Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 52


__ADS_3

Rara dan Sinta curhat di dalam kamar sampai mereka lupa waktu karena mereka ketiduran , ibu fatim yang tidak mau mengganggu membiyarkan keduanya berada di dalam kamar, izul yang sudah pulang dari tadi langsung masuk ke kamar Nya merebahkan tubuhnya yang lelah sehingga izul tidak tahu Rara berada di kamar atas .


"ya ampun Sint , langit sudah gelap " ucap Rara saat melihat langit dari jendela kamar .


"kamu nginep lagi aja Ra " saran Sinta


" enggak Sint aku mau pulang aja " jawab Rara yang merasa tidak bawa pakaian ganti, lalu berjalan menuruni tangga secara buru- buru.


di bawah Rara melihat ibu fatim berdiri di samping meja makan sedang menata makanan.


"Ra , sini makan , kamu pasti dari tadi sudah lapar , Sinta juga sekalian di ajak turun" ajakan ibu fatim


"enggak Tan , nanti Rara kemalaman Rara mau langsung pulang aja " jawab Rara


izul yang mendengar suara Rara di luar kamar nya langsung membuka pintu kamar nya


ceklek .....


Rara menatap Izul begitu pun Izul menatap wajah Rara saat beradu pandang wajah Rara memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"kenapa Mama gak bilang mah , kalau di sini sedang ada Rara mah " tanya izul


"Mama lihat kamu kelihatannya capek sekali jadi mama membiyarkan kamu langsung masuk kamar untuk istirahat " jawab ibu fatim


"kamu mau kemana Ra " tanya izul


"mau pulang ," jawab Rara dengan jutek muka di tekuk .


izul yang melihat ekspresi wajah Rara langsung Manarik tangan Rara menuju keluar dan tubuh Rara di hempaskan kedalam mobil , lalu izul berjalan menuju kemudi mobil menyalakan mobilnya melaju jalanan kota .


Rara duduk sesekali melihat keluar jendela mobil, tapi tidak di pungkiri hati Nya masih kesal.


"kamu kenapa Ra " tanya izul baik- baik tetapi tidak ada jawaban dari Rara


karena kesal dengan sikap Rara , izul menepikan mobilnya


"Ra " panggil izul sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Rara


"Ra " suara izul membisik di telinga Rara , Rara yang menoleh ke arah suara itu di kagetkan dengan wajah izul yang tengah tepat berada di depan nya kini wajah Rara dan izul jarak nya hanya beberapa Senti.

__ADS_1


izul menyentuh lembut bibir Rara kemudian menghujami nya dengan sebuah ciuman.


Rara yang kaget hanya bisa membelalakan matanya sambil meronta melepaskan ciumannya tetapi usaha Nya sia -sia karena sudah sudah di tahan oleh tangan izul dengan menekan tubuh Rara agar tidak bisa menghindar , izul kemudian melepaskan ciumannya karena Rara yang kehabisan nafas, dan nafas rarapun menjadi tersengal.


Rara belum bisa cara berciuman yang baik karena itu adalah ciuman pertama Rara pada seorang laki- laki.


izul langsung memeluk tubuh Rara sambil bercerita tentang obrolan nya kemarin malam dengan Mama dan kak Dita tidak lain untuk membahas masalah pernikahan nya dengan Rara.


Rara yang kaget di campur bahagia kini menjadi luluh .


"benarkah " tanya Rara dengan wajah gembira


"hemmm " jawab izul dengan menganggukkan kepalanya .


"haaaaa " suara histeris bahagia Rara sambil memeluk izul , izul pun membalas pelukan Rara dengan semakin mendekapnya.


"kamu gak bohong kan " tanya Rara lagi memastikan ucap izul


"tidak Ra , aku tidak bohong apa perlu aku telfon mama agar kamu percaya " ucap izul meyakinkan kata- kata nya.

__ADS_1


"kok Tante pengen cepet-cepet kita nikah , enggak pertunangan dulu " Rara yang masih heran ini terjadi pada Nya


"karena Mama Takut apa yang di alami kak Reza , bisa saja aku juga mengalami Nya." terang izul sambil menyalakan kemudi Nya melanjutkan perjalanan ke rumah Rara dan izul juga berniat membicarakan masalah pernikahan Nya dengan Rara pada orang tua Rara.


__ADS_2