Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 80. aku rindu


__ADS_3

keluarga pun mengetahui Reza dan Sinta akan segera menikah, Wati, Dita, berserta suami mereka akhir- akhir Ini terlihat selalu berada di rumah ibu fatim untuk mempersiapkan pernikahan Reza dan Sinta.


izul terpikir mengenai acara yang di buat nya sayembara cinta . setelah berdiskusi dengan Mama nya akhirnya kelima peserta itu semua nya di beri hadiah, sebagai ganti ruginya.


acara akad nikah Reza dan Sinta siap di gelar di rumah ibu fatim, dan hanya mengundang beberapa keluarga dekat karena acaranya di lakukan secara sederhana.


Reza mengenakan jas hitam dan kemeja putih sementara Sinta terlihat sangat cantik mengenakan kebaya pengantin berwarna putih. ini adalah acara pertama yang sangat sakral untuk Sinta, karena pertama kali nya Sinta akan mengucap janji suci itu bersama Reza.


Sinta sudah duduk di samping Reza di depan nya sudah terdapat penghulu yang siap menikah kan Reza dan Sinta. Reza menjabat tangan penghulu dan melafalkan ijab qobul dengan sangat mudah. setelah sah suara tepuk tangan para saksi memenuhi ruangan.


Reza menghampiri Sinta, Sinta mencium tangan Reza, Reza mencium kening Sinta dengan begitu lama, membuat Sinta menjadi malu kepada para tamu undangan yang hadir.


" udah .. udah lanjut nya nanti di kamar" seru izul dengan keras membuat yang hadir pun menjadi tertawa.


" iya za, kamu bagaimana sih, ini kita pada pingin ngucapin selamat" sambung Wati.


" huh... pada mengganggu saja" bales Reza yang selera humor nya kini kembali lagi.


para tamu dan keluarga pun akhirnya menghampiri kedua mempelai untuk mengucapkan selamat. setelah itu mereka menyantap makanan yang telah di sediakan, acaranya pun berjalan lancar. sudah sekian lama di rumah ibu fatim tidak mengadakan acara pesta, Kini rumah nya ramai gelak tawa memenuhi ruangan.


ibu fatim sangat bahagia karena dapat menyaksikan Reza menemukan pasangan hidup nya kembali dan orang itu adalah wanita yang di sayangi nya. tak henti nya ibu fatim mengucapkan syukur. hari pun semakin sore.


" mah, kita pulang dulu ya " ucap Dita


" bareng dong" sambung Wati.


" kenapa kalian tidak menginap saja" seru ibu fatim.

__ADS_1


" enggak ah mah, nanti mengganggu malam pertama pengantin saja " ledek Wati.


" Iyah, kalian itu memang mengganggu saja. sana.. sana pulang" ucap Reza berakting mengusir kedua kakak nya tersebut.


" tuh kan mah, kita sudah di usir" sahut Wati berjalan keluar bersama suami nya mengejar Dita ,arka dan ayah arka. masuk ke dalam mobil masing-masing.


di dalam rumah izul terus meledek Reza.


"kak, butuh obat kuat tidak? aku masih punya stok " ucap izul berbisik.


" kakak tidak perlu itu. tanpa menggunakan itu pun Sinta pasti sudah tidak berdaya" balas Reza membuat izul tak berkutik.


" kak Reza " ucap Rara membuat izul mengalikan pandangan nya kepada Rara.


" Hem " jawab Reza


" iya.. iya.." jawab Reza yang telah mendorong kursi roda Sinta masuk ke dalam kamar nya.


"cie .. udah enggak sabar. main nyelonong aja masuk" ledek izul yang tak di hiraukan oleh Reza.


" kamu pasti capek " ucap Reza kepada Sinta sudah berada di dalam kamar. yang sudah di atur beberapa hiasan bunga memenuhi sudut kamar layaknya kamar pengantin pada umumnya.


" aku mau mandi, badan ku terasa lengket " ucap Sinta. Reza pun memindahkan tubuh Sinta ke kursi roda nya yang ada di dalam kamar mandi.


saat di kamar mandi, Reza tidak mau pergi dari dalam kamar mandi membuat Sinta belum melepaskan baju nya.


" mas, kenapa masih disini" Tanya Sinta.

__ADS_1


" kalau kamu mengizinkan, aku mau memandikan mu" jawab Reza.


" jangan mas " ucap Sinta


" kenapa? aku sudah menjadi suami mu" jawab Reza yang telah memegang pundak Sinta.


" aku malu mas" ucap Sinta sedikit ragu setelah mendengar ucapan Reza.


" tidak usah malu-malu" ucap Reza membuka baju Sinta satu persatu, Sinta pun hanya bisa pasrah dengan sentuhan Reza. Reza pun menyiram tubuh Sinta dan menggosoki nya dengan sabun. setelah selesai Reza membaluti handuk di tubuh Sinta.


Sinta pun menjadi bingung, Reza hanya benar- benar memandikan nya tidak terjadi apa- apa. setelah Reza memakai Sinta baju, Reza menyisir rambut Sinta dengan pelan.


" makasih mas" ucap Sinta.


" tidak usah berterimakasih, aku adalah suami mu, dan itu sudah menjadi kewajiban ku " ucap Reza.


mendengar perkataan itu, Sinta langsung memeluk Reza " mas " ucap nya sambil menangis.


Reza menundukkan posisi nya dan mengangkat wajah Sinta. " mulai sekarang, kamu jangan menangis lagi" ucap Reza menyeka air mata Sinta. Sinta menyentuh wajah Reza membelai nya dengan lembut.


Reza memeluk Sinta dan berbalik memandangi wajah Sinta, kedua nya saling bertatap sorot mata mereka saling beradu kerinduan, Reza menempel kan bibir nya di wajah sinta menciumi kesemua Indra Sinta. dan yang terakhir bibir nya beradu dengan bibir Sinta ******* nya dengan rakus.


setelah puas Reza memindahkan tubuh Sinta di atas ranjang, " tidur lah " suruh Reza.


akibat lelah di acara pernikahan nya tadi, Sinta pun tertidur dengan pulas. mereka tidur saling berhadapan, Reza terus memandangi wajah sinta yang telah terlelap sejak tadi.


" maafkan aku, yang terlambat memiliki mu" ucap Reza.

__ADS_1


__ADS_2