
pagi itu di hari yang cerah setelah melakukan sarapan. bersama Reza dan Sinta , mereka berdua tengah mengemasi barang-barang memasukkan nya ke dalam koper yang besar.
" mas, kamu taruh dimana Tiket nya " tanya Sinta yang khawatir jika sampai terselip di tumpukan pakaian sehingga harus bersusah payah mencari nya kembali.
" aku sudah menaruhnya dengan aman " jawab Reza.
mereka berdua pun telah selesai dan dua koper besar itu terlihat sudah rapih, menunggu yang empunya menarik nya. jam keberangkatan Jakarta - jepang pukul 09:00 wib. Reza dan Sinta akan mencoba melakukan pengobatan di negeri sakura itu. setelah lama Reza berobat kesana kemari tetapi belum ada hasil yang memuaskan.
selama Reza dan Sinta di sana, mereka akan menggunakan waktu nya juga untuk berbulan madu meskipun di sebut terlambat. Reza dan Sinta mengambil visa kunjungan selama satu bulan. mereka pun sudah berpamitan kepada Mama dan saudara Reza terlebih dahulu.
Sinta menatap jam dinding di kamar nya menunjukkan pukul 07:00.
" masih banyak waktu" ucap Sinta kembali merapikan penampilan nya agar terlihat sempurna, Reza sedang merapikan berkas berkas yang akan ia bawa. Sinta pamit kepada kedua pegawai rumah nya, dan mengarahkan apa yang akan mereka lakukan selama majikannya itu pergi ke Jepang.
" sayang apakah sudah selesai " Reza yang sudah duduk di kendali setir. Sinta pun masuk kedalam tempat dudukan Depan di sebelah Reza. dan pak Udin duduk di belakang untuk membawa mobil yang di bawa majikannya itu kembali ke rumah.
__ADS_1
Reza dan Sinta sampai di bandara pukul 08:00 wib. Reza menyerahkan kunci mobil nya kepada pak Udin. kemudian masuk bersama Sinta ke dalam bandara. masih ada beberapa waktu, Reza dan Sinta duduk di kursi mereka sibuk sendiri dengan ponsel nya masing-masing.
Reza dan Sinta masuk ke dalam awak pesawat, setelah mendapat kan pemberitahuan. mereka menikmati perjalanan nya saat di dalam pesawat, Sinta duduk di kursi yang di samping nya terdapat jendela. melihat kecilnya bentuk rumah dari atas sana.
setelah beberapa jam dalam pesawat, Reza dan Sinta tiba di bandara Haneda. semua nya begitu asing. tetapi sebelum nya Reza sudah search googleing jadi dia tidak terlalu awam sekitar kota Tokyo Jepang. dan sebenarnya Reza sudah meminta seseorang untuk menyiapkan tempat tinggal nya selama di Jepang.
Reza dan Sinta memberhentikan taxi yang berlalu lalang mereka masuk di dalam nya setelah taxi yang mereka berhentikan itu mau berhenti.
Reza dan Sinta menggunakan bahasa Inggris saat berbicara dengan supir taksi, sebelum mereka berjanji bertemu dengan tuor guide asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Jepang.
mobil taksi berhenti di tempat yang Reza maksud, saat turun dari mobil mereka di sambut oleh Akbar sang tuor guide.
Reza membalasi jabatan tangan Akbar di susul oleh Sinta. mereka kemudian mengobrol dan mencari sebuah cafe terdekat dari tempat mereka berdiri.
terlihat di sebrang jalan ada cafe bernama turret coffe tsukiji . cafe yang terkenal akan barista nya itu, Akbar memulai memesan terlebih dahulu, Reza dan Sinta masih melihat - lihat daftar menu. setelah menentukan pilihan nya, seorang waiters pergi meninggalkan kursi mereka kembali ke belakang.
__ADS_1
Akbar langsung memberi tahu Reza dan Sinta bahwa mereka akan berobat di sebuah rumah sakit terbesar di kota Tokyo bernama rumah sakit St Luke berlokasi di distrik Tsukiji di Chuo.
Reza mengiyakan semua yang di bicarakan oleh Akbar, setelah selesai berbincang Reza dan Sinta sangat penasaran ingin mengunjungi tempat - tempat indah di sekitarnya sekalian berjalan kaki . mereka keluar dari cafe lalu berjalan menikmati keramaian kota Tokyo.
keindahan kota Tokyo di malam hari terlihat dari begitu banyak nya lampu-lampu jalan menghiasi hampir di semua bahu jalan.
Sinta pun kelelahan akibat berkeliling kota Tokyo, Sinta mengajak suami nya itu untuk segera pulang karena cuaca pun mulai dingin di malam hari. Reza menyelimuti jaket miliknya kepada Sinta karena melihat Sinta kedinginan.
" Akbar, apakah jarak hotel yang akan kita tempati jauh dari tempat kita sekarang " tanya Reza.
"tidak pak, hanya saja udara malam ini sangat dingin, aku takut kalau kita jalan kaki, nona Sinta akan kelelahan. jadi kita harus naik taksi " jawab Akbar
" yasudah antar kami kesana " pinta Reza.
Akbar pun memberhentikan taksi di depan, setelah beberapa menit akhirnya mereka mendapatkan taksi, mereka pun masuk ke dalam.
__ADS_1
setelah beberapa menit mereka sampai di hotel Mandarin oriental hotel. Akbar sengaja memilihkan hotel tersebut agar Reza tidak terlalu jauh bolak balik ke rumah sakit St Luke.
Reza dan Sinta masuk ke dalam kamar hotel setelah di antar oleh Akbar, Akbar pun kembali ke tempat tinggalnya.