
Di rumahnya Reza, Anindya sedang ada di dalam bersama Reza.
"sayang jadi kapan kita nikah " tanya Anin pada Reza yang sedang menonton TV acara pertandingan bola liga Champions.
"nanti ya sayang, aku selesaikan tugas tugas dari kantor dulu, biyar nanti ngambil cuti nya bisa banyak " jawab Reza
Anin bosen di cuekin Reza yang khusyuk nonton TV. akhir nya Anin menggoda Reza, iya terus menciumi leher Reza, walaupun membuat Reza geli, tapi Reza masih tetap fokus di layar televisi, melihat Reza yang masih cuek kini Anin semakin menjadi, Anin mencium bibir Reza dan bibir Reza tidak membalas Nya tapi Anin terus menerus menggigit bibir Reza dan kali ini Reza sudah tidak bisa menahan godaan dari Anin.
Reza membalas ciuman Anin dan terjadi lah tarik menarik diantara keduanya.
kemudian Reza kaget ketika melihat Sinta di depan pintu. pintu utama rumah saat di buka langsung terlihat ruang televisi
"ooh jadi ini alasan sekarang kamu susah di hubungi mas," ucap Sinta sambil pergi dari rumah Reza dengan menangis.
kemudian Reza mengejar Sinta , baru sampai pintu di halau oleh Anin.
Sinta terus menangis dan berlari ke arah jalan, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"ada apa dengan semua ini ya Allah " ucap Sinta dengan tersedu -sedu.
__ADS_1
Sinta kemudian menelpon ayah untuk menjemput nya
" ayah jemput Sinta ya di depan jalan dekat rumahnya Reza " pinta Sinta sambil menangis
"kamu kenapa Sinta, kok suara nya kaya sedang menangis" tanya ayah heran
" nanti Sinta jelaskan di rumah, sekarang ayah jemput Sinta cepetan ya yah "
mendengar jawaban dari Sinta yang meminta Nya buru -buru untuk menjemput nya juga dalam keadaan menangis membuat pak Ahmad gelisah, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh Sinta
pak Ahmad menyetir dengan begitu cepat agar bisa cepat sampai.
Sinta pun langsung masuk kedalam mobil Ayah nya, dan menceritakan semua kejadian yang di lihat Nya di rumah Reza.
" brengsek " ucap pak Ahmad marah.
"ayah kira dia anak yang baik-baik " ucap nya lagi.
mobil yang di kendarai oleh Sinta dan ayah nya, telah sampai di depan rumah.
__ADS_1
Sinta kemudian turun dan langsung masuk ke dalam kamar nya.
pak Ahmad tidak mau gegabah dalam mengambil tindakan, iya menunggu terlebih dahulu
keesokan harinya Reza datang kerumah Sinta dan menjelaskan hubungan nya dengan Anin
"jadi gimana mas, kamu milih aku atau dia " ucap Sinta tegas
"maaf kan aku Sinta, aku memilih Anin. " jawab Reza.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan kita mas,. Kitakan sudah bertunangan, apa kata orang nanti terhadap ku mas, aku mohon mas jangan kaya gini. " ucap Sinta dengan memohon.
" maaf Sinta, tapi aku mencintai Anin, dia lah cinta pertama ku , dan alasan selama ini aku tidak menjalin hubungan dengan orang lain, yaitu karena Anindya. " jawab Reza dengan berat hati.
" jangan seperti ini mas, aku bagaimana? , " ucap Sinta dengan memelas dan menangis sambil memegang tangan Reza
" maafkan aku Sinta, aku tidak bisa bersama kamu " jawab Reza sambil berlalu pergi
tubuh Sinta jatuh kelantai dengan posisi duduk, sambil terus menangis dan bingung harus bagaimana.
__ADS_1
saat Reza datang pak Ahmad sedang berada di kantor.