Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 26


__ADS_3

" mah, besok pagi kita semua pergi menjenguk pak Ahmad yuk " ajak izul mengalihkan topik pembicaraan


Wati, Dita dan ibu fatim pun setuju dengan ajakan Izul


"boleh juga, besok kan hari Minggu, habis dari rumah sakit pulang nya kita ke pusat perbelanjaan yah " saran Dita


"iya nie Mama juga mau membeli keperluan rumah yang sudah pada habis" tambah ibu fatim.


pagi pagi sekali keluarga ibu fatim sudah jalan menuju rumah sakit.


"Sinta ... " panggil ibu fatim yang masuk ke dalam ruang pak Ahmad di rawat.


" Tante " balas Sinta yang langsung berdiri melihat ibu fatim


Dita, dan Wati pun menyapa Sinta dan melakukan cipika cipiki.


"gimana keadaan pak Ahmad" tanya Dita


"belum ada perkembangan kak, masih seperti saat ayah di bawa ke sini " jawab Sinta


"pagi ini dokter sudah memeriksa pak Ahmad " tanya Wati


"sudah kak " jawab sinta


setelah melihat perkembangan pak Ahmad dan mengobrol banyak dengan Sinta, keluarga ibu fatim pun izin pamit pada Sinta

__ADS_1


mereka pun berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.


Rara datang membawakan sarapan untuk Sinta.


"loh , ini banyak makanan dari siapa " tanya Rara


"oh, itu dari Tante fatim dan keluarga nya, tadi datang kesini" jawab Sinta


"oh gitu, yaudah kita sarapan yuk" ajak Rara dengan telaten menyuapi Sinta


Di depan resepsionis ada seorang wanita mencari ruangan anggrek nomer 9 di mana ya sust " tanya Nya.


",ooh nona lurus saja dan belok kiri, disitu ruangan nya" jawab suster


"terimakasih ya sus " ucap wanita itu


wanita itu pun pergi kearah yang di tunjukkan oleh perawat. setelah menemukan Nya wanita itu langsung masuk


"ooh disini ayah kamu di rawat " ucap wanita itu


" kamu siapa " tanya Sinta


"saya Anin , calon istri nya Reza " ucap Anin


kemudian Sinta mengingat ingat saat di rumah Reza apakah benar wanita ini Anin, saat kejadian di rumahnya Reza Sinta tidak melihat mukanya dengan jelas karena terhalang muka Reza.

__ADS_1


"mau apa kamu kesini " tanya Sinta, Rara yang tidak mengerti duduk perkaranya hanya diam dengan menahan tubuh Sinta


"saya mau memberikan undangan pernikahan ku dengan Reza" ucap Anin sombong


"apa .... ,,," ucap Sinta sedih


"selamat karena kamu telah merebut keluarga nya Reza, meskipun tanpa Restu keluarga nya Reza, gue dan Reza akan tetap menikah" ucap Anin sambil melempar kan undangan itu ke arah Sinta lalu keluar dari ruangan.


"kurang ajar " ucap Rara ingin membalas Anin kemudian tangan nya di cegah oleh Sinta


kemudian badan Sinta tersungkur lemas ke lantai sambil menangis, Rara pun mencoba menahan tubuh Sinta agar tidak terjatuh.


Sinta terus menangis Rara pun ikut terbawa sedih dan ikut menangis


"Lo yang sabar yah Sinta " ucap Rara agar Sinta tegar


Sinta masih terus menangis dan mendengar alat detak jantung ayah nya kini berbunyi dengan cepat.


"ayah .... "ucap Sinta kaget dan langsung berdiri


"oom " diikuti suara Rara panik sambil memanggil suster,


suster pun datang bersama dokter


"permisi " ucap dokter masuk ke dalam ruangan

__ADS_1


"kaka nya tinggal di luar Dulu ya, pasien mau di tangani dokter dulu " ucap suster sambil menutup pintu


di depan pintu kamar ayah nya di rawat sinta dan Rara menunggu dengan gelisah, dan terus bolak balik tidak tenang


__ADS_2