat-cepat sampai ke rumah, rasanya ia sangat begitu merindukan Sinta di rumah. setelah beberapa menit Reza pun sampai di depan rumah nya. ia bunyikan klakson mobil agar Sinta mengetahui kedatangan nya. " tin tin. " terdengar sangat keras sehingga Sinta yang ketika itu sedang menonton TV. langsung memindahkan posisi nya, Kini Sinta sudah berada di depan garasi. di dalam mobil Reza melempar kan senyuman kepada Sinta.
Sinta kemudian berbalas melempar kan senyuman kepada suami nya yang terlihat sangat lelah sehabis dari kantor. Reza turun dari mobil nya. Sinta mencium tengkuk lengan Reza. Reza melabuhkan tubuh nya ke dekapan tubuh Sinta dengan manja. " mas , ini masih di luar loh " ucap Sinta yang merasa heran dengan tingkah Sinta.
Reza mengajak tubuh Sinta untuk jalan masuk ke dalam rumah, dengan manja nya tubuh nya masih menempel di tubuh Sinta. langkah kaki mereka berakhir di dalam kamar dan hanya mereka yang tahu yang terjadi di antara mereka.
Bi Susi telah menyiapkan makanan malam tetapi tuan dan nyonya nya belum juga keluar dari kamar nya. bi Susi terus mondar-mandir memastikan apakah majikan nya akan makan malam ini. jika tidak bi Susi ingin memasukkan masakan nya ke dalam kulkas.
Reza menengok jam dinding menunjukkan pukul 23: 00. " baiklah " Reza bangun dari tidur Nya hendak mengantar Sinta makan, Reza tidak berniat sama sekali ingin makan karena dirinya tengah menikmati tidur nya.
Reza dan Sinta pun keluar dari kamar menuju ke arah meja makan dengan lampu ruangan yang beberapa redup. " mas seperti nya makanan nya telah dingin, ak tidak suka" ucap Sinta.
" Lalu " ucap Reza dengan mata yang masih mengantuk.
__ADS_1
" aku mau cari makanan di luar yang masih hangat" jawab Sinta.
" tapi ini sudah tengah malam sayang" ucap Reza yang malas keluar.
" tapi aku mau makan di luar mas" paksa Sinta. Reza menjawab ragu. sejenak ia berfikir beberapa menit.
" baiklah " ucap Reza singkat.
Reza mengeluarkan mobil nya keluar dari garasi, dan menyaksikan beberapa jalan sudah sangat sepi.
" mau cari makan apa?" tanya Reza.
" aku mau makan pecel lele" jawab Sinta. Reza menyusuri jalanan mata nya terus di belalakan ke sepanjang jalan mencari sepanduk - spanduk berwarna putih. tempat orang pecel lele berjualan.
setelah mendapat kan nya Reza memarkirkan mobilnya di depan pedagang makanan. Reza dan Sinta turun kemudian memesan makanan favorit Sinta.
***********
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan vote nya jangan lupa kalian membaca novel ku yang lain juga.
di jamin cerita nya menarik. ,🙏🙏🙏😄😄😄 terimakasih.