Duda Kesepian

Duda Kesepian
Bab 95. akan selalu ada untukmu.


__ADS_3

suara berisik mobil terdengar di halaman rumah Reza. Sinta pun keluar hendak memastikan siapa yang bertamu malam- malam seperti ini. " mas " ucap Sinta kaget saat di lihatnya Reza turun dari mobil.


Reza pun melemparkan senyuman ke arah Sinta, dan berjalan menghampiri tempat Sinta berdiri lalu mendaratkan ciuman yang hangat di pipi Sinta.


" sudah pulang mas, enggak jadi ya keluar kota nya? " Ucap Sinta dengan raut wajah bahagia. Reza merangkul tubuh Sinta dan mengajak nya masuk ke dalam rumah. " iya.. aku enggak jadi keluar kota " terang Reza yang tidak mau melepaskan pelukannya pada Sinta.


" mas, maafin aku ya " ucap Sinta penuh penyesalan.


" minta maaf untuk apa?" balas Reza.


" untuk pembicaraan yang tadi siang, tentang memiliki momongan " terang Sinta.


" oooh itu, sudah lupakan" balas Reza yang tengah melepaskan kemeja yang ia kenakan. berjalan ke arah kamar mandi, badan nya terasa lengket sehabis pergi dari rumah sakit. Reza berendam cukup lama di bathtub, membuat Sinta mengetuk pintu kamar mandi memastikan suaminya sedang apa di dalam kamar mandi. Yang di rasa Sinta sudah cukup lama .

__ADS_1


" mas, kenapa lama sekali. aku sudah menyiapkan makan malam loh nanti keburu dingin " ucap Sinta dari balik pintu kamar mandi.


" baiklah aku akan segera keluar " jawab Reza yang langsung mengambil handuk yang menggantung .


setelah mandi Reza telah mengenakan pakaian santai keluar dari kamar nya dan menghampiri Sinta yang telah menunggu di meja makan.


Reza duduk di kursi biasa ia duduk. Sinta mengambil kan makanan ke atas piring nya. mereka berdua pun menikmati makan malam nya. " sayang kesini " Reza menarik tangan Sinta dengan pelan."


" mau bawa aku kemana " Sinta merasa heran dengan tingkah Reza yang terus menarik tangannya layaknya seorang anak kecil.


" tentu saja, kenapa mas bicara seperti itu" jawab Sinta.


" mau kah kamu menemani ku untuk berobat ke dokter terbaik di luar negeri?. atau kita juga bisa berobat ke alternatif, pokok nya aku akan melakukan apapun agar aku bisa sembuh. dan aku sangat membutuhkan kehadiran mu sisi ku sebagai penyemangat hidup ku."

__ADS_1


"tentu saja sayang.. tanpa kau meminta ku, aku juga pasti selalu di sisi mu " balas Sinta yang seketika memeluk tubuh Reza yang ada di hadapannya. pelukan yang hangat yang rasanya berbeda seperti biasanya. pikiran nya bercampur aduk, Antara kasihan kepada Reza dan cinta nya juga yang dalam kepada Reza membuat nya sangat tidak tega melihat Reza memohon seperti itu. ucap Reza panjang lebar.


Tuhan kabulkan lah doa suamiku ini, kasihanilah dia. semoga kami cepat mendapatkan momongan agar kebahagiaan kami menjadi sempurna. gumam Sinta yang masih memeluk Reza dengan dalam.


Reza mencium pundak Sinta tak terasa air mata nya pun jatuh di pipinya dan membasahi pundak Sinta.


"terimakasih sayang, karena sudah mau menerima kekurangan ku " ucap Reza.


Sinta melepaskan pelukannya dan menatap wajah Reza. " jangan bicara seperti itu lagi" Sinta menutup mulut Reza menggunakan jari nya.


" kita akan menghadapi nya bersama dan aku mohon jangan pernah ucapkan terimakasih atau apapun. aku ini istri mu jadi sudah kewajiban ku menemani mu dalam suka dan duka " kata - kata Sinta membuat Reza terenyuh dan langsung menarik tubuh Sinta memeluk nya kembali lebih erat kembali.


" terimakasih " Reza mengulangi perkataan nya.

__ADS_1


" terimakasih juga karena Tuhan telah mengirimkan diri mu di hidupku " lanjut Reza. membuat Sinta pun ikut larut dalam perasaan Reza.


entah berapa lama mereka berpelukan, tapi malam itu mereka sangat menikmati kebersamaan mereka.


__ADS_2